jurnalistik.co.id – Peraih gelar grand slam yang sedang berupaya kembali ke performa terbaik, Carlos Alcaraz, dipastikan akan meramaikan US Open 2026 setelah absen panjang akibat cedera pergelangan tangan. Jadwal kembalinya sekaligus menutup penantian empat bulan sejak ia terakhir menjalani pertandingan kompetitif.
Alcaraz, berusia 23 tahun, menorehkan momen penting di awal musim dengan menyabet Australian Open pada bulan Januari. Torehan itu membuatnya menjadi petenis putra termuda yang berhasil mengunci keempat gelar grand slam dalam satu fase.
Namun, kondisi berubah ketika ia mengalami cedera pada pergelangan tangan kanan saat berlaga di Barcelona Open. Sejak 14 April, Alcaraz tidak lagi tampil dalam pertandingan resmi, dan kabar pemulihannya kemudian diumumkan melalui kanal media sosial.
Konfirmasi tersebut disampaikan Fabrizio Romano melalui unggahan bersama bersama Alcaraz di Instagram. Romano turut menuliskan “here we go!”—yang dikenal sebagai catchphrase-nya—dengan tambahan emoji bendera Amerika dan ikon pesawat pada unggahan di X.
Kesempatan bertanding di nomor lain
Selain fokus pada nomor tunggal, Alcaraz juga berpeluang mengikuti cabang ganda campuran yang berlangsung pada pekan sebelum US Open. Untuk itu, terdapat tiga wildcard yang masih akan dibagikan, sehingga peluang keterlibatannya tetap terbuka.
Sementara itu, turnamen tahun ini juga menjadi panggung bagi perubahan peta peringkat. Alcaraz sebelumnya menempati posisi nomor dua dunia, tetapi posisinya digantikan oleh Alexander Zverev setelah ia gagal mempertahankan gelar Cincinnati Open.
Persaingan dengan Sinner dan Zverev
Di puncak klasemen, Jannik Sinner tampil dengan jarak yang jelas. Ia mengawali gelaran besar berikutnya dengan modal kemenangan Wimbledon pada bulan Juli.
Zverev sendiri membawa catatan kuat karena sukses menjuarai French Open, sekaligus menjadi runner-up di SW19. Di sisi lain, Sinner akan menghadapi US Open tanpa tambahan waktu bertanding di lapangan keras, setelah menarik diri dari Cincinnati karena cedera lutut.
Turnamen nomor tunggal US Open dijadwalkan dimulai pada hari Minggu, 30 Agustus, di New York. Dengan demikian, tantangan utama bagi para kandidat adalah menyesuaikan kondisi fisik dan ritme permainan sebelum memasuki fase-fase penentuan.
Jejak musim Alcaraz sebelum cedera
Alcaraz menjalani awal tahun yang kuat. Ia mampu mengalahkan Novak Djokovic dalam empat set untuk menjadi petenis kesembilan di era Open yang menyelesaikan career Grand Slam.
Berita Terkait
Ia kemudian menjuarai Qatar Open pada bulan Februari, tetapi terhenti di semifinal Indian Wells pada bulan Maret. Di Miami Open, ia juga harus mengakhiri perjalanan di babak ketiga.
Setelah pertemuan mereka di Monte Carlo Masters, Sinner menyalip posisi nomor satu dunia. Hal itu terjadi setelah Sinner mengalahkan Alcaraz pada final turnamen tersebut pada bulan April, yang menjadi pertemuan mereka satu-satunya sepanjang tahun hingga momen cedera.
Usai masa itu, Alcaraz hanya sempat bermain sekali di Barcelona sebelum pergelangan tangannya kembali menjadi penghambat. Ia baru memulai rangkaian latihan dengan lebih hati-hati pada bulan Juli.
Pada 4 Agustus, ia terlihat berlatih di Spanyol. Akan tetapi, sehari setelahnya ia memilih menarik diri dari Cincinnati Open, dan dalam latihan berikutnya ia menggunakan sleeve di lengan bawah.
Dalam beberapa minggu terakhir, Alcaraz berlatih bersama Holger Rune. Rune, yang merupakan teman baik Alcaraz, kembali ke latihan setelah mengalami ruptur Achilles pada Oktober tahun lalu.
Peringatan tentang cedera pergelangan tangan
Cedera pergelangan tangan memang dikenal berpotensi menimbulkan masalah yang rumit pada tenis, terlebih jika penanganannya tidak dilakukan dengan benar. Pada bulan April, Alcaraz menyampaikan bahwa ia tidak ingin melakukan kerusakan lanjutan demi “future tournaments”.
Kekhawatiran itu bukan tanpa preseden. Dominic Thiem, mantan juara US Open, pensiun pada akhir 2024 setelah kariernya terganggu oleh cedera pergelangan tangan. Juan Martin del Potro juga sempat bergelut dengan masalah serupa setelah memenangkan satu-satunya gelar grand slamnya di US Open 2009.
Sejarah juara Alcaraz dan dominasi Sinner
Alcaraz meraih grand slam pertamanya saat berusia 19 tahun di US Open 2022, mengalahkan Casper Ruud untuk menjadi juara mayor putra termuda dalam 17 tahun. Ia mengulang pencapaian tersebut tahun lalu dengan mengalahkan Sinner dalam empat set.
Absennya Alcaraz memberi ruang bagi Sinner untuk tampil dominan di tur. Sinner mencatat hanya tiga kekalahan pada musim ini, dengan dua di antaranya terjadi pada dua bulan pertama tahun.
Salah satu kekalahan itu datang dari penampilan impresif Djokovic pada semifinal Australian Open. Setelah itu, Sinner menuntaskan “Sunshine Double”—sebutan untuk dua turnamen berurutan di Indian Wells dan Miami Open—tanpa kehilangan satu set pun.
Di luar kejutan tersingkir lebih awal di French Open, sedikit yang mampu menahan laju juara lima kali grand slam itu sepanjang tahun. Menjelang grand slam penutup musim yang berlangsung di Flushing Meadows, kebugaran menjadi perhatian utama Sinner.
Di sisi pemberitaan lain, kutipan Djokovic yang terselip dalam halaman yang sama juga menegaskan dinamika mental para petenis menjelang kompetisi, dengan pernyataan “I feel I am imprisoning myself”. Meski demikian, untuk Alcaraz, fokus saat ini kembali diarahkan pada pemulihan dan persiapan menghadapi tantangan keras di New York.












