jurnalistik.co.id – Sejumlah kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Pintu Tol Senayan, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Insiden tersebut melibatkan tiga mobil, dengan kejadian bermula ketika satu kendaraan menghentikan laju secara mendadak di badan jalan.
Kepolisian melalui Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Bratamanggala, menyampaikan bahwa kecelakaan ini dipicu truk yang berhenti mendadak di KM 09 arah Slipi. Menurut keterangan yang disampaikan, situasi itu membuat pengemudi kendaraan di belakangnya tidak sempat melakukan antisipasi yang memadai.
AKBP Rieki menjelaskan bahwa pengemudi Honda Brio yang berada di belakang truk menyatakan kondisi di depannya membuatnya kaget. Rieki mengutip pernyataan tersebut dalam keterangan tertulisnya, Minggu: “Menurut keterangan Pengemudi Honda Brio didepan ada truk berhenti, sehingga Pengemudi Honda Brio kaget dan tidak bisa menghindari,” kata Rieki dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Setelah truk berhenti, Honda Brio kemudian ikut melakukan pengereman secara mendadak. Namun, rangkaian kejadian terus berlanjut karena kendaraan yang berada lebih belakang tidak memiliki jarak yang cukup untuk menghindari tabrakan.
Rieki menambahkan bahwa mobil pickup Isuzu yang berada di belakang Honda Brio akhirnya ikut menabrak bagian mobil tersebut. Dengan demikian, rangkaian tabrakan membentuk kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit kendaraan pada lokasi yang sama.
Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi dan penumpang Honda Brio mengalami luka-luka. Kepada wartawan, AKBP Rieki menyatakan: “Korban ada dua orang, pengemudi Honda Brio dan penumpangnya dibawa ke RS Pelni,” kata Rieki.
Berita Terkait
Kedua korban kemudian dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di Rumah Sakit Pelni. Sementara itu, masing-masing kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan pada beberapa bagian yang disebutkan dalam keterangan polisi.
Untuk Honda Brio, kerusakan terjadi di kap dan bemper depan, serta bagian badan belakang. Pada truk, kerusakan tercatat pada bemper depan, sedangkan pickup Isuzu mengalami kerusakan di bagian depan dan belakang.
Insiden beruntun ini menjadi gambaran bagaimana penghentian mendadak di jalan tol dapat memicu reaksi berantai dari kendaraan di belakangnya. Dalam kasus ini, pernyataan AKBP Rieki menegaskan bahwa pemicu utama berawal dari truk yang berhenti secara tiba-tiba di KM 09 arah Slipi, lalu berlanjut pada Honda Brio dan pickup Isuzu.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada publik, Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya menjabarkan bahwa rangkaian kejadian terjadi di Pintu Tol Senayan, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/8/2026) dini hari. Setelah truk berhenti secara mendadak di KM 09 arah Slipi, pengendara di belakangnya langsung menghadapi situasi tanpa waktu yang cukup untuk melakukan perhitungan dan manuver penghindaran.
Menurut penjelasan polisi, pengemudi Honda Brio yang berada tepat di belakang truk sempat mengalami kaget karena kondisi di depannya berubah secara tiba-tiba. Truk yang sudah lebih dulu melakukan pengereman mendadak kemudian diikuti dengan pengereman dari Honda Brio. Namun, karena kendaraan yang berada lebih jauh di belakang tidak memiliki jarak yang memadai, tabrakan tetap terjadi dan memperpanjang urutan kecelakaan hingga melibatkan pickup Isuzu.
AKBP Rieki juga menegaskan bahwa dampak kecelakaan tidak hanya berupa kerusakan pada kendaraan, tetapi juga menimbulkan korban. Dua orang yang berada di Honda Brio mengalami luka-luka dan dibawa ke RS Pelni untuk penanganan medis lanjutan. Sementara itu, pada bagian kendaraan lain, kerusakan tercatat pada beberapa komponen utama yang disebutkan dalam keterangan polisi, termasuk bemper depan pada truk, serta kerusakan pada sisi depan maupun belakang pickup Isuzu.












