Peristiwa

Dit Samapta Polda Gorontalo Tuntaskan Karhutlah di Lereng Gunung Suka Damai, Bone Bolango

×

Dit Samapta Polda Gorontalo Tuntaskan Karhutlah di Lereng Gunung Suka Damai, Bone Bolango

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Gunung Suka Damai, Desa Suka Damai, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu (30/9/2026) malam. Peristiwa itu diketahui warga sekitar pukul 16.51 WITA.

Api sempat membesar dan menjalar di area yang ditumbuhi pepohonan, rumput liar, serta dedaunan kering. Titik perambatan berada di tebing dan juga di bagian puncak gunung yang jaraknya tidak jauh dari permukiman warga.

Menanggapi kejadian tersebut, Damkar Bone Bolango mengajukan permintaan bantuan pada pukul 17.05 WITA. Setelah koordinasi dilakukan, Dit Samapta Polda Gorontalo kemudian menerjunkan personel untuk membantu penanganan di lokasi.

Dalam operasi malam itu, Dit Samapta mengirim 27 personel yang dipimpin Kasubdit Dalmas Kompol Reza Hasni, S.I.K. Tim membawa satu unit Rantis D-Max Karhutla, satu unit Rantis AWC, serta satu unit Truck Dalmas untuk mendukung proses pemadaman.

Pemadaman dimulai di medan yang menantang

Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 18.15 WITA. Sesampainya di area kebakaran, langkah awal difokuskan pada pemadaman, pengamanan, serta sterilisasi untuk memastikan kondisi area terkendali.

Operasi dilakukan secara terpadu bersama berbagai unsur. Personel yang terlibat berasal dari Dit Samapta Polda Gorontalo, Damkar Bone Bolango, Polres Bone Bolango, Polsek Bulango, TNI, aparat desa, serta masyarakat setempat.

Dir Samapta Polda Gorontalo, KBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menyampaikan bahwa medan curam menjadi salah satu kendala utama selama pemadaman berlangsung. Kondisi topografi tersebut membuat proses penanganan api harus dilakukan dengan hati-hati dan terkoordinasi.

Meski demikian, kerja sama seluruh unsur tetap dijalankan secara berlapis. Hingga akhirnya, api berhasil dipadamkan pada dua titik sekitar pukul 22.31 WITA.

Setelah pemadaman utama selesai, tim melanjutkan tahapan pendinginan. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali, terutama mengingat material kering di sekitar lokasi.

Tidak ada korban, operasi ditutup

Dalam keterangan yang disampaikan, KBP Satrya menyatakan bahwa api berhasil dipadamkan dan tidak merambat ke permukiman warga. Ia juga menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah api berhasil kita padamkan dan tidak merambat ke permukiman warga. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,” ujar KBP Satrya.

Setelah memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang tersisa, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 23.58 WITA. Dengan berakhirnya tahapan sterilisasi, tim kemudian mengakhiri rangkaian penanganan sesuai hasil pengecekan di lapangan.

Peristiwa ini juga menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Dir Samapta mengimbau masyarakat bersama aparat desa, Polsek, serta Bhabinkamtibmas agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut juga menekankan larangan melakukan pembakaran sembarangan. Tujuannya agar tidak muncul kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada lingkungan maupun keselamatan warga di sekitar area yang berpotensi mudah terbakar.

Koordinasi penanganan berlangsung berurutan sejak bantuan diminta hingga tim diterjunkan ke lokasi. Setelah Dit Samapta Polda Gorontalo menerima permintaan tersebut, personel langsung digerakkan untuk mendukung proses pemadaman, sebelum nantinya langkah di lapangan difokuskan pada penanganan api dan upaya menjaga keselamatan di sekitar area kejadian.

Dalam pelaksanaan di malam hari, operasi berjalan dengan melibatkan banyak unsur secara bersama-sama. Personel dari Dit Samapta Polda Gorontalo, Damkar Bone Bolango, Polres serta Polsek, TNI, aparat desa, termasuk masyarakat setempat bekerja dalam penataan tugas agar api dapat dikendalikan dan area tetap dapat diawasi selama proses berlangsung.

Setelah api berhasil dipadamkan di titik-titik yang terdampak, penanganan tidak berhenti pada pemadaman saja. Tim melanjutkan tahapan pendinginan dan pengecekan berulang untuk menekan risiko bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan, terutama karena kondisi material kering di sekitar lokasi.

Dir Samapta Polda Gorontalo juga menegaskan pentingnya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Imbauan disampaikan kepada masyarakat bersama aparat desa, Polsek, serta Bhabinkamtibmas untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menghindari pembakaran sembarangan, demi mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat membahayakan lingkungan maupun keselamatan warga.