jurnalistik.co.id – Kebakaran melibatkan satu sepeda motor balap saat latihan di Stadion Benteng, Kota Tangerang, Sabtu (31/10) sore. Peristiwa ini sempat membuat penonton maupun pembalap panik sebelum api berhasil dikendalikan.
Lokasi kejadian berada di Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Kota Tangerang, Banten. Menurut laporan di lokasi, motor balap yang sedang digunakan latihan tiba-tiba terbakar dan kobarannya cepat membesar.
Api kemudian menghanguskan seluruh bagian motor. Meski sempat terdengar kabar adanya ledakan, upaya pemadaman berjalan sehingga kobaran tidak merambat ke kendaraan lain yang berada di sekitar area.
Di lokasi, sejumlah penonton dan kru bengkel langsung turun tangan memadamkan api dengan menggunakan air. Mereka bekerja bahu-membahu untuk menekan nyala api agar tidak menyebar ke mobil yang terparkir di sekitar tempat kejadian.
Korsleting disebut sebagai dugaan awal
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada bagian aki motor. Percikan api yang muncul lalu menyambar bahan bakar yang berada di karburator.
Karburator pada saat itu disebut dalam kondisi terbuka. Kondisi tersebut membuat bahan bakar lebih mudah tersambar ketika percikan api menyebar dari titik korsleting.
Ivan, yang menjadi salah satu korban di lokasi, menjelaskan bahwa awalnya ia melihat percikan api muncul dari motor. Ia menyebut percikan itu kemudian menyambar ke bagian aki, sehingga api sulit diabaikan.
“Tadi ada percikan api sedikit, jadi menyambar ke aki. Yang utama menyelamatkan diri sama mobil yang ada. Saat pemadaman dibantu kru sama penonton pakai air,” ujar Ivan.
Berita Terkait
Ivan menegaskan prioritas pada saat kejadian adalah keselamatan diri dan upaya mengamankan kendaraan yang berada di sekitar. Ia juga menyebut proses pemadaman dilakukan dengan bantuan pihak bengkel serta penonton yang berada di area.
Sementara itu, Kepala Bidang Roda Dua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tangerang, Aden Gumilar, menyampaikan bahwa insiden seperti ini bisa terjadi jika kondisi instalasi kabel pada motor balap kurang diperhatikan.
Menurut Aden, percikan api akibat korsleting yang letaknya dekat karburator dapat lebih mudah menjalar ke bahan bakar, terutama ketika karburator sedang terbuka.
“Insiden itu mungkin kalau di balap motor masih kategori biasa ya, karena kejadiannya dari korsleting listrik di motor itu sendiri. Kebetulan posisi yang korsleting dekat karburator, ada percikan api lalu menyambar karena karburatornya terbuka,” kata Aden.
Aden juga mengingatkan mekanik agar lebih teliti saat melakukan perbaikan serta pemeriksaan kendaraan balap. Ia menyoroti bahwa kabel yang terkelupas, meski hanya sedikit, berpotensi menimbulkan korsleting listrik.
Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Motor yang terbakar kemudian dievakuasi ke bengkel untuk penanganan lanjutan.
Hingga proses evakuasi selesai, perhatian tetap diarahkan pada pencegahan agar gangguan instalasi listrik tidak terulang. Evaluasi terhadap kondisi kabel dan posisi komponen di sekitar karburator menjadi poin penting yang diharapkan menjadi perhatian dalam persiapan latihan maupun perbaikan menjelang sesi balap.
Setelah kobaran berhasil dipadamkan, fokus berikutnya diarahkan pada langkah pemeriksaan menyeluruh pada bagian kelistrikan motor yang diduga menjadi sumber percikan. Tim di lokasi juga mempertahankan kewaspadaan karena area latihan memiliki banyak aktivitas, sehingga gangguan kecil pada instalasi listrik berpotensi memicu kejadian serupa bila tidak segera diatasi.
Sejumlah mekanik dan kru kemudian menekankan pentingnya evaluasi sebelum latihan berikutnya, terutama terkait kondisi kabel, konektor, serta posisi komponen yang berada di sekitar karburator. Dengan memastikan bagian tersebut dalam keadaan rapi dan tidak mudah menimbulkan percikan, diharapkan proses latihan dapat berjalan lebih aman serta mengurangi risiko penyalaan dari bahan bakar yang bersinggungan dengan api.












