jurnalistik.co.id – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penyesuaian trotoar dan pagar pembatas di sekitar Stasiun MRT Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan. Penyesuaian ini dilakukan agar kendaraan bisa menjangkau Sekolah Darul Ma’arif di Jalan RS Fatmawati Raya.
Firmanuddin Ibrahim selaku Wakil Wali Kota Jakarta Selatan mengatakan, penataan akses tersebut merupakan tindak lanjut setelah pihak sekolah dan tokoh masyarakat sekitar menyampaikan aspirasi kepada Pemkot Jakarta Selatan. Menurutnya, penyesuaian tetap diarahkan untuk mempermudah akses tanpa mengubah kualitas tampilan area sekitar.
Firmanuddin menyampaikan hal itu saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (21/8/2026). “Itu kelanjutannya tetap berjalan. Kita akan turunkan trotoar , sedikit tidak mengurangi estetika,” katanya.
Ia menegaskan bahwa akses kendaraan menuju area sekolah tidak akan dibuka setiap hari. Kendaraan hanya diperbolehkan melintas ketika Sekolah Darul Ma’arif menggelar kegiatan tertentu, khususnya acara keagamaan yang membutuhkan akses bagi jamaah dan pengunjung.
Wakil wali kota itu menyebut sekolah memiliki sekitar enam kegiatan keagamaan dalam setahun yang memerlukan akses kendaraan. Kebutuhan tersebut, lanjut dia, muncul karena peserta kegiatan tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta Selatan.
Firmanuddin mencontohkan pada acara seperti peringatan Maulid, ketika jamaah dari luar kota turut datang. Dalam kondisi tersebut, kendaraan termasuk bus membutuhkan akses untuk menuju area sekolah.
Ia juga menjelaskan bahwa permohonan yang disampaikan pihak yayasan berfokus pada pemberian akses kendaraan selama jadwal kegiatan keagamaan yang sudah direncanakan. “Jadi yayasan cuma minta diberikan akses kendaraan, karena setahun itu mereka ada enam kali kegiatan keagamaan,” ujar Firmanuddin.
Berita Terkait
Atas kebutuhan itu, Pemkot Jakarta Selatan meminta Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan menyesuaikan ketinggian trotoar di lokasi. Penyesuaian dilakukan agar kendaraan bisa melintas menuju area sekolah, sekaligus memastikan fungsi trotoar dan estetika kawasan tetap dipertahankan.
Selain trotoar, pagar pembatas milik MRT Jakarta juga akan disesuaikan agar bisa dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan akses. Firmanuddin menyebut pagar tersebut nantinya dapat dilipat sehingga bisa dioperasikan ketika kegiatan berlangsung.
Menurutnya, mekanismenya dirancang agar kontrol akses tetap terjaga. “Jadi pagar bisa dilipat, nanti langsung ditutup lagi untuk keamanan juga,” katanya.
Firmanuddin menegaskan perubahan yang dilakukan tidak berarti akses kendaraan akan dibuka secara permanen. Akses hanya digunakan untuk kegiatan tertentu yang telah disepakati bersama oleh pihak sekolah, MRT Jakarta, dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Firmanuddin juga menjelaskan bahwa penyesuaian di lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan lalu lintas tanpa mengubah wajah kawasan di sekitar stasiun. Langkah itu diarahkan agar masyarakat tetap dapat melihat area dengan kualitas visual yang terjaga, sekaligus memberi ruang ketika aktivitas sekolah memerlukan kendaraan.
Menurutnya, pembukaan akses berlangsung melalui mekanisme yang diatur, bukan berdasarkan kebiasaan harian. Saat kegiatan keagamaan berlangsung, kendaraan dapat melintas untuk mendukung mobilitas jamaah dan pengunjung. Di luar jadwal tersebut, akses tetap ditutup agar fungsi fasilitas tetap sesuai peruntukannya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi melibatkan beberapa pihak agar keputusan di lapangan berjalan konsisten. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan sekolah sebagai penyelenggara kegiatan, MRT Jakarta sebagai pengelola area di sekitar stasiun, serta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan sebagai pihak yang menindaklanjuti aspirasi dan pengaturan di wilayahnya.
Firmanuddin menegaskan, selain mengatur trotoar, elemen pembatas di area MRT juga disiapkan agar dapat dioperasikan saat dibutuhkan. Pagar yang dirancang dapat dilipat lalu ditutup kembali untuk menjaga keamanan. Dengan cara itu, kontrol akses tetap terpelihara dan keselamatan pengguna area dapat dipastikan selama kegiatan berlangsung.












