Internasional

PM Andy Burnham: Pemerintah Inggris menilai Iran terlibat insiden di RAF Fairford

×

PM Andy Burnham: Pemerintah Inggris menilai Iran terlibat insiden di RAF Fairford

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan pemerintahannya memiliki keyakinan bahwa Iran berperan dalam insiden yang terjadi di RAF Fairford. Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah lima tersangka dilepas dengan ketentuan jaminan yang menurutnya merupakan yang paling ketat.

Burnham menyatakan kepada BBC bahwa “There are strong indications that Iran played a part in what happened over the weekend at RAF Fairford,” seraya menambahkan bahwa ia tidak memberikan rincian lanjutan. Ia juga menekankan bahwa pemerintah memandang insiden tersebut berada dalam konteks penyelidikan yang masih berjalan.

Teheran, menurut laporan tersebut, telah membantah keterlibatan apa pun. Penyangkalan itu disampaikan “strongly denied any involvement,” yang sekaligus menjadi latar respons pemerintah Inggris terhadap tuduhan yang berkembang.

Ucapannya datang setelah terungkap bahwa salah satu dari lima pria yang dimaksud melakukan panggilan darurat 999 sendiri sebelum mereka ditangkap. Perihal panggilan tersebut ikut memicu pertanyaan publik mengenai proses penegakan hukum dan langkah berikutnya setelah penangkapan.

Poin yang kembali menjadi sorotan adalah keputusan pembebasan dengan jaminan. Presiden Donald Trump secara terbuka mempertanyakan keputusan itu, sementara Burnham merespons dengan menegaskan sifat pembebasan yang, menurutnya, tidak sama dengan yang dibayangkan banyak orang.

Ketika berbicara di Gedung Putih pada Senin, Trump mengatakan, “I will tell you, I would have said, ‘don’t let them have bail’. I’m surprised that they released them. I wouldn’t have done that.”

Menanggapi kritik tersebut, Burnham menyatakan, “I think people need to understand that when it says released – that isn’t as people might think. It’s obviously with the strictest possible bail conditions.” Ia melanjutkan, “The authorities have this under the strongest grip and closest control, and I can assure you of that.”

Dalam perkembangan terpisah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga menyebut adanya keterlibatan pihak asing. Rubio mengatakan pada Senin bahwa insiden di RAF Fairford “clearly involves the hands of a foreign actor”.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Senin, Rubio menambahkan, “I think it ties us to the reality here, and that is we are dealing with elements in the world, and in the case of Iran, for example, who have openly threatened to attack American interests globally”. Pernyataan itu mengaitkan situasi dengan ancaman yang, menurut Rubio, telah disampaikan dalam konteks kepentingan Amerika secara global.

Burnham menyebut pemerintah telah berkomunikasi dengan mitra di Amerika Serikat sepanjang pekan. Ia mengatakan mereka membahas apa yang terjadi dan bagaimana penanganan dilakukan, serta menegaskan, “I have complete confidence in the way British security services are handling this”.

Menurut Burnham, pemerintahannya akan menambah penjelasan kemudian, namun ia menyampaikan keyakinan awal yang sama. Ia mengatakan kepada BBC, “We will say more in due course but we can confirm our belief that we believe Iran to have played a part,” sebelum menambahkan bahwa prosesnya merupakan penyelidikan polisi yang kompleks dan masih berlangsung: “Of course it remains an ongoing, complex and serious police investigation, and of course we are working closely with our colleagues in the United States of America,”.

Penangkapan, keputusan pembebasan, dan temuan di lokasi

Laporan tersebut menyebut lima pria ditangkap pada dini hari Minggu setelah polisi menerima laporan mengenai “three suspicious vehicles” di Whelford, sebuah desa yang berada tepat di sebelah timur pangkalan. Dari lima tersangka, semuanya merupakan warga negara Inggris dengan usia antara 23 hingga 25 tahun.

Rinciannya, empat orang tinggal di Westminster dan satu orang di Camden. Pemeriksaan terhadap rumah para tersangka kemudian dinyatakan telah selesai.

Setelah penangkapan, mereka dibebaskan dengan jaminan. Polisi menggambarkan keputusan itu sebagai “an investigative decision” yang “grounded in experience and strategy.” Dalam penggeledahan yang dilakukan atas kendaraan yang terkait, polisi menyatakan menemukan sejumlah bensin, namun tidak menemukan perangkat peledak.

Insiden terjadi di RAF Fairford, yang menurut laporan juga telah digunakan sebagai forward operating location oleh Angkatan Udara Amerika selama puluhan tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, pesawat pembom AS dilaporkan lepas landas dari pangkalan tersebut menuju kawasan Timur Tengah, setelah Inggris menyetujui permintaan AS untuk menggunakan fasilitas itu bagi apa yang disebut sebagai defensive strikes terkait Iran.

Dalam pernyataan bulan Juli, Iran menyampaikan bahwa “any base used for aggression against Iranian territory constitutes a legitimate target for our forces”. Namun, perwakilan Iran di London lewat kedutaan disebut menolak keterkaitan insiden terbaru dengan pernyataan tersebut. Kedutaan itu mengatakan “categorically rejects and strongly condemns” adanya “unfounded and malicious speculations” yang mengaitkan Iran dengan kejadian terakhir.

Di tengah perbedaan sikap, komentar Burnham menegaskan bahwa klaim keterlibatan Iran dipandang sebagai bagian dari penilaian intelijen dan rangkaian proses penyelidikan yang, menurutnya, berada dalam kontrol ketat otoritas Inggris serta berlangsung dengan koordinasi bersama pihak Amerika Serikat.