Internasional

Apartemen Dayana Yastremska di Odesa Hancur Diserang Kalibr, yang Tersisa Towel Roland Garros

×

Apartemen Dayana Yastremska di Odesa Hancur Diserang Kalibr, yang Tersisa Towel Roland Garros

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ukraine tennis player's apartment destroyed in Russian strike

jurnalistik.co.id – Petenis Ukraina Dayana Yastremska mengatakan apartemen keluarganya di Odesa hancur akibat serangan udara Rusia, yang menurutnya menghantam bangunan itu secara langsung.

Dalam unggahan di media sosial, atlet berusia 26 tahun itu menulis bahwa rudal jelajah Kalibr menjadi penyebab utama kerusakan yang dialami keluarga mereka di pelabuhan Laut Hitam tersebut.

Yastremska menampilkan foto bangunan tempat tinggal bertingkat yang terbakar setelah serangan, disertai kutipan yang menggambarkan dampak “direct hit” dari rudal. Ia menyebut, “This is what the ‘Russian world’ looks like. A direct hit by a Kalibr cruise missile,” sembari mengaitkan peristiwa itu dengan pengalaman yang ia lihat langsung dari lokasi.

Ia kemudian menambahkan kalimat yang menyorot kontras antara kehancuran dan satu-satunya benda yang tampak tersisa, yaitu: “The only thing that survived was a Roland Garros… towel.”

Gambar yang ia bagikan memperlihatkan handuk oranye bergaya khas Roland Garros yang disebutnya menggantung dari reruntuhan apartemen. Yastremska memperlakukan handuk tersebut sebagai simbol, karena benda itu—yang terkait turnamen tenis bergengsi di Paris—menjadi satu dari sedikit barang yang tidak musnah di tengah kerusakan.

“A piece of world tennis survived a Russian missile. Our home did not,” tulisnya dalam unggahan lain di Instagram, di mana ia juga menyatakan bahwa rudal Rusia menghancurkan apartemen mereka di Odesa.

Dalam konteks serangan, Yastremska juga menyertakan penandaan terhadap organisasi penyelenggara dan pengelola tenis tingkat internasional, termasuk WTA dan ITF, sambil mengajak audiens “melihat gambar-gambar itu melalui mata kami.”

Pejabat wilayah Odesa, Oleh Kiper, menyampaikan bahwa serangan rudal dan drone yang terjadi pada Jumat malam mengakibatkan korban. Ia menyebut 37 orang mengalami cedera, termasuk seorang bayi, serta dua orang dilaporkan hilang.

Kiper menyebut insiden tersebut berlangsung tidak hanya di Odesa, tetapi juga di kawasan Chornomorsk yang berdekatan. Informasi tentang korban dan status dua orang yang belum ditemukan menjadi bagian dari pembaruan yang diumumkan setelah serangan.

Peristiwa serupa juga pernah menimpa atlet-atlet Ukraina sejak dimulainya invasi berskala penuh pada 2022. Yastremska menyebut bahwa ini bukan kali pertama rumah orang-orang olahraga terkena dampak serangan.

Contoh yang disebut adalah pernyataan pemain sepak bola internasional Ukraina Heorhiy Sudakov pada tahun lalu, yang mengatakan apartemennya di Kyiv mengalami kerusakan berat akibat serangan drone saat istri dan anaknya berada di rumah.

Karier Yastremska sendiri juga pernah menorehkan capaian penting. Pada 2024, ia mencapai babak semifinal Australian Open, sebelum kini tercatat berada di peringkat ke-113 dunia pada tunggal putri.

Tahun ini ia juga tampil di US Open di New York, tetapi berhenti di babak pertama. Meski begitu, kabar yang beredar belakangan berfokus pada kondisi keluarganya setelah serangan di Odesa.

Serangan dan pesan simbolis

Melalui kata-kata yang ia tulis, Yastremska berupaya menegaskan jarak antara kehancuran fisik dan keberadaan satu benda yang selamat. Handuk Roland Garros yang ia sebut “tersisa” menjadi elemen paling menonjol dalam foto reruntuhan.

Di tengah kerusakan pada rumahnya, ia menilai bahwa yang hidup hanya meninggalkan jejak simbolik—bukan tempat tinggalnya. Dengan demikian, pesan yang ia sampaikan bukan semata laporan kerugian, tetapi juga pembacaan emosional terhadap peristiwa yang menimpa keluarganya.

Dampak pada warga

Pernyataan pejabat daerah memperlihatkan bahwa insiden itu membawa akibat langsung bagi warga sipil. Penyebutan 37 korban cedera—termasuk bayi—serta dua orang yang hilang menempatkan serangan tersebut sebagai peristiwa berisiko tinggi, yang memerlukan perhatian pada pemulihan dan pencarian.

Dalam narasi yang sama, Yastremska memadukan laporan dari sudut pandangnya sebagai korban dengan kutipan yang menggambarkan “direct hit” dari rudal Kalibr. Ia kemudian menautkan peristiwa itu pada simbol dunia tenis yang, menurutnya, tetap bertahan di antara puing.

Sejauh ini, kabar yang ia bagikan menjadi salah satu gambaran personal mengenai dampak serangan di Odesa, sementara informasi mengenai jumlah cedera dan status pihak yang hilang terus menjadi rujukan pembaruan setelah serangan rudal dan drone pada Jumat malam.