jurnalistik.co.id – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas Ops Damai Cartenz) menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial YM. Pria tersebut diketahui merupakan anak buah dari pimpinan KKB Jeki Murib yang terlibat langsung dalam aksi penembakan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia, Simon Mulia, hingga meninggal dunia.
YM berhasil ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Pasar Kagi, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Sabtu (6/6/2026) pagi. Setelah diciduk, pelaku dibawa ke markas polres setempat untuk menjalani proses pemeriksaan serta dimintai keterangan lebih lanjut.
Dari hasil interogasi awal, YM mengakui secara terbuka bahwa dirinya terlibat aktif dalam aksi penembakan maut yang terjadi di kawasan Grasberg pada 11 Maret 2026. Pengakuan itu disampaikan setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap YM setelah penangkapan.
Dalam pelaksanaan aksinya, YM disebut memiliki peranan khusus untuk memantau pergerakan aparat keamanan maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Pemantauan tersebut dilakukan menggunakan alat bantu teropong.
Kasatgas Gakkum ODC, Kombes IGG Era Adhinata, menyampaikan konfirmasi resmi terkait peran YM. “YM masih dilakukan pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut di Satreskrim Polres Puncak oleh personel Satgas Gakkum unit Puncak. Adapun peranan pelaku yakni melakukan pemantauan pergerakan menggunakan teropong,” ujar Kombes IGG Era Adhinata.
Sementara itu, eksekusi penembakan disebut dilakukan langsung oleh Jeki Murib bersama para pelaku lainnya. Dengan demikian, YM berposisi sebagai pihak yang melakukan pemantauan sebelum penembakan dilakukan oleh kelompok pelaku lain di lapangan.
Berdasarkan data pihak kepolisian, penembakan keji tersebut tepatnya terjadi di Area Ngapua Reklamasi Enviro Bunaken Grasberg, Distrik Tembagapura, di kawasan Mile 50. Pada malam kejadian, korban Simon Mulia sedang mengendarai kendaraan operasional jenis pick-up bersama seorang saksi kunci yang berinisial AM.
Dalam peristiwa tersebut, Simon Mulia mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian setelah menderita luka tembak parah. Luka tembak itu menembus bagian depan telinga sebelah kanan dan keluar di bagian bawah telinga sebelah kiri.
Pergerakan KKB wilayah Kepala Air Kodap III Ilaga yang berada di bawah komando Jeki Murib disebut sudah terendus berada di kawasan Tembagapura sejak Desember 2025. Saat itu, tujuan awal kelompok bersenjata tersebut dikaitkan dengan aktivitas pendulangan emas.
Namun di sela-sela aktivitasnya, kelompok bersenjata itu justru melakukan tindakan kriminal di luar batas, termasuk pembunuhan serta aksi pencurian senjata api milik aparat di wilayah Mile 50. Setelah melancarkan aksi kejahatan di Mile 50, kelompok tersebut kemudian melakukan mobilisasi atau pergeseran pasukan dari arah Tembagapura menuju ke Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.
Perjalanan pelarian kelompok itu melewati jalur Grasberg hingga akhirnya menembus ke wilayah Kepala Air Distrik Omukia. Tepat setibanya di kawasan Grasberg, anggota kelompok melihat keberadaan dua orang karyawan PT Freeport Indonesia yang sedang melintas, lalu tanpa ampun langsung melepaskan tembakan peluru panas ke arah korban.
Penangkapan YM menjadi bagian dari upaya penegakan hukum pascapenindakan terhadap pelaku di lapangan. YM kini masih dalam tahap pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut oleh personel Satgas Gakkum unit Puncak di Satreskrim Polres Puncak.
Usai penangkapan, YM menjalani pemeriksaan mendalam oleh personel Satgas Gakkum unit Puncak di Satreskrim Polres Puncak. Proses pendalaman itu diarahkan untuk memastikan kembali rangkaian kejadian pada 11 Maret 2026, sekaligus menguji kesesuaian pengakuan pelaku dengan fakta yang terungkap pada saat penindakan di lapangan.
Menurut konfirmasi aparat, penembakan diposisikan sebagai aksi yang dilakukan langsung oleh Jeki Murib bersama pelaku lainnya, sedangkan YM bertindak pada tahap pengamatan. Ia diduga berada di sekitar lokasi kejadian untuk mengikuti pergerakan aparat maupun masyarakat, dan melakukan pemantauan menggunakan teropong sebelum tembakan maut dilepaskan oleh kelompok pelaku di area tersebut.












