jurnalistik.co.id – JAKARTA — Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026) pagi menjadi ruang berkumpulnya warga yang ingin mengurus Kartu Layanan Gratis (KLG) transportasi umum. Pantauan di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB memperlihatkan suasana CFD yang masih diisi aktivitas bersepeda dan berjalan santai, tetapi di sekitar pos layanan Dishub Provinsi DKI Jakarta kerumunan mulai memadat.
Di area layanan, enam tenda kerucut berwarna putih dengan logo Dishub Provinsi DKI Jakarta berdiri berdampingan. Spanduk biru terang terpasang di bagian bawah tenda, sementara di belakang meja kayu jati petugas berseragam melayani warga. Warga datang dalam berbagai kelompok: ada yang langsung mengambil nomor antrean, ada pula yang lebih dulu menanyakan syarat pengajuan agar mereka dapat mempersiapkan berkas dengan tepat sebelum memasuki alur layanan.
Di sela antrean, terlihat orang-orang berkerumun rapat mengikuti arahan petugas. Sebagian mengulang pengecekan dokumen di meja, sementara yang lain menunggu panggilan sambil berdiskusi singkat mengenai kelengkapan data. Meski suasana CFD tetap berlangsung, area pos layanan menjadi pusat perhatian bagi warga yang ingin memastikan proses pengurusan berjalan lancar pada hari itu.
Pada lokasi juga tersedia papan informasi bertuliskan “Informasi Pelayanan Kapal” yang memuat keterangan rute jalur 1 hingga 4. Papan tersebut tampak berada di sisi kiri tenda, sehingga warga dapat membaca informasi dasar sambil menunggu giliran. Dengan penanda layanan yang jelas, alur antrean terlihat lebih terarah dan warga tidak banyak tersesat di sekitar area pos.
Antrean warga, Saodah mendapatkan kartu
Salah satu warga yang ditemui, Saodah (67) dari Tanah Abang, mengatakan ia mulai datang sejak pukul sekitar setengah tujuh. Ia menyampaikan pada awalnya suasana masih terasa sepi, tetapi kemudian bertambah ramai seiring waktu. Ketika namanya dipanggil, Saodah mengaku memperoleh kartu berwarna biru yang baru saja ia terima dari petugas.
Saodah mengatakan ia sengaja hadir lebih pagi setelah mendengar kabar dari tetangganya. Ia tampak semringah setelah memastikan namanya dipanggil dan kartu dapat diperoleh pada hari Minggu itu. Ia membawa tas kain di pundak serta kerudung cokelat muda, dan menjelaskan kartu tersebut ia harapkan untuk akses Transjakarta dan KRL secara gratis. Rencana perjalanannya rutin tiap minggu untuk menemui anaknya di Depok menjadi alasan kuat ia memilih datang lebih awal.
Rustam menunggu dengan harapan
Di beberapa meter dari tenda utama, Rustam (72) warga Kemayoran terlihat berdiri mematung sambil menatap kerumunan. Ia datang bersama cucunya, namun menyampaikan bahwa ia belum memperoleh kartu. Rustam mengatakan informasi yang ia terima menyebut ada data dirinya yang tidak sesuai, sehingga ia harus terlebih dahulu mengurus ke kelurahan.
Rustam menyebut ia sudah antre sejam lebih dan datang jauh-jauh dari Kemayoran pada hari Minggu pagi. Ia tidak membawa ponsel, sehingga tidak bisa memantau pembaruan informasi dari media sosial Dishub. Ia hanya mengandalkan arahan dari tetangga yang menyarankan agar datang ke pos layanan pagi ini. Dengan kondisi tersebut, Rustam menanggapi hasilnya dengan pasrah, menilai kemungkinan belum mendapat bagian sesuai rencana dan tetap menunggu kesempatan berikutnya setelah urusan data beres.
Ketentuan Kartu Layanan Gratis
Secara umum, pembuatan KLG transportasi umum dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta kembali hadir pada agenda Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026). KLG merupakan kartu yang dapat digunakan oleh 15 golongan khusus masyarakat Jakarta untuk mendapatkan akses transportasi Transjakarta, MRT, dan LRT secara gratis.
Dalam pengurusan yang ditemui di lokasi, berkas yang disebut dibutuhkan untuk pendaftaran meliputi KTP asli DKI Jakarta, fotokopi KTP, foto diri, serta sejumlah surat keterangan untuk membuktikan warga termasuk dalam 15 golongan yang ditetapkan. Dari pengamatan di sekitar meja layanan, warga yang membawa berkas lengkap dapat langsung mendapatkan kartu pada saat layanan berlangsung. Bagi yang belum memenuhi aspek data atau administrasi sesuai arahan, warga akan diarahkan untuk menyelesaikan prosesnya lebih dulu di kelurahan.
Hadirnya layanan KLG di tengah suasana CFD turut mengubah cara warga memanfaatkan waktu di Bundaran HI. Mereka yang datang lebih pagi dapat memanfaatkan alur antrean pada hari itu untuk memastikan kebutuhan transportasi. Sementara bagi warga yang menghadapi hambatan administrasi, proses layanan menjadi titik awal untuk mengetahui langkah lanjutan yang harus ditempuh. Dengan begitu, urusan layanan tak perlu menunggu jadwal khusus terpisah.










