jurnalistik.co.id – Rentetan rekor Lionel Messi kembali bertambah di panggung Piala Dunia 2026. Kali ini, Argentina menuntaskan laga babak 32 besar dengan skor 3-2 saat menghadapi Cape Verde di Miami.
Messi menjadi pembeda lewat gol pembuka dalam pertandingan yang berakhir dramatis. Penampilannya membawa timnya memastikan kemenangan sekaligus mengukuhkan catatan-catatan bersejarah yang terus ia bangun di turnamen ini.
Ini adalah momen yang melanjutkan pola pencetak gol Messi sepanjang fase sebelumnya. Setelah mencetak tiga gol saat melawan Algeria, dua gol melawan Austria, dan satu gol ketika menghadapi Jordan, ia kembali menambah kontribusi saat Argentina berhadapan dengan Cape Verde.
Gol yang ia cetak di Miami mencatatkan angka 20 gol final Piala Dunia untuknya. Pencapaian itu sekaligus memperpanjang rekor yang ia raih ketika negaranya melangkah melalui fase grup di Amerika Serikat, dengan catatan bahwa gol tersebut merupakan yang ketujuh dalam turnamen ini.
Rekor baru berawal dari satu momen
Secara karakter, gol Messi mengingatkan bahwa meski ia tampak lebih tenang, ia tetap mampu menentukan arah pertandingan hanya dengan satu kesempatan. Ia bergerak dengan timing yang tepat, menyambut umpan Lisandro Martinez, lalu mengontrol bola pada sentuhan pertamanya sebelum melambungkannya melewati penjaga gawang Cape Verde.
Jumlah gol Messi kini menjadi tujuh. Dengan catatan itu, ia akan menjadi pencetak gol terbanyak di lima dari enam Piala Dunia terakhir, dan sejak 1978, dari 13 edisi Piala Dunia, total tersebut cukup untuk menempati puncak daftar pencetak gol terbanyak pada semua edisi kecuali dua.
Para pengamat pun memberi pujian spesifik pada cara gol itu tercipta. James McFadden di BBC Radio 5 Live menyebut hasilnya “just incredible” dan menyoroti lari yang dilakukan pemain tersebut, “The run he makes is beyond the backline and the timing is excellent,” serta menyatakan, “The weight of the pass into him is outstanding and his first touch is exquisite.”
Sementara itu, Ally McCoist di ITV ikut mengagumi cara eksekusinya. Ia menilai gol itu sebagai “genius at work” dan merangkum penilaian dengan kalimat, “It’s just one record after another,” sebelum menambahkan, “It’s amazing.”
Rekor karier dan cara membaca permainan
Di luar gol di Miami, angka-angka rekor Messi terus bertambah dengan kategori yang jarang terjadi. Messi tercatat sebagai pemain pertama, baik putra maupun putri, yang mencapai 20 gol dalam karier Piala Dunia.
Berita Terkait
- Panduan Tonton Paraguay vs Perancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: TVRI & Live Streaming Resmi
- Jose Luis Chilavert Menanggapi Sindiran Legenda Perancis dengan Ucapan Rasis Jelang Paraguay vs Perancis di 16 Besar Piala Dunia 2026
- Garuda Muda Tertahan 1-1 oleh Malaysia: Debut David Nascimento Sarat Pelajaran
Ia juga mencatatkan rekor lain yang membedakannya dari semua pemain: Messi sudah mencetak gol di delapan penampilan Piala Dunia beruntun, capaian yang belum pernah dilakukan siapa pun. Selain itu, ia menjadi pemain pertama yang sanggup membukukan tujuh gol atau lebih pada dua Piala Dunia berbeda, setelah sebelumnya juga mencapai tanda tersebut pada edisi 2022.
Yang membuatnya menonjol bukan sekadar intensitas lari, melainkan pemahaman ruang dan timing yang hampir tak tertandingi. Messi, pada usia 39, tetap mampu mencetak gol dengan ritme yang sama karena ia memindai lapangan sebelum menerima bola, menunggu peluang yang tepat, lalu menghemat energi hingga momen yang benar-benar diperlukan tiba.
Meski begitu, turnamen ini juga menunjukkan sisi lain dari permainannya. McFadden menilai bahwa, “Throughout the years, Messi has walked at times in games to assess what is happening,” namun pada laga-laga ini ia justru terlihat aktif untuk merebut bola dan memimpin tekanan. Ia menjelaskan bahwa tekanan tersebut tidak sepenuhnya berenergi tinggi, tetapi “he is leading it.”
Miami: budaya sepak bola dan Messi di luar lapangan
Kegilaan terhadap Messi di Miami terasa sangat kuat. Komunitas Argentina yang besar di kota itu sudah merangkulnya sejak kedatangan Messi ke Inter Miami pada 2023, dan pengaruhnya menjalar jauh melampaui lapangan sepak bola.
Namanya hadir di banyak sudut kota melalui mural, bendera, etalase toko, dan berbagai memorabilia. Bahkan anak-anak yang mengenakan jersey Argentina nomor 10 bermain sepak bola di pantai, sementara seruan untuk Messi terdengar di sekitar stadion jauh sebelum kick-off.
Dampak itu juga sampai ke dunia kuliner. Sejumlah restoran Argentina menyiapkan hidangan milanesa—menu dengan bahan daging sapi atau ayam yang dilapisi tepung roti—yang disebut sebagai salah satu favorit Messi, dan beberapa tempat bahkan memberi nama menu mereka dengan penghormatan pada pemain tersebut.
Di area pers setelah pertandingan, suasana menjadi semakin intens. Para jurnalis berkumpul berharap bisa mendengar pernyataan Messi, mikrofon diangkat ke udara, dan operator kamera berusaha meninggikan pandangan untuk menangkap sekilas bintang terbesar di pertandingan. Percakapan sering berhenti seketika ketika Messi muncul, sementara kru televisi berebut posisi sebelum ia berjalan melewati lorong beberapa saat kemudian.
Fenomena ini tidak terbatas pada Argentina saja. Di seluruh dunia, ada platform-platform digital yang berdedikasi khusus mengikuti pergerakan Messi dan mendokumentasikan bab terbaru dari karier yang terus memikat banyak pendukung di mana pun ia bermain.
Bagi banyak orang, Piala Dunia 2026 memang lebih dari sekadar pengejaran satu negara untuk meraih trofi. Turnamen ini juga menjadi kesempatan lain untuk menyaksikan salah satu pemain sepak bola terhebat terus membuat sejarah.
Sebelum kick-off, suasana di stadion menunjukkan betapa besarnya harapan yang disematkan pada Messi. Seorang fans Argentina mengatakan, “He’s our hero,” dan menambahkan, “He’s like our God.” Fans lain menilai performa Messi dari sisi waktu, “He has aged like fine wine,” lalu menyimpulkan, “The older he gets, the better he gets.”
Ketika ditanya apakah Messi mampu memenangkan Golden Boot pada Piala Dunia ini, para pendukung tampak yakin jika Argentina mampu mencapai final. Salah satu fans menyatakan, “We’ve already had so much from him,” lalu menegaskan, “If he wins it, fantastic, but everything he’s already done for Argentina is enough. He is incredible.”












