Hukum & Kriminal

Metropolitan Police Serahkan Berkas Investigasi Kebakaran Grenfell Tower ke CPS

×

Metropolitan Police Serahkan Berkas Investigasi Kebakaran Grenfell Tower ke CPS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Met Police submits Grenfell Tower fire investigation files to CPS

jurnalistik.co.id – Kepolisian Metropolitan (Met) Inggris menyerahkan berkas penyelidikan terakhir terkait kebakaran Grenfell Tower kepada Crown Prosecution Service (CPS). Langkah ini membuka jalan bagi pertimbangan dakwaan terhadap 54 individu dan 20 perusahaan.

Dalam pengajuan tersebut, Met menyatakan pihak-pihak yang ditargetkan mencakup dugaan tindak pidana seperti corporate manslaughter, gross negligence manslaughter, pelanggaran kesehatan dan keselamatan, serta rangkaian perkara terkait penipuan (fraud) dan penipuan terkait. Berkas juga memuat kemungkinan dakwaan atas misconduct in public office.

Met menggambarkan perkara Grenfell sebagai salah satu investigasi paling rumit yang pernah ditangani lembaga penegak hukum di Inggris. Menurut mereka, sifat kasus dan skala pembuktian menuntut waktu panjang agar bukti yang diserahkan kepada CPS benar-benar lengkap.

CPS menyampaikan bahwa keputusan mengenai apakah dakwaan akan diajukan akan diambil sebelum peringatan 10 tahun tragedi, yang jatuh pada 14 Juni 2027. Dengan demikian, proses penilaian berkas berada pada tahap lanjutan setelah penyelidikan kepolisian rampung.

Latar belakang kasus juga mengacu pada laporan penyelidikan publik yang dirilis pada 2024. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa kebakaran adalah peristiwa yang dapat dicegah dan menyebut adanya rangkaian kegagalan lintas sektor pemerintah maupun pihak swasta yang berujung pada bencana.

Operation Northleigh, nama investigasi Met, berjalan sejajar dengan penyelidikan publik. Namun, penyidik menunggu hingga laporan resmi dipublikasikan sebelum menyelesaikan pekerjaan mereka, dengan harapan pertimbangan yang digunakan dapat selaras dengan kesimpulan yang lebih teknis.

Sejumlah keluarga korban dan penyintas menyatakan penundaan ini membuat mereka harus menunggu lebih lama. Grup Grenfell United menilai, “no family should have to fight this hard, for this long, for justice”, dan menambahkan, “It has taken more than nine years to get here. Nine years, and no one has been held criminally accountable for the deaths of our 72 loved ones.”

Grenfell United juga menyatakan harapan agar tanggung jawab pidana benar-benar diterapkan apabila bukti mengarah pada kesalahan. “We want those responsible to face justice. If people are found guilty of crimes that cost our loved ones their lives, we want to see them behind bars. Only then will people see that there are real consequences for what happened at Grenfell.”

Anggota parlemen Joe Powell, MP untuk Kensington and Bayswater, menyambut kabar pengiriman berkas. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keluarga korban dan penyintas “have already waited an agonising nine years for justice”, dan menyatakan perlunya upaya maksimal agar penegakan hukum tidak kembali mengalami hambatan.

Powell menambahkan, “My position remains clear that we must do everything in our power to ensure that justice is delivered as swiftly as possible.” Ia juga menyebut akan terus bekerja bersama menteri-menteri pemerintahan untuk menghindari keterlambatan lebih lanjut.

Secara operasional, area Grenfell Tower sempat menjadi lokasi kejadian selama 14 bulan sejak kebakaran. Tim forensik melakukan penelusuran menyeluruh untuk memahami mengapa api menyebar dengan cepat, termasuk melalui pengujian laboratorium yang dipesan sendiri oleh penyidik dan pemeriksaan ribuan keping puing.

Salah satu rincian yang turut disebut adalah kegagalan pada kulkas di sebuah unit lantai empat yang disebut mengalami malfungsi. Dari titik inilah api kemudian menyebar secara cepat hingga merembet ke bagian lain bangunan.

Bukti-bukti yang terkumpul juga disimpan di sebuah gudang dengan lokasi yang dirahasiakan. BBC menyebut sempat berkunjung ke lokasi penyimpanan tersebut pada tahun sebelumnya, sementara Met melanjutkan kerja analitis dan penyusunan berkas untuk kebutuhan penuntutan.

Met menyatakan penyelidikan mencakup pemeriksaan terhadap tindakan 15.000 orang yang terkait dengan 700 organisasi atau perusahaan. Dari rangkaian itu, kepolisian mengambil 14.700 pernyataan, serta memeriksa 45.000 dokumen, gambar, dan barang bukti.

Berkas yang dikirim ke CPS mencakup contoh-contoh bukti tersebut, termasuk laporan yang memuat lebih dari dua juta kata. Deputy assistant commissioner Kevin Southworth menyebut bahwa tim beranggotakan 220 penyelidik telah bekerja keras, sembari mengakui bahwa proses berjalan selama sembilan tahun hingga mencapai tahap ini.

Southworth menyatakan, “it has taken nine years to get to this point” dan kembali menegaskan bahwa skala kasus luar biasa. “As we have said before, this is one of the most complex investigations ever undertaken by any UK law enforcement agency – the scale is truly enormous.”

Ia juga menekankan alasan waktu yang panjang: “While we know this has had a significant impact on those waiting for answers, it has necessarily taken this long to ensure our investigation is meticulous and presents the very best possible evidence to the CPS for charging decisions.”

Di tahap berikutnya, CPS akan menilai apakah terdapat prospek realistis terjadinya vonis, sekaligus mempertimbangkan aspek kepentingan publik. Untuk mengantisipasi kemungkinan proses persidangan, Met juga menyebut sedang membangun replika senilai 2 juta poundsterling dari sebagian bangunan yang akan dibongkar, sebagai sarana agar juri memahami tata letak.

Frank Ferguson, kepala divisi special crime and counter terrorism di CPS, menyebut pengiriman berkas ini sebagai langkah penting. Ia menilai, “it marked an important step”, sembari mengakui bahwa perjalanan menuju titik ini panjang dan sulit.

Ferguson menambahkan bahwa keputusan dakwaan akan dibuat secara independen oleh penuntut CPS setelah penelaahan menyeluruh terhadap seluruh bukti yang dikumpulkan oleh Met. “Charging decisions will be made independently by CPS prosecutors following a thorough and careful review of all the evidence gathered by the Metropolitan Police Service.”