jurnalistik.co.id – Folarin Balogun dapat kembali memperkuat Amerika Serikat pada fase 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia setelah FIFA menangguhkan larangan satu pertandingan yang semula harus dijalani menyusul kartu merahnya.
Pemain berusia 25 tahun itu dinyatakan siap tampil setelah FIFA memutuskan penangguhan sanksi untuk jangka waktu satu tahun. Dengan demikian, Balogun absen di laga berikutnya tidak lagi berlaku, dan ia bisa masuk dalam skuad saat duel knockout.
FIFA menyatakan sanksi larangan satu pertandingan otomatis akan ditangguhkan. Dalam pengumumannya, FIFA menyebut keputusan itu merujuk pada aturan yang memungkinkan hukuman ditangguhkan, namun tidak memberikan rincian alasan di balik langkah tersebut.
“In line with article 27 of the Fifa disciplinary code, the implementation of the match suspension is suspended for a probationary period of one year,” demikian pernyataan FIFA. FIFA menambahkan, “If Folarin Balogun commits another infringement of a similar nature and gravity during the probationary period, the suspension shall be revoked and the sanction enforced without prejudice to any additional sanction imposed for the new infringement.”
Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menyampaikan respons yang berbeda. RBFA menyebut mereka “astonished” dengan keputusan FIFA dan menyatakan tengah “investigating all potential options” sebagai tindak lanjut atas putusan tersebut.
Dalam keterangan RBFA, mereka menegaskan bahwa aturan kompetisi di Piala Dunia sebelumnya membuat setiap kartu merah berujung pada larangan pertandingan secara otomatis. RBFA juga menyebut keputusan FIFA berada dalam “direct contradiction” dengan regulasi turnamen yang, menurut mereka, telah “explicitly reaffirmed” kepada seluruh negara peserta pada bulan Mei.
RBFA menambahkan: “In order to safeguard the legitimate rights of all participating teams and to protect the fundamental principles of fair play in our sport, both at this Fifa World Cup and at future editions of the tournament, the RBFA is investigating all potential options.” Pernyataan itu menunjukkan proses evaluasi masih berjalan, termasuk kemungkinan langkah yang bisa ditempuh setelah penangguhan sanksi Balogun.
Di pihak Amerika Serikat, kabar penangguhan larangan satu laga itu disampaikan langsung kepada tim. Christian Pulisic mengatakan para pemain mempelajari bahwa ban satu pertandingan Balogun dicabut ketika mereka berada di bus menuju sesi latihan pada Minggu. Pulisic menyebut, “super happy”, serta menambahkan, “Just a big smile on his face and all of ours. The foul wasn’t what it was, it was harsh.”
Berita Terkait
Keputusan FIFA juga mendapat sorotan di ranah politik AS. Presiden Donald Trump menyampaikan ucapan terima kasih kepada FIFA melalui unggahan di Truth Social, dan menulis: “Thank you to Fifa for doing what was right, and reversing a great injustice! President DONALD J. TRUMP.”
Lebih jauh, Marco Rubio juga muncul sebagai salah satu pihak yang meminta peninjauan keputusan. Saat ditanya mengenai performa tim AS dalam konferensi pers, Rubio berkata: “It was great. They got screwed with that red card. “There needs to be an appeal process for that. It’s probably too late for that.”
Di lapangan, kartu merah Balogun diberikan pada pertandingan babak 32 besar melawan Bosnia-Herzegovina. Saat Amerika Serikat menang 2-0, Balogun mendapat straight red card atas pelanggaran terhadap bek Tarik Muharemovic. Berdasarkan kronologi yang diberitakan, kartu itu muncul setelah insiden ditinjau termasuk melalui VAR di monitor pitchside dengan tayangan super lambat.
Menurut uraian kejadian, Balogun terlibat dalam duel dengan Muharemovic untuk bola yang melayang. Ketika Balogun berupaya melindungi bola, Muharemovic berhasil mengambil posisi terlebih dahulu. Setelah sepatu Balogun kembali mendarat, bola mengenai bagian belakang pergelangan kaki Muharemovic hingga membuatnya terkilir.
Wasit asal Brasil Raphael Claus kemudian mengeluarkan kartu merah. Dalam regulasi FIFA yang disebut dalam laporan, kartu merah “automatically incurs suspension from the subsequent match,” tetapi badan sepak bola juga menyebut dapat menjatuhkan tambahan hukuman pertandingan dan tindakan disipliner lain.
FIFA pernah menunjukkan bahwa sanksi kartu merah bisa berujung lebih berat dari larangan otomatis. Contoh yang disoroti dalam laporan adalah Assim Madibo dari Qatar, yang menerima peningkatan hukuman dari larangan satu pertandingan menjadi lima pertandingan setelah pelanggarannya menyebabkan cedera patah pada kaki Ismael Kone dari Kanada.
Selain itu, ada pula preseden ketika FIFA menangguhkan sanksi. Laporan menyinggung Cristiano Ronaldo yang pada kualifikasi Piala Dunia menerima kartu merah saat melawan Republik Irlandia. Ronaldo awalnya mendapat tiga pertandingan larangan, namun setelah absen pada satu pertandingan melawan Armenia, FIFA menangguhkan sisa hukumannya selama satu tahun pada 25 November sehingga ia bisa tampil pada dua pertandingan pembuka Piala Dunia negaranya.
Di konteks turnamen, penangguhan sanksi Balogun juga dipandang jarang karena kartu merah di Piala Dunia tidak disertai proses banding seperti di liga domestik. Pada Kamis, Balogun disebut menjadi pemain ke-12 yang menerima kartu merah di Piala Dunia 2026, dan ia menjadi yang pertama dalam daftar itu yang tidak menjalani larangan pertandingan setelah FIFA mengeluarkan keputusan penangguhan.
Dengan kembali berstatus tersedia, Balogun kini menjadi bagian dari persiapan Amerika Serikat menuju laga melawan Belgia di fase 16 besar. Keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi untuk periode satu tahun membuat duel knockout tersebut memasukkan salah satu penyerang kunci AS yang sebelumnya harusnya absen.












