jurnalistik.co.id – Conor Benn dan Ryan Garcia sama-sama memenuhi batas kelas welter untuk pertarungan perebutan gelar WBC, meski sepanjang persiapan muncul kekhawatiran terkait kondisi mereka di timbangan.
Acara penimbangan resmi digelar di UFC Apex pada Jumat, berlangsung tertutup di hadapan sekitar 50 anggota media. Setelah sesi timbangan, akan ada agenda seremonial yang dibuka untuk publik di hari yang sama.
Benn, petinju asal Inggris berusia 29 tahun, tercatat seberat 10st 6lb atau 66 kg untuk laga Sabtu. Catatan itu membuatnya setengah pon lebih berat dibanding sang juara. Secara profesional, Benn mengoleksi 25 kemenangan—14 di antaranya lewat KO—dengan satu kekalahan, dan kali ini berpeluang merebut gelar dunia pertamanya.
Jelang timbangan, fokus banyak tertuju pada seberapa baik Benn beradaptasi dengan kembali ke batas 10st 7lb kelas welter setelah lebih dari empat tahun. Dua pertarungan Benn melawan Chris Eubank Jr sama-sama berlangsung di kelas menengah, saat ia menimbang 11st 2lb (71 kg) di laga pertama dan 11st 5lb (72 kg) pada rematch. Pada kemenangan Benn atas Regis Prograis pada April, ia menimbang 10st 10lb (69 kg).
Di tengah pekan pertarungan, Benn terlihat semakin kurus. Ia menyampaikan kepada BBC Sport bahwa proses pemotongan berat telah membawanya ke “pits of hell”. Namun saat beratnya diumumkan, Benn tersenyum dan tampak dalam kondisi yang mengejutkan sejumlah pengamat yang semula menilai dampak cut akan lebih terlihat.
Berita Terkait
Menjelang penimbangan selesai, beberapa petinju laga pendukung sudah lebih dulu ditimbang sementara Garcia belum terlihat. Situasi ini memunculkan pertanyaan apakah petinju asal Amerika Serikat itu mengalami kesulitan untuk mencapai limit. Terlebih, Garcia pernah menghadapi problem serupa di timbangan sebelumya.
Pada 2024, Garcia dilaporkan menimbang lebih dari tiga pon di atas batas kelas light-welterweight menjelang duelnya melawan Devin Haney. Kali ini, tidak ada drama semacam itu. Garcia baru melangkah menuju timbangan sekitar 10 menit setelah Benn dan tetap terlihat nyaman saat akhirnya memenuhi limit dengan mudah.
Besarnya arti timbangan juga berkaitan dengan perbedaan gaya bertarung kedua petinju. Benn dikenal sangat bergantung pada agresivitas, ledakan serangan, serta tekanan yang berkelanjutan. Sementara itu, Garcia adalah counter-puncher yang bergerak cepat dan berbahaya, serta nyaman menghadang lawan saat mereka maju.
Dalam konteks tersebut, efek pemotongan yang menguras tenaga dapat membuat Benn lebih rentan terhadap kecepatan Garcia dan hook kiri yang kuat. Selain itu, kondisi pemotongan juga memunculkan pertanyaan apakah Benn mampu menjaga intensitasnya selama 12 ronde, terutama di laga perebutan gelar.
Ketiadaan klausul rehidrasi turut menjadi sorotan. Benn menyatakan ia bisa memiliki berat hingga 12st 7lb atau 80 kg saat memasuki ring pada Sabtu. Walau tetap berstatus underdog terhadap Garcia—yang memiliki rekam jejak amatir lebih menonjol dan resume profesional yang lebih mapan—ukuran serta kemampuan Benn memberi tekanan fisik menjadi salah satu faktor yang bisa menentukan jalannya laga.
Buat Garcia sendiri, ini adalah pembelaan pertama setelah ia merebut sabuk WBC lewat kemenangan angka yang dominan atas Mario Barrios pada Februari. Garcia berusia 28 tahun dengan catatan 25 kemenangan dari 28 laga profesional, termasuk 20 kemenangan lewat KO, serta dua kekalahan dan satu no-contest. Benn, di sisi lain, juga menegaskan bahwa ia akan mengosongkan gelar dan kembali ke kelas lebih tinggi bila mampu mengalahkan Garcia.










