Peristiwa

Kebakaran Lahan di Lombongo, Polisi Tegaskan Api Tak Menuju Permukiman

×

Kebakaran Lahan di Lombongo, Polisi Tegaskan Api Tak Menuju Permukiman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Lahan di Lombongo, Polisi Pastikan Api Tak Mengarah ke Permukiman

jurnalistik.co.id – Tim gabungan penanganan kebakaran lahan di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, bergerak sejak peristiwa pertama kali terpantau pada Jumat (11/9/2026). Polda Gorontalo melalui Dit Samapta menyampaikan bahwa pihaknya memastikan api tidak mengarah ke permukiman warga.

Kapten informasi yang dihimpun dari proses di lapangan menyebut kebakaran pertama kali terlihat sekitar pukul 09.04 WITA. Saat itu, lokasi kejadian berada di area kawasan atas gunung yang ditumbuhi rumput liar serta semak-semak.

Lahan yang terbakar juga memperlihatkan adanya bambu, pepohonan, dan dedaunan kering. Karakter vegetasi tersebut membuat penyebaran api berpotensi berlangsung cepat, terutama ketika angin dan panas mendukung proses pembakaran.

Koordinasi dan upaya pemadaman di lokasi

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bone Bolango pada pukul 14.05 WITA meminta bantuan satu unit kendaraan taktis Karhutla milik Dit Samapta Polda Gorontalo. Bantuan itu kemudian menjadi bagian dari penguatan respons di lapangan.

Personel Dit Samapta tiba di lokasi pada pukul 16.34 WITA. Setelah kedatangan, tim langsung berkoordinasi dengan Polsek Suwawa, Polres Bone Bolango, Damkar Bone Bolango, serta masyarakat setempat.

Koordinasi difokuskan pada pemadaman dan pengamanan di sekitar area kebakaran, mengingat kondisi medan dan akses menuju titik api tidak mudah. Tim melakukan penyesuaian rute serta strategi penanganan mengikuti kontur medan.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah hambatan. Medan yang curam dan akses jalan yang sempit menjadi kendala dalam upaya mendekat dan menjangkau keseluruhan area terdampak.

Dalam pelaksanaannya, tim berhasil memadamkan sejumlah titik api yang dapat dijangkau. Namun, terdapat beberapa titik api di bagian atas gunung yang sempat tidak bisa diakses karena keterbatasan kondisi geografis.

Pemantauan hingga pendinginan dan pemeriksaan akhir

Meski tidak semua titik api segera dijangkau pada fase awal, tim tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk mencegah kemunculan titik baru. Upaya diteruskan hingga proses pendinginan dan pemeriksaan akhir dilakukan secara bertahap.

Penanganan tidak berhenti pada tahap pemadaman saja. Tim memastikan area yang terdampak mengalami pendinginan serta pengecekan akhir untuk mengurangi risiko api menyala kembali.

Dalam evaluasi penanganan, Polda Gorontalo menegaskan tidak ditemukan titik api yang mengarah ke permukiman warga. Pernyataan ini disampaikan sebagai hasil dari rangkaian pemantauan selama proses pemadaman, pendinginan, hingga pemeriksaan akhir.

Keterlibatan personel dan pimpinan lapangan

Penanganan kebakaran lahan tersebut melibatkan 29 personel Dit Samapta Polda Gorontalo, 7 personel Polres Bone Bolango, 3 personel Polsek Suwawa, dan 10 personel Damkar Bone Bolango. Selain unsur tersebut, aparat Desa Lombongo juga ikut dalam rangkaian dukungan di lapangan.

Dir Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., memimpin sekaligus mengawasi proses penanganan kebakaran. Pengawasan langsung dilakukan untuk memastikan koordinasi berjalan serta tahapan pemadaman dan pengamanan sesuai kebutuhan di lokasi.

Rangkaian kerja lapangan kemudian ditutup setelah seluruh tahap pemadaman, pendinginan, dan pemeriksaan selesai. Penanganan dinyatakan berakhir pada pukul 23.29 WITA.

Setelah dinyatakan selesai, seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing dalam kondisi aman. Polda Gorontalo juga melaporkan bahwa sarana dan prasarana yang digunakan selama penanganan berada dalam kondisi baik.

Dengan berakhirnya penanganan pada jam tersebut, fokus selanjutnya berada pada pengawasan lanjutan yang diperlukan di area terdampak sesuai hasil pemeriksaan. Pihak kepolisian menegaskan kembali bahwa dari rangkaian pemantauan yang dilakukan, tidak terdapat indikasi api bergerak menuju permukiman.