Hukum & Kriminal

Benedict’s Law: Pelatihan dan kebijakan alergi di sekolah Inggris diperbarui

×

Benedict’s Law: Pelatihan dan kebijakan alergi di sekolah Inggris diperbarui

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Benedict's Law to overhaul school allergy training

jurnalistik.co.id – Pemerintah Inggris memperbarui aturan terkait penanganan alergi di sekolah melalui program yang dikenal sebagai Benedict’s Law. Perubahan ini menargetkan pencegahan agar reaksi alergi serius dapat ditangani lebih cepat dan konsisten.

Mulai September, “life-saving allergy pens” akan disimpan di seluruh sekolah di Inggris. Langkah ini muncul sebagai tindak lanjut dari kampanye orang tua setelah seorang anak meninggal akibat paparan alergen secara tidak sengaja di lingkungan sekolah.

Di bawah Benedict’s Law, sekolah tidak hanya diminta menyiapkan alat darurat. Departemen untuk Pendidikan (Department for Education) menyebut sekolah juga perlu memiliki kebijakan alergi di seluruh sekolah, memberikan pelatihan kepada semua staf, serta memastikan adanya rencana perawatan individual untuk siswa yang memiliki alergi.

Benedict Blythe meninggal setelah mengalami reaksi anafilaksis terhadap protein susu sapi. Peristiwa itu terjadi di Barnack Primary School, di wilayah antara Stamford dan Peterborough, pada Desember 2021.

Helen Blythe, ibu Benedict, menyampaikan bahwa anak-anak akan “stepping into an education system far safer than the one that has come before”. Ia juga menegaskan perubahan ini bukan sekadar untuk melindungi murid, tetapi juga memberi rasa yakin pada tenaga sekolah saat menghadapi situasi darurat.

Helen Blythe menambahkan, “We think this is something that will keep not just children safe, but people who work in schools as well. It will give them [staff] the confidence to know what to do in an emergency.” Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya kesiapan seluruh staf, bukan hanya pihak tertentu.

Benedict berasal dari Stamford, Lincolnshire, dan memiliki asma serta beberapa alergi, termasuk telur, kacang-kacangan, dan susu. Menurut Helen, ia bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menyusun rencana aksi alergi.

Namun, sebuah inquest (sidang pemeriksaan) menyebut proses tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Temuan ini menjadi dasar dorongan agar aturan praktik penanganan alergi di sekolah dibuat lebih tegas dan terukur.

Pedoman yang bersifat wajib secara hukum (statutory guidance) yang menjelaskan kewajiban sekolah untuk mematuhi aturan akan mulai berlaku pada September. Di sisi lain, Benedict Blythe Foundation merilis hasil riset yang menunjukkan sebagian sekolah belum memiliki kesiapan yang lengkap.

Riset dari Benedict Blythe Foundation menyebut 50% sekolah di Inggris tidak memiliki obat cadangan, sepertiga tidak memiliki kebijakan alergi, dan 70% tidak memiliki seluruh langkah yang akan diperkenalkan melalui program ini. Data tersebut memperkuat alasan bahwa kebijakan yang sama perlu diterapkan secara lebih luas dan seragam.

Walaupun pedoman hukum mulai berjalan pada September, Benedict’s Law dinilai akan melangkah lebih jauh. Mulai 2027, langkah yang sama akan dijadikan kewajiban hukum (statutory duties), dengan penerapan untuk sekolah negeri, sekolah independen, serta sekolah khusus berbayar.

Kondisi ini berarti sekolah akan memiliki kewajiban legal untuk menerapkan perubahan tersebut. Dengan demikian, implementasinya tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kebiasaan internal tiap sekolah.

Helen Blythe menyatakan, “Had Benedict’s Law and this guidance been in place when he’d been at school, he almost certainly would still be with us.” Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga lain tidak harus menghadapi kejadian serupa.

Ia menambahkan, “We hope, although it won’t make any difference to us and our family, that we will protect any other family from having to go through what we have.” Pernyataan ini menekankan tujuan kebijakan: mencegah pengulangan tragedi dan memperkuat perlindungan bagi anak-anak.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Olivia Bailey mengatakan, “Every child deserves to feel safe and included, but too many families have had to fight for basic protections that should simply be there.” Pernyataan tersebut menyoroti bahwa perlindungan dasar seharusnya sudah tersedia tanpa harus melalui perjuangan panjang.

Olivia Bailey juga menyebut perubahan ini merupakan hasil upaya berkelanjutan, “This change is thanks to the tireless efforts of Helen and Peter Blythe, who have turned unimaginable tragedy into lasting change that will protect thousands of children for generations to come.”

Dengan rangkaian aturan yang mencakup penyimpanan alat darurat, kebijakan alergi skala sekolah, pelatihan bagi seluruh staf, hingga rencana perawatan individual untuk siswa, Benedict’s Law menempatkan kesiapan menghadapi alergi serius sebagai standar yang harus dipenuhi. Bagi sekolah, ini sekaligus menjadi dorongan untuk memastikan prosedur yang selama ini diperlukan benar-benar berjalan, bukan sekadar ada di dokumen.