Olahraga

Tottenham 0-2 Newcastle: Magpies menunjukkan taji meski Tonali sudah pergi

×

Tottenham 0-2 Newcastle: Magpies menunjukkan taji meski Tonali sudah pergi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Spurs 0-2 Newcastle: Magpies show there's plenty of life after Tonali

jurnalistik.co.id – Newcastle United menundukkan Tottenham Hotspur 2-0 di London utara, menghadirkan sinyal kuat bahwa skuad mereka tetap punya daya hidup meski Sandro Tonali baru saja dilepas ke Spurs.

Tonali menjalani laga melawan mantan klubnya untuk pertama kali, dengan atmosfer yang jelas tidak nyaman. Ia bahkan disebut merasakan “more nervous” dibanding biasanya, sementara fans tandang menyoraki, “Sandro, what’s the score?” saat ia tampil sebagai pemain pengganti di fase akhir.

Namun yang tersisa dari malam tersebut bukan kisah pertemuan lama, melainkan eksekusi yang rapi dari tim asuhan Matthias Jaissle. Newcastle meraih kemenangan 2-0 lewat dua gol setelah jeda, sekaligus menjadi jawaban paling tegas atas keputusan reinvestasi klub.

Meski masih terlalu dini untuk menyimpulkan arah musim secara utuh, Newcastle tampak “reinvested the money wisely” setelah mendatangkan pemain-pemain baru dengan nilai yang disebut setara dengan pengeluaran untuk Tonali. Tonali sendiri diboyong Tottenham dengan biaya “worth up to £100m” bulan lalu, dan Newcastle kemudian mengucurkan dana serupa untuk Nico Gonzalez, Amar Dedic, serta kiper Lukas Hornicek.

Di laga ini, beberapa nama yang diwarisi Jaissle juga terlihat seperti bangkit. Anthony Elanga dan Yoane Wissa tampil lebih menyatu dalam rancangan permainan yang menekankan agresivitas setelah turun minum.

Walau begitu, Jaissle menolak merayakan kemenangan pertamanya secara berlebihan. Ia menegaskan strategi klub melalui kalimat, “We have our own goals and we are clear with that,” sebelum menambahkan, “We are also realistic. Now you write everything is top, everything is great.”

Menurut Jaissle, pendekatan tersebut menjaga tim tetap stabil. “We don’t follow that too much. We are emotionally very stable and don’t see the highs higher than it is now,” ujarnya, sambil menyebut kemenangan ini tetap perlu dinikmati: “It is a moment to enjoy as well after that start.”

Meski demikian, ia mengingatkan perjalanan masih panjang dan penuh tantangan. “We are also smart enough to see a long journey ahead of us and there will be challenges as well,” kata Jaissle.

Kemenangan pertama di Premier League dan perubahan setelah musim panas

Ini adalah kemenangan liga pertama Jaissle bersama Newcastle. Ia juga memberi konteks bahwa tantangan tersebut datang pada periode yang sarat perubahan: tepat 30 hari sebelum pertandingan ini, Eddie Howe menjalani pertandingan terakhirnya sebagai pelatih, yakni kekalahan uji coba 4-1 dari Bristol City.

Newcastle juga telah melewati beberapa momen besar di bursa transfer. Tonali dijual, Anthony Gordon pindah ke Barcelona, sementara sasaran karier Bruno Guimaraes dikaitkan dengan rencana menuju Arsenal.

Kecepatan start musim ini turut dibentuk oleh tambahan pemain, tetapi fakta pentingnya hanya satu dari tujuh rekrutan musim panas yang sudah memiliki pengalaman bermain di Premier League sebelumnya, yakni Gonzalez. Semua rekrutan baru disebut berusia 24 tahun atau lebih muda.

Walau begitu, efek langsung mereka terasa nyata. Bek Dedic langsung memberi impak setelah kepindahannya senilai £30m dari Benfica, sementara Hornicek menunjukkan ketangguhan menghadapi fisik liga setelah pindah dari Braga dengan banderol £25.7m.

Di Tottenham Hotspur Stadium, Hornicek memainkan peran yang menentukan. Ia disebut terlibat dalam momen-momen krusial lewat tiga penyelamatan di babak pertama, termasuk saat ia tampil sigap setelah Jan Paul van Hecke menanduk bola dengan usaha yang berbahaya.

