jurnalistik.co.id – Timnas Paraguay menghadapi Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan rencana yang lebih menitikberatkan soliditas pertahanan. Di sisi lain, Prancis melakukan penyesuaian pada susunan pemain karena kehilangan Aurelien Tchouaméni.
Pertandingan tersebut dimainkan pada Minggu, 5 Juli 2026, pukul 04.00 WIB, di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat. Pemenang laga ini dijadwalkan bertemu Maroko pada perempat final yang berlangsung di Boston pada 10 Juli mendatang.
Perubahan di kubu Prancis
Pelatih Didier Deschamps membuat satu perubahan pada komposisi tim saat menghadapi Paraguay. Gelandang Manu Koné diturunkan sebagai pengganti Aurelien Tchouaméni yang harus absen akibat cedera paha.
Media Prancis, L’Equipe, melaporkan bahwa Tchouaméni mengalami cedera paha sehingga tidak masuk skuad untuk laga di Philadelphia. Dengan demikian, Deschamps mempercayakan peran di lini tengah kepada Koné sejak awal pertandingan.
Koné akan berduet dengan Adrien Rabiot di poros tengah. Pola serangan Prancis tetap bertumpu pada kuartet penyerang yang terdiri dari Ousmane Dembélé, Michael Olise, Bradley Barcola, serta kapten tim Kylian Mbappé.
Deschamps juga mempertahankan mayoritas nama yang dimainkan pada laga sebelumnya yang berakhir impresif saat menaklukkan Swedia dengan skor 3-0 pada babak 32 besar. Penyesuaian yang dilakukan lebih bersifat spesifik akibat kondisi pemain, tanpa mengubah kerangka besar permainan.
Susunan pemain Prancis (4-2-3-1) menempatkan Mike Maignan sebagai penjaga gawang. Di lini belakang, Jules Koundé, Dayot Upamecano, William Saliba, dan Lucas Digne mengisi formasi empat pemain.
Berita Terkait
Sementara itu, Manu Koné dan Adrien Rabiot menjadi penyangga di lini tengah. Di belakang ujung serangan, Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Bradley Barcola mengisi area ofensif, sebelum Kylian Mbappé memimpin sebagai penyerang utama sekaligus kapten.
Pendekatan lebih defensif Paraguay
Paraguay memilih pendekatan yang lebih defensif melalui formasi 5-3-2. Pelatih Gustavo Alfaro menurunkan Julio Enciso sebagai ujung tombak tunggal untuk mengarah sekaligus memberi tekanan ketika Prancis menguasai bola.
Skema Paraguay juga mengandalkan Miguel Almiron untuk membangun serangan dari sektor sayap. Dari belakang, kapten Gustavo Gomez memimpin lini bertahan bersama Omar Alderete dan Gustavo Velazquez untuk menjaga kedalaman serta menutup ruang di area berbahaya.
Susunan pemain Paraguay dipimpin Orlando Gill di bawah mistar. Di barisan pertahanan lima orang, Juan Jose Caceres, Gustavo Gomez (kapten), Gustavo Velazquez, Omar Alderete, serta Junior Alonso ditempatkan untuk mengamankan permainan.
Lini tengah Paraguay diisi Miguel Almiron, Diego Gomez, Andres Cubas, dan Matias Galarza. Dengan konfigurasi tersebut, Paraguay dapat menjaga keseimbangan antara momen bertahan dan transisi cepat saat merebut bola dari Prancis.
Di depan, Julio Enciso menjadi poros yang diharapkan mengeksekusi peluang serta menjadi titik acuan serangan. Peran ini membuat Paraguay tidak hanya fokus meredam, tetapi juga siap mengubah intensitas permainan ketika kesempatan datang.
Secara keseluruhan, laga ini mempertemukan dua rencana berbeda: Prancis tetap mengandalkan struktur menyerang dengan penyesuaian satu nama di lini tengah, sedangkan Paraguay tampil lebih hati-hati melalui formasi 5-3-2. Perubahan karena cedera Tchouaméni memberi Koné peluang menjadi starter, sementara Paraguay menyiapkan blok pertahanan yang lebih rapat demi meredam variasi serangan Prancis.
Pertemuan Paraguay vs Prancis pun menjadi ajang untuk melihat bagaimana Deschamps merespons ruang yang ditawarkan oleh skema defensif lawan. Bagi Alfaro, konsistensi lini belakang dan ketajaman transisi akan menentukan apakah Paraguay mampu memanfaatkan momen-momen yang muncul sepanjang pertandingan.












