jurnalistik.co.id – Brasil akan menghadapi Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laga ini digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) dini hari WIB pukul 03.00.
Menjelang kick-off, pelatih Carlo Ancelotti mempercayakan Gabriel Martinelli tampil sejak awal. Martinelli ditunjuk menjadi starter setelah Lucas Paqueta tidak bisa berlaga karena mengalami cedera.
Keputusan tersebut juga merujuk pada kontribusi Martinelli saat Brasil mengakhiri perjalanan Jepang di babak 32 besar. Winger Arsenal itu mencetak gol penentu kemenangan tim pada laga tersebut.
Di lini serang, Martinelli akan beroperasi bersama Rayan dan Vinicius Junior. Pola yang disiapkan Brasil memberi ruang bagi kombinasi cepat di sepertiga akhir, dengan Matheus Cunha menjadi motor di depan.
Sementara itu, Cunha dipercaya memimpin lini depan Selecao. Skema serangan yang disusun Ancelotti diperkirakan memberi fleksibilitas dalam perubahan tempo dan pergeseran posisi saat bola dimainkan dari tengah ke area pertahanan lawan.
Brasil juga belum dapat memainkan Raphinha dan Neymar pada pertandingan ini. Keduanya masih menjalani pemulihan cedera, tetapi tetap masuk dalam daftar pemain cadangan.
Beralih ke kubu Norwegia, tim kembali diperkuat Julian Ryerson yang sudah pulih dari cedera. Bek tersebut mengisi kembali starting XI setelah absen saat Norwegia menyingkirkan Pantai Gading pada babak 32 besar.
Di lini depan, Norwegia tetap mengandalkan Erling Haaland sebagai penyerang utama. Kapten Martin Odegaard juga dimainkan sejak awal untuk memimpin rekan-rekannya menghadapi Brasil, yang menempati posisi sebagai peraih lima gelar juara dunia.
Susunan Pemain Brasil
Brasil menurunkan Alisson sebagai penjaga gawang. Danilo, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, dan Douglas Santos mengisi lini belakang, sementara Casemiro dan Bruno Guimaraes menjadi andalan di tengah.
Berita Terkait
Rayan mengisi area serang bersama Gabriel Martinelli dan Vinicius Junior. Di posisi terdepan, Matheus Cunha bertugas memimpin serangan.
Pelatih: Carlo Ancelotti.
Susunan Pemain Norwegia
Norwegia menempatkan Orjan Nyland di bawah mistar. Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, David Moller Wolfe, dan Julian Ryerson mengisi barisan pertahanan.
Di lini tengah, Martin Odegaard berduet dengan Sander Berge dan Patrick Berg. Alexander Sorloth, Antonio Nusa, serta Erling Haaland ditugaskan mengancam pertahanan Brasil dari sektor depan.
Pelatih: Stale Solbakken.
Dengan Martinelli yang langsung dipercaya mengawal sektor serang Brasil, laga 16 besar ini diproyeksikan berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim sama-sama menurunkan komposisi inti yang menekankan kekuatan di area tengah dan konsentrasi di momen-momen krusial menjelang perpanjangan peluang mencetak gol.
Kick-off laga babak 16 besar ini dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey. Brasil datang dengan agenda jelas: menampilkan paket inti terbaiknya sejak awal, termasuk penempatan pemain yang dinilai paling siap mengatur ritme permainan sejak menit pertama.
Pilihan Carlo Ancelotti menghadirkan Gabriel Martinelli sebagai starter tidak terlepas dari kondisi tim. Lucas Paqueta tidak bisa berlaga karena cedera, sehingga Martinelli langsung dipercaya. Terlebih, pengalaman tampil pada fase penting sebelumnya turut menjadi pertimbangan, saat kontribusinya membawa Brasil melangkah melewati Jepang.
Di jantung permainan, duel akan banyak tersusun di sektor tengah. Brasil mengandalkan peran Casemiro dan Bruno Guimaraes untuk menjaga keseimbangan, sementara Norwegia menyiapkan Martin Odegaard bersama Sander Berge dan Patrick Berg. Fokus kedua kubu diarahkan pada penguasaan momen-momen krusial ketika peluang mencetak gol mulai terbuka lebar.
Pergerakan lini depan juga menjadi perhatian. Brasil menata serangan dengan kombinasi di sepertiga akhir menggunakan Martinelli, Rayan, dan Vinicius Junior, dengan Matheus Cunha sebagai pusat manuver di depan. Meski Raphinha dan Neymar belum dapat dimainkan karena pemulihan cedera, Brasil tetap merapikan opsi serangan. Di sisi Norwegia, kunci ada pada Erling Haaland, sementara Julian Ryerson yang kembali dari cedera memperkuat stabilitas pertahanan jelang fase-fase penentu.












