Peristiwa

GKK 2026 Diwarnai 47 Tim, Digelar di Jalan Jhon Aryo Katili Gorontalo

×

GKK 2026 Diwarnai 47 Tim, Digelar di Jalan Jhon Aryo Katili Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 47 Tim Meriahkan Gorontalo Karnaval Karawo 2026

jurnalistik.co.id – Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 berlangsung meriah di Jalan Jhon Aryo Katili, Kota Gorontalo, pada Sabtu 12 September 2026. Perhelatan ini diikuti 47 tim dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Gorontalo, instansi vertikal, serta pihak swasta.

Sepanjang jalur acara, ribuan warga terlihat memadati area penampilan peserta, mulai dari depan GPCC hingga persimpangan Masjid Kecamatan Kota Utara. Antusiasme masyarakat tampak ketika peserta bergantian menampilkan karya dan kostum karnaval yang telah disiapkan untuk menyemarakkan acara budaya tersebut.

Pembukaan GKK 2026 diawali penampilan tiga peserta eksebisi. Mereka berasal dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, International Society for Krishna Consiousness (ISKCON), serta Runners Gorontalo.

Dalam rangkaian karnaval, sulaman karawo menghiasi kostum yang digunakan oleh seluruh peserta. Mengusung tema alat musik tradisional Gorontalo, setiap balutan karawo pada kostum menjadi penanda identitas yang ditampilkan saat peserta menjalankan arak-arakan di sepanjang lokasi kegiatan.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan bahwa karawo bukan hanya keindahan karya, melainkan juga memiliki nilai budaya dan aspek sosiologis bagi masyarakat. Ia menegaskan, karawo kini telah berkembang menjadi aset pariwisata dan ekonomi kreatif yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai perhelatan ke-13, GKK 2026 diselenggarakan Pemerintah Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Dekranasda Gorontalo. Dalam tiap penyelenggaraan, penyelenggara terus melakukan perbaikan agar event tahunan ini semakin menarik minat wisatawan dan dapat dinikmati lebih luas oleh publik.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menjelaskan sejumlah perubahan dan inovasi yang hadir pada GKK 2026. Menurutnya, upaya pembaruan dilakukan dari tahun ke tahun, termasuk menghadirkan kegiatan mokarawo kolosal yang diikuti 500 pelajar.

Selain mokarawo kolosal, GKK 2026 juga menampilkan pertunjukan musik etnik, festival kuliner, serta pameran produk UMKM. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman penonton dan memperlihatkan bahwa karawo dapat berkelindan dengan berbagai kegiatan kreatif di ruang publik.

Sultan juga menyebutkan bahwa pelaksanaan GKK bertujuan melestarikan sekaligus memperkuat karawo sebagai warisan budaya dan identitas Gorontalo. Di sisi lain, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan melalui event budaya yang kreatif dan berkelanjutan.

Pada pembukaan, pertunjukan musik etnik polopalo ikut ditampilkan oleh para pelajar. Penampilan tersebut memperkuat nuansa karnaval, sekaligus menegaskan keterlibatan generasi muda dalam pelestarian nilai budaya melalui kesenian dan karya yang mereka tampilkan langsung di lokasi acara.

Dalam kesempatan yang sama, Sultan menyampaikan rasa syukur karena GKK 2026 turut disaksikan turis mancanegara. Ia mengatakan, “Alhamdulillah hari ini ada turis mancanegara dari Itali dan Perancis yang menyaksikan GKK. Mereka sebelumnya juga telah berkunjung ke destinasi wisata hiu paus,”

Dengan demikian, GKK 2026 tidak hanya menjadi ruang perayaan karawo, tetapi juga memperlihatkan peran seni tradisional dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui berbagai agenda yang disiapkan, event ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman budaya yang bermakna bagi warga maupun pengunjung, sekaligus menjaga keberlanjutan karawo sebagai identitas Gorontalo.

Kegiatan ini juga menegaskan kolaborasi lintas pihak dalam menyelenggarakan budaya Gorontalo. Keberagaman peserta dari OPD Pemprov, instansi vertikal, hingga pihak swasta ikut memberi warna pada jalannya arak-arakan, sehingga suasana karnaval terasa meriah dan berjalan bersama-sama di ruang publik.

Dalam pelaksanaan rangkaian, karawo yang menjadi identitas utama peserta tampil bukan sekadar sebagai ornamen, melainkan hadir sebagai bagian dari narasi budaya yang dibawa saat arak-arakan berlangsung. Tema yang menempatkan alat musik tradisional Gorontalo sebagai acuan ikut memperkuat hubungan antara kesenian, penampilan, dan upaya pelestarian nilai-nilai lokal.

Antusiasme penonton terlihat sejalan dengan beragamnya agenda yang disajikan sepanjang acara, mulai dari musik etnik hingga kegiatan yang beririsan dengan kreativitas masyarakat seperti festival kuliner dan pameran UMKM. Kehadiran turis mancanegara dari Italia dan Perancis juga memperluas jangkauan pengalaman yang disajikan GKK 2026 bagi pengunjung yang datang untuk menyaksikan langsung suasana budaya di Gorontalo.