Tensinya juga terlihat dari reaksi di pinggir lapangan. Jaissle mengencangkan kepalan tangannya ketika Hornicek tampil dengan refleks kuat menghadang sundulan van Hecke.

Situasi nyaris serupa terjadi saat Lewis Hall menghadang percobaan yang mengarah ke gawang dari Pedro Porro pada babak pertama. Jaissle juga mendapatkan respons antusias dari sang bek, menandai bahwa timnya tidak hanya unggul lewat hasil akhir, tetapi juga melalui duel dan fokus saat menahan tekanan.

Dalam penilaian setelah pertandingan, Jaissle merangkum disiplin yang ia lihat. “In the first half, we didn’t play a really good game, but we could really count on everyone throwing everything into every ball and every cross,” katanya.

Ia kemudian menghubungkannya dengan hasil clean sheet. “This is the commitment and belief that we can keep the clean sheet, so that makes me proud.”

Dari kondisi seimbang menuju dua gol setelah jeda

Newcastle sempat menahan ritme di awal laga. Meski mereka juga pernah mengalahkan Spurs pada musim lalu, ada sejumlah pertandingan ketika tim tandang seperti kehilangan tenaga ketika situasi berubah.

Catatan tandang Newcastle pada awal musim juga tidak sepenuhnya meyakinkan: mereka hanya menang empat kali dari 19 pertandingan liga di luar kandang. Selain itu, sejak bulan Maret mereka belum pernah mencatat satu pun clean sheet, baik saat bermain kandang maupun tandang.

Karena itu, saat berangkat dari awal pertandingan dengan skor yang level, Newcastle punya ruang untuk merapikan rencana di sela jeda. Setelah turun minum, mereka disebut tampil lebih agresif dan langsung membongkar Spurs secara klinis.

Kunci perubahan itu tercermin dari statistik: Newcastle “clinically took Spurs apart with their only two shots on target.” Dari dua peluang yang mengarah tepat sasaran, keduanya berbuah gol.

Gol pertama lahir dari serangan yang dimulai oleh Gonzalez. Seperti pada fase awal, pemain baru itu melesakkan bola silang jarak jauh dari tengah lapangan, melewati Andy Robertson yang berposisi sebagai bek kiri Spurs.

Amar Dedic kemudian maju untuk melakukan sentuhan pertama sebagai penghubung. Dari situ, bola diarahkan ke Elanga, yang disebut sempat menahan Tonali di kotak penalti sebelum melepaskan tembakan dan membuat bola masuk “off the post” ke gawang.

Gonzalez menjelaskan bahwa momen tersebut merupakan bagian dari diskusi sebelum pertandingan. “It is something that I spoke about with the coach, even before the game,” katanya.

Ia menambahkan, “He wanted me to see these kind of balls and I tried a few in the first half and the second half, and we scored.”

Menurutnya, keberhasilan itu membuat tim ingin mempertahankan pola. “In the second half we said, ‘we have to keep doing this’ because it is really hard to defend players like Amar, a full-back that comes this fast from behind. Normally wingers don’t defend these kind of balls very well.”

Gonzalez lalu berharap dampaknya berlanjut pada gol-gol berikutnya: “It’s something that we have to keep doing and I hope it gives us many more goals this season.”

Gol kedua datang tak kalah elegan, lahir dari situasi bola mati. Corner Sean Steur disundul jatuh oleh pemain pengganti Nick Woltemade, lalu Wissa menyelesaikannya dengan sentuhan overhead yang improvisatif sehingga memaksa Newcastle menggandakan keunggulan.

Elanga dan Wissa melanjutkan momentum

Di tengah sorotan untuk para rekrutan baru, cerita yang paling pas justru berasal dari pemain yang pernah mengalami musim awal sulit. Elanga dan Wissa disebut kembali naik level di bawah Jaissle, mengembangkan penampilan yang membaik setelah laga pembuka melawan Liverpool.

Wissa menilai pelatihnya memberi dorongan kuat untuk tampil penuh. “He’s a really dynamic manager so we need to give everything,” ujarnya kepada Sky Sports.

Ia juga memberi pujian langsung terhadap keputusan kebijakan tim. “I think he’s the best signing.”

Kemenangan atas Spurs ini akhirnya menegaskan satu hal: setelah perubahan besar di ruang ganti, Newcastle tidak hanya bertahan, tapi juga mampu mengubah reinvestasi menjadi performa nyata di lapangan.