jurnalistik.co.id – Barclays memperluas pemanfaatan agen kecerdasan buatan (AI) Claude dari Anthropic untuk membantu merombak proses yang selama ini berjalan di sistem lama dan mendorong efisiensi operasional di seluruh bank.
Langkah itu diumumkan Barclays bersama Anthropic dalam sebuah pernyataan bersama. Dalam rencana yang disampaikan, penggunaan Claude tidak berhenti pada tahap percobaan, tetapi ditingkatkan sebagai bagian dari modernisasi yang lebih luas.
Barclays menilai integrasi tersebut dapat mempercepat pekerjaan sehari-hari sekaligus membuat keputusan lebih mudah diambil oleh tim-tim operasional.
Ekspansi pemakaian Claude hingga perangkat lunak
Menurut pengumuman yang dirilis pada hari Kamis, Barclays memperkirakan pada akhir 2026 sekitar 50% pengembang perangkat lunaknya akan menggunakan Claude Code. Setelah fase tersebut, bank berencana memperluas penggunaan alat serupa pada tahun berikutnya.
Claude Code diposisikan sebagai dukungan bagi pengembang dalam proses pembuatan dan pengelolaan perangkat lunak. Dengan target adopsi yang terukur, Barclays ingin memastikan kapasitas tim teknis bergerak seiring kebutuhan transformasi sistem.
Dalam konteks upaya modernisasi itu, divisi pasar Barclays juga telah memanfaatkan model Anthropic untuk merapikan cara bank menangani pertanyaan klien. Pemakaian model ditujukan agar alur pemrosesan dan pengelolaan permintaan dapat berjalan lebih cepat dan lebih konsisten.
Berdasarkan informasi yang disebutkan dalam pernyataan bersama, platform tersebut menangani sekitar 120.000 email setiap hari. Angka itu menunjukkan skala pekerjaan yang diproses melalui otomasi dan bantuan AI pada aktivitas komunikasi dan layanan.
Berita Terkait
Anne Marie Darling, VP operasi grup di Barclays, menekankan bahwa perubahan ini tidak semata-mata soal otomatisasi, melainkan juga soal pergeseran fokus kerja di internal bank. Ia mengatakan, “Dengan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk aktivitas rutin dan menyederhanakan pengambilan keputusan, kami dapat memungkinkan rekan-rekan kami untuk memfokuskan keahlian mereka pada hal-hal yang paling penting, yaitu memecahkan masalah yang lebih kompleks, mempercepat inovasi, dan memberikan hasil yang lebih baik.”
Darling menempatkan AI sebagai perangkat untuk mengurangi beban pekerjaan berulang. Pada saat waktu operasional dialihkan, tim diharapkan dapat lebih banyak berkonsentrasi pada isu yang membutuhkan penilaian mendalam serta pengembangan solusi.
Industri keuangan makin cepat mengadopsi AI
Sektor keuangan, menurut perkiraan Morgan Stanley, termasuk yang paling awal memanfaatkan AI. Dalam penilaian tersebut, adopsi AI berpotensi membuat bank-bank Eropa mengurangi jumlah karyawan hingga seperlima dalam jangka pendek.
Proyeksi itu menggambarkan arah penggunaan teknologi di industri: bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas sistem, tetapi juga untuk merombak komposisi pekerjaan yang selama ini dilakukan secara manual. Transformasi semacam ini umumnya terlihat ketika tugas-tugas rutin dipindahkan ke mekanisme otomatis, sementara peran manusia bergeser ke area yang lebih kompleks.
Bagi Barclays, perluasan penggunaan Claude menjadi salah satu contoh konkret dari strategi tersebut. Dengan menargetkan peningkatan penggunaan Claude Code oleh pengembang dan memanfaatkan model Anthropic untuk perampingan layanan terkait pertanyaan klien, bank mencoba menggabungkan manfaat teknologi dengan kebutuhan operasional yang berskala besar.
Pengumuman Barclays dan Anthropic juga memperlihatkan pendekatan bertahap: memulai dari penerapan yang sudah berjalan di divisi pasar, lalu memperluas cakupannya ke ekosistem pengembangan perangkat lunak. Rangkaian langkah ini berupaya menjaga keberlanjutan transformasi, sekaligus memberi ruang untuk memperbesar manfaat yang diperoleh.
Dengan skala pemrosesan email harian mencapai sekitar 120.000, implementasi yang disebutkan dalam pernyataan bersama menggambarkan bahwa AI tidak hanya dipakai untuk tugas tunggal. Bank menggunakannya untuk membantu arus komunikasi dan pengelolaan permintaan yang terjadi setiap hari, sehingga efisiensi operasional dapat terasa langsung di proses layanan.
Dalam ukuran tersebut, perluasan penggunaan Claude di Barclays dapat dibaca sebagai upaya meningkatkan kecepatan kerja sambil menjaga kualitas pengambilan keputusan. Di saat yang sama, target adopsi pada akhir 2026 menjadi indikator bahwa bank menempatkan AI sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk modernisasi sistem dan peningkatan performa.


