Peristiwa

Kebakaran baterai lithium-ion di Bootle tewaskan Elisha Brabin dan tiga anaknya

×

Kebakaran baterai lithium-ion di Bootle tewaskan Elisha Brabin dan tiga anaknya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lithium-ion battery fire killed Bootle mum and three children

jurnalistik.co.id – Seorang ibu dan tiga anaknya tewas setelah kebakaran melanda sebuah rumah di Bootle, Merseyside. Insiden itu dikaitkan dengan baterai lithium-ion, berdasarkan keterangan layanan pemadam kebakaran setempat.

Elisha Brabin, 36, meninggal bersama anak-anaknya, Leo yang berusia 16 tahun, Ellis (delapan tahun), serta Prudence (tujuh tahun). Keempat korban ditemukan setelah api menyebar di dalam rumah.

Kejadian terjadi pada dini hari 22 September, di Stone Square, Bootle. Menurut pihak layanan pemadam, api “spread rapidly” di dalam bangunan.

Rumah yang terbakar merupakan properti semi-detached. Pada saat kebakaran mencapai puncaknya, tim pemadam tiba dan melakukan penanganan intensif di lokasi.

Merseyside Fire and Rescue Service (MFRS) menyebut total ada enam unit fire engine yang dikerahkan. Pada pukul 03:45 BST pada Selasa pekan lalu, situasi di lokasi berada dalam fase terparah.

Dari penelusuran lanjutan di dalam rumah, MFRS melaporkan ada empat orang yang ditemukan di kamar tidur lantai atas. Mereka dinyatakan “showing no signs of life”.

Setelah insiden, MFRS menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan bersama Merseyside Police. Hasil pemeriksaan tersebut menyatakan kebakaran dipicu oleh peristiwa kelistrikan yang berkaitan dengan baterai lithium-ion.

Baterai jenis ini, menurut penjelasan MFRS, digunakan pada e-bikes dan e-scooters. Temuan ini menjadi dasar penetapan bahwa sumber kebakaran berhubungan dengan baterai lithium-ion tersebut.

MFRS juga menyampaikan pernyataan langsung yang menegaskan risiko nyata yang ditimbulkan baterai lithium-ion. Dalam keterangan resminya, MFRS menyebut: “This tragedy highlights the very real risks posed by lithium-ion batteries, which we confirmed as the source of the fire.”

Dengan adanya penilaian tersebut, fokus investigasi tidak berhenti pada respons darurat, tetapi juga diarahkan pada pemahaman penyebab kebakaran. Proses investigasi bersama kepolisian digunakan untuk menyusun kesimpulan terkait hubungan peristiwa kelistrikan dan baterai.

Kasus ini menjadi perhatian setelah keluarga yang menjadi korban tidak hanya mencakup seorang ibu, melainkan juga tiga anak yang masih berada dalam kelompok usia remaja dan usia sekolah dasar. Rangkaian angka usia—Elisha Brabin (36), Leo (16), Ellis (8), dan Prudence (7)—menunjukkan dampak fatal yang dialami satu keluarga dalam satu peristiwa.

Dalam laporan awal, pihak pemadam menekankan bahwa api menyebar cepat sejak kebakaran terjadi pada dini hari. Kecepatan penyebaran tersebut menjelaskan mengapa respons di lokasi menjadi krusial, termasuk keterlibatan enam fire engine dan operasi pada fase puncak sekitar pukul 03:45 BST.

Hingga berita ini disampaikan, MFRS dan kepolisian tetap mengacu pada hasil penyelidikan sebagai dasar penjelasan awal. Informasi lanjutan, termasuk detail investigasi yang lebih mendalam, akan dipublikasikan kemudian bila tersedia.

Dalam keterangan yang disampaikan setelah kejadian, MFRS menegaskan bahwa penemuan korban terjadi di area kamar tidur lantai atas. Keempatnya dinyatakan tidak menunjukkan tanda kehidupan, dan temuan ini menjadi bagian dari rangkaian penelusuran di dalam rumah untuk memahami bagaimana api berawal serta berkembang.

Selain menangani situasi darurat, layanan pemadam juga menggambarkan dinamika respons di lapangan. Api disebut menyebar dengan cepat sejak kebakaran terjadi pada dini hari, sehingga operasi penanganan berlangsung intensif. Merespons perkembangan tersebut, MFRS melibatkan enam unit fire engine dan menyebut kondisi lokasi berada pada fase terparah sekitar pukul 03:45 BST.

Pasca insiden, penyelidikan dilakukan bersama Merseyside Police untuk merumuskan penjelasan awal mengenai pemicu kebakaran. Hasil pemeriksaan mengarah pada peristiwa kelistrikan yang berkaitan dengan baterai lithium-ion, yang menurut MFRS digunakan pada e-bikes dan e-scooters. Dengan penetapan tersebut, penekanan kemudian diarahkan pada pemahaman penyebab, sekaligus menggarisbawahi bahwa risiko yang ditimbulkan baterai lithium-ion dipandang nyata, sebagaimana juga disampaikan dalam pernyataan resmi.