Olahraga

Paruh Pertama Kanada Vs Maroko 0-0, Duel 16 Besar Tetap Ketat

×

Paruh Pertama Kanada Vs Maroko 0-0, Duel 16 Besar Tetap Ketat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hasil HT Kanada Vs Maroko 0-0: Sama Kuat di Separuh Laga

jurnalistik.co.id – Babak pertama duel Kanada melawan Maroko di 16 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan skor 0-0. Pertandingan berlangsung di Stadion Houston, Amerika Serikat, pada Sabtu (4/7/2026), dengan kick off pukul 00.00 WIB.

Secara umum, jalannya pertandingan relatif berimbang, meski kedua tim sama-sama tampil dengan intensitas tinggi. Di sektor tengah, duel kedua tim kerap berlangsung ketat dan memunculkan rebutan bola yang cepat.

Statistik yang dikutip dari Fotmob menunjukkan Maroko lebih unggul dalam penguasaan bola, yakni 67 persen dibanding 33 persen milik Kanada. Namun, penguasaan itu tidak serta-merta mengubah ritme serangan karena Kanada tetap menumpuk tekanan, terutama lewat upaya yang datang dari sisi-sisi serangannya.

Dalam catatan yang sama, jumlah serangan Kanada tercatat lebih banyak dibanding Maroko, yakni empat berbanding satu. Perbedaan angka tersebut menggambarkan bahwa meski Maroko lebih sering memegang bola, Kanada lebih agresif saat membangun peluang.

Momen awal pertandingan menjadi sinyal bahwa laga akan berjalan dinamis. Kanada langsung mencoba mengambil inisiatif serangan, dan peluang pertama datang pada menit ke-5 melalui Stepen Eustaquio.

Sepakannya masih bisa ditepis Yassine Bounou. Setelah itu, Maroko mulai mengambil alur permainan dan meningkatkan penguasaan bola hingga mencapai 68 persen, sementara agresivitas Kanada tetap terlihat hingga sepuluh menit pertama.

Peluang kedua muncul lagi dalam waktu yang tidak jauh berbeda. Pada menit ke-11, Bounou kembali melakukan penyelamatan gemilang setelah menepis sepakan Oluwaseyi.

Menjelang jeda, Maroko menerima pukulan yang cukup menentukan. Striker andalan mereka, Ismael Saibari, mengalami cedera sehingga Rahimi akan menggantikannya di lini depan.

Sampai wasit memberi waktu istirahat untuk jeda minum, gol belum tercipta. Kedua tim masih kesulitan mengubah peluang menjadi gol, sementara pertahanan dan duel-duel di area tengah terus menyulitkan ritme penyerangan.

Setelah turun minum, Kanada menampilkan peningkatan serangan. Upaya yang dibangun mengalir dari Stephen Eustaquio hingga Tajon Buchanan, dengan fokus pada percepatan serangan untuk menembus ruang yang terbuka.

Memasuki menit ke-30, Maroko mulai berani mencoba menusuk pertahanan Kanada. Perubahan ini membuat tempo laga makin rapat, sebab Kanada harus tetap waspada sekaligus menjaga agar serangan balik tidak memberi ruang bagi lawan.

Babak pertama juga berlangsung keras, dan hal itu terlihat dari kartu yang dikeluarkan wasit. Total lima kartu kuning tercatat pada paruh pertama, dengan rincian dua untuk Kanada dan tiga untuk Maroko.

Hasil akhir babak pertama 0-0 membuat duel ini tetap ketat menjelang paruh kedua. Bagi Kanada, pertandingan ini juga menghadirkan catatan bersejarah karena ini menjadi kali pertama mereka lolos hingga babak ketiga di panggung Piala Dunia 2026.

Dengan skor kacamata bertahan sampai turun minum, jalannya laga menunjukkan bahwa kedua tim sama-sama menemukan cara untuk meredam satu sama lain. Kanada memiliki momentum serangan yang lebih banyak, sedangkan Maroko unggul dalam penguasaan bola, sehingga perbedaan itu kemungkinan besar akan menjadi penentu dalam lanjutan pertandingan.

Meski skor masih sama kuat, permainan memperlihatkan dua pola yang saling berebut ruang. Kanada cenderung menaikkan intensitas ketika bola berada di area serang, sementara Maroko lebih sabar dalam mengatur ritme agar setiap serangan tidak mudah dipatahkan. Ketegangan ini terutama terasa lewat duel-duel cepat di tengah lapangan yang membuat transisi berjalan tidak lama.

Menjelang jeda, tensi pertandingan juga meningkat karena perubahan komposisi dari pihak Maroko. Cedera yang dialami Ismael Saibari membuat Rahimi turun sebagai pengganti di lini depan, sehingga skema serangan Maroko tetap mencoba mencari celah meski peluang belum benar-benar berbuah gol. Setelah istirahat, tempo serangan Kanada kembali menonjol lewat rangkaian upaya dari lini tengah hingga sayap.

Di sisi lain, disiplin pemain menjadi salah satu faktor yang menegaskan kerasnya babak pertama. Total lima kartu kuning tercatat, dengan dua untuk Kanada dan tiga untuk Maroko, yang menggambarkan duel berjalan intens namun tetap terkendali. Dengan kondisi itu, hasil 0-0 menjaga laga tetap terbuka untuk menentukan siapa yang lebih efektif ketika memasuki babak berikutnya, sekaligus menegaskan catatan bersejarah Kanada yang untuk pertama kalinya menembus babak ketiga Piala Dunia 2026.