Teknologi

Bitcoin Tembus US$81 Ribuan: Apakah Momentum Positifnya Berpotensi Bertahan?

×

Bitcoin Tembus US$81 Ribuan: Apakah Momentum Positifnya Berpotensi Bertahan?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sempat Tembus US$81 Ribuan, Tren Positif Bitcoin Bakal Bertahan? - Teknologi

jurnalistik.co.id – Bitcoin kembali menunjukkan tenaga setelah sempat kehilangan arah menyusul pelemahan. Optimisme itu muncul seiring perbaikan kondisi pasar dan dorongan dari faktor makro di Amerika Serikat.

Federal Reserve menegaskan tidak akan menaikkan suku bunga untuk menahan laju inflasi, dan sentimen tersebut ikut mengangkat minat pada aset berisiko. Dalam kerangka yang sama, penurunan yield surat utang pemerintah AS membuat ruang spekulasi terhadap kenaikan harga kripto menjadi lebih terbuka.

Di tengah perubahan sentimen itu, harga Bitcoin terlihat bergerak mendekati area yang lebih tinggi, termasuk level psikologis yang sebelumnya menjadi pusat perhatian pelaku pasar. Pergerakan dalam 24 jam terakhir tercatat positif, dengan kenaikan sekitar +3,8%.

Sejumlah indikator pergerakan juga menunjukkan bahwa laju transaksi masih berada dalam fase yang cenderung menguat. Spread positif harga tampak bertahan tidak hanya dalam satu hari, tetapi juga pada rentang sepekan hingga satu bulan terakhir.

Meski demikian, dinamika harga tidak sepenuhnya searah tanpa jeda. Pada sesi perdagangan yang dipantau Jumat (4/9/2026), Bitcoin bergerak pada kisaran US$80.8943 hingga sekitar pukul 14.10 waktu Indonesia.

Di periode sebelumnya, aset kripto terbesar di dunia ini sempat menyentuh puncak harian yang lebih tinggi. Harga bahkan tercatat sempat menembus US$82.107 pada dini hari, sebelum kemudian mengalami sedikit tekanan pada siang hari.

Menurut pengamatan Bloomberg, pergerakan tersebut menjadikan posisi Bitcoin sebagai yang tertinggi sejak Mei. Kondisi ini biasanya ditafsirkan sebagai sinyal bahwa momentum reli tengah menemukan kembali daya tariknya, meski tetap memerlukan konfirmasi lanjutan dari aktivitas pasar.

Pada sisi arus dana, data dari Glassnode turut memperkuat narasi bahwa minat investor tidak hanya muncul dari kenaikan harga sesaat. Selama reli berlangsung, rerata arus masuk harian ke ETF tercatat mencapai US$290 juta per hari.

Angka tersebut menggambarkan adanya konsistensi aliran dana masuk di tengah fase pergerakan yang kembali menguat. Dengan kata lain, dorongan berasal tidak hanya dari fluktuasi harga, tetapi juga dari partisipasi instrumen investasi yang lebih terstruktur.

Meski begitu, pasar tetap menyisakan sinyal yang perlu dibaca secara lebih hati-hati. Glassnode dan pengamat pasar juga mencatat bahwa aktivitas perdagangan masih tergolong lesu jika dibandingkan dengan reli bullish sebelumnya.

Artinya, meski harga sempat bertahan dalam tren positif, kualitas partisipasi belum sepenuhnya menandingi fase reli terdahulu yang lebih agresif. Perbedaan karakter aktivitas ini bisa memengaruhi seberapa jauh momentum dapat berlanjut pada hari-hari berikutnya.

Untuk menilai apakah tren positif dapat bertahan, pelaku pasar umumnya akan menunggu kelanjutan beberapa indikator kunci. Salah satunya adalah apakah penurunan yield obligasi AS terus memberi dukungan melalui sentimen suku bunga dan likuiditas.

Selain itu, perhatian juga akan tertuju pada konsistensi arus masuk ETF. Ketika aliran dana tersebut tetap terjaga, peluang stabilitas tren menjadi lebih besar, terutama bila tidak disertai pelemahan berarti pada spread dan pergerakan harga lintas periode.

Pada saat yang sama, sinyal bahwa perdagangan belum se-gas reli bullish sebelumnya mengingatkan bahwa kenaikan masih rentan menghadapi jeda. Jika volume aktivitas tidak ikut menguat, harga bisa saja bergerak bolak-balik sebelum menemukan arah yang benar-benar solid.

Secara keseluruhan, kondisi yang terbentuk saat ini memperlihatkan perpaduan antara dukungan makro dari AS dan minat institusional yang tercermin pada arus masuk ETF. Namun, ketahanan momentum Bitcoin tetap bergantung pada apakah pasar mampu mengubah tren positif menjadi penguatan yang lebih merata dan konsisten dalam aktivitas perdagangan.