jurnalistik.co.id – Seorang pria telah didakwa terkait penyerangan terhadap sebuah sinagoge di Manchester pada 2 Oktober 2025, yang menewaskan dua orang. Menurut otoritas penegak hukum, dakwaan tersebut berkaitan dengan kegagalan melaporkan informasi yang berhubungan dengan aktivitas teror.
Pengadilan menyebut identitas terdakwa adalah Hekmat Omar Ali Hakim, 49 tahun, yang tinggal di St James Road, Higher Broughton, Salford. Polisi kontra-terorisme menyatakan Hakim didakwa karena gagal mengungkap informasi terkait aktivitas teror.
Hakim ditahan dan dijadwalkan untuk menghadiri persidangan di Westminster Magistrates’ Court pada Jumat. Penahanan tersebut dilakukan setelah dakwaan diumumkan sebagai bagian dari kelanjutan penyelidikan.
Dalam penjelasan awal, polisi menyebut sudah ada delapan penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan insiden tersebut. Namun, dakwaan terhadap Hakim merupakan yang pertama yang disebut āberkaitan secara langsungā dengan peristiwa pada pagi hari 2 Oktober, ketika dua orang dilaporkan tewas.
Serangan di Heaton Park dan proses penindakan
Insiden terjadi saat Heaton Park Hebrew Congregation diserang. Pelaku yang menyerang disebut bernama Jihad Al-Shamie.
Setelah serangan berlangsung, Jihad Al-Shamie ditembak oleh polisi dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Polisi menempatkan kematian pelaku sebagai bagian dari rangkaian respons terhadap serangan tersebut pada waktu yang sama.
Assistant Chief Constable Rob Potts dari Counter Terrorism Policing North West (CTPNW) menyampaikan bahwa penetapan dakwaan ini dianggap sebagai perkembangan penting. Pernyataannya adalah: “This is a significant development in our investigation, and my thoughts are with all those affected by the attack, particularly the bereaved loved ones and survivors. “We have updated them and continue to offer them as much support as possible. “Since the attack took place, we have been unwavering in our commitment to establishing the full picture behind the incident and identifying anybody who may have been involved in any way.”
Berita Terkait
Rob Potts juga menekankan bahwa pihaknya terus memperbarui informasi kepada pihak-pihak yang terdampak serta memberikan dukungan. Ia menyebut upaya penyelidikan diarahkan untuk mengungkap gambaran utuh di balik insiden dan memastikan identifikasi terhadap siapa pun yang terlibat dengan cara apa pun.
Kaitan dengan putusan sebelumnya
Polisi juga mengaitkan perkembangan dakwaan ini dengan proses hukum yang telah berjalan sebelumnya terkait pelaku lain. Pada Juli, Mohammad Bashir, 31, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup untuk rencana serangan yang melibatkan penyerang sinagoge Manchester.
Dalam putusan tersebut, Bashir menerima minimum masa penahanan selama 17 tahun. Penyelidikan menjelaskan bahwa Bashir diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan militer bersama dengan penyerang sinagoge di Manchester.
Rangkaian fakta yang disampaikan menyebut Bashir membawa temannya, Jihad Al-Shamie, dalam perjalanan pulang-pergi selama 10 jam. Perjalanan itu dilakukan untuk melakukan hostile reconnaissance di Defence Academy Inggris yang berada di Shrivenham, Oxfordshire, pada 14 Agustus 2025.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam pemberitaan, beberapa minggu setelah perjalanan tersebut, Al-Shamie kemudian ditembak mati oleh polisi setelah melaksanakan serangan di sinagoge Heaton Park. Informasi ini ditempatkan sebagai konteks hubungan antara persiapan yang dilaporkan dan eksekusi serangan.
Dengan demikian, dakwaan yang menarget Hakim menambah tahap baru pada penanganan kasus. Polisi menyatakan dakwaan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan upaya membangun pemahaman menyeluruh mengenai keterlibatan pihak-pihak yang mungkin mengetahui atau memiliki informasi terkait aktivitas teror.
Adapun jadwal persidangan bagi terdakwa telah ditetapkan pada Jumat di Westminster Magistrates’ Court, dengan Hakim tetap dalam tahanan. Sementara itu, penyidik menyebut jumlah penangkapan yang telah dilakukan sejauh ini mencapai delapan orang, dengan dakwaan terhadap Hakim menjadi yang pertama yang disebut secara langsung menyasar peristiwa pada pagi 2 Oktober.
Langkah dakwaan ini diharapkan dapat memperjelas bagian-bagian yang masih ditelusuri dalam investigasi, termasuk memastikan siapa saja yang mungkin mempunyai informasi atau peran dalam rangkaian kejadian sebelum serangan terjadi. Hingga proses pengadilan berjalan, rincian persidangan akan ditentukan lebih lanjut melalui tahapan hukum yang berlaku.












