jurnalistik.co.id – Brighton menolak tawaran senilai £50 juta yang diajukan Liverpool untuk winger mereka, Yankuba Minteh.
Kabar penolakan itu menutup satu opsi transfer yang sejak awal menjadi perhatian manajemen Merseyside menjelang akhir bursa. Namun, proses pencarian pemain untuk memperkuat sisi serang tetap berlanjut.
Minteh berusia 22 tahun dan berstatus sebagai pemain internasional Gambia. Di musim-musim bersama Brighton, ia mencatat 10 gol serta sembilan assist dalam 73 penampilan untuk “Seagulls”.
Winger ini terutama bermain di sektor sayap kanan. Ia juga menjadi salah satu pilihan ofensif yang dipantau Liverpool untuk kebutuhan permainan mereka pada sisa jendela transfer.
Dari sisi perjalanan karier, Minteh bergabung dengan Brighton dari Newcastle dengan nilai transfer £30 juta pada 2024. Artinya, tawaran yang datang kali ini menjadi kelanjutan dari minat pasar terhadap performa pemain tersebut setelah dua tahun berkiprah di Brighton.
Saat negosiasi berjalan, kondisi fisik Minteh juga menjadi perhatian. Ia sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami cedera kaki yang didapat dalam laga persahabatan melawan Roma pada awal bulan ini.
Di Liverpool, prioritas pelatih Andoni Iraola untuk periode berikutnya adalah memperkuat opsi serangan dari sisi sayap. Hal itu juga didorong kebutuhan tim setelah Mohamed Salah berpisah dari skuat, sehingga ruang untuk tambahan kualitas di area lebar menjadi makin penting.
Selain merespons perubahan skuad, Liverpool juga sudah bergerak di bursa ini. Mereka mendatangkan Victor Munoz dari Osasuna dengan biaya £34 juta.
Berita Terkait
Munoz disebut bisa dimainkan sebagai winger maupun beroperasi lebih ke tengah. Dengan demikian, perekrutan tersebut sekaligus memberi fleksibilitas taktik, terutama ketika Liverpool membutuhkan variasi penempatan pemain untuk menghadapi berbagai pola lawan.
Meski begitu, nama Bradley Barcola juga tetap berada di radar utama Liverpool. Pemain asal Paris St-Germain itu dinilai masih menjadi target, namun hingga saat ini arah pembicaraan belum menemukan titik temu.
Barcola berusia 23 tahun dan berposisi sebagai winger asal Prancis. Disebut bahwa ia terbuka untuk kemungkinan pindah ke Anfield, sehingga dari sisi minat pemain tidak menjadi hambatan langsung.
Hambatan justru datang dari perbedaan penilaian. PSG dikabarkan mematok harga di kisaran £145 juta untuk melepas Barcola, sementara Liverpool lebih condong untuk menjajaki kesepakatan di rentang sekitar £100 juta.
Kesenjangan tersebut membuat transfer belum bisa berjalan sesuai harapan Liverpool, sehingga klub tetap harus menyiapkan rencana alternatif. Dengan penolakan terhadap tawaran Minteh, fokus Merseyside kembali pada upaya mencari kombinasi yang pas antara kebutuhan performa dan struktur biaya.
Di tengah dinamika itu, Liverpool tetap akan terus menguji sejumlah opsi di pasar hingga jendela transfer benar-benar ditutup. Bagi Brighton, keputusan menolak tawaran menunjukkan bahwa mereka tidak terburu-buru melepas pemain yang menjadi bagian penting dari opsi serangan sayap mereka.
Penolakan Brighton atas tawaran Liverpool untuk Minteh otomatis mengubah peta negosiasi, tetapi tidak menghentikan langkah klub Merseyside dalam memantau kebutuhan serangan menjelang akhir bursa. Di saat yang sama, situasi pemulihan cedera kaki Minteh menambah lapisan pertimbangan soal waktu ketersediaan pemain, sehingga proses mencari alternatif biasanya berjalan beriringan untuk menjaga kesinambungan opsi di area lebar.
Dalam rencana periodenya, Iraola juga membutuhkan komposisi pemain yang bisa menyesuaikan tempo dan bentuk permainan, terutama ketika komposisi skuat berubah pasca kepergian Mohamed Salah. Kehadiran Victor Munoz menjadi contoh dari strategi tersebut, sebab pemain baru itu disebut dapat mengisi dua peran: sebagai winger dan ketika diperlukan bergerak lebih ke tengah, agar Liverpool tidak hanya bergantung pada satu tipe penempatan.
Meski fokus Liverpool terbantu oleh langkah di bursa, nama Barcola tetap berada dalam daftar incaran karena dinilai masih mungkin dibawa ke Anfield. Namun, hambatan utama tetap bersumber pada perbedaan penilaian klub, di mana PSG disebut mematok angka jauh lebih tinggi dibanding ekspektasi Liverpool. Ketika jarak harga seperti ini terjadi, klub biasanya mengalihkan tenaga untuk merancang skenario alternatif sambil menunggu ruang negosiasi di target-target yang dinilai paling sesuai.












