Teknologi

GPT-6 Astra dari OpenAI Diklaim Bisa Coding, Riset, Hingga Mengoperasikan PC

×

GPT-6 Astra dari OpenAI Diklaim Bisa Coding, Riset, Hingga Mengoperasikan PC

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: OpenAI Pamer GPT-6 Astra, Diklaim Bisa Coding, Riset, Jalankan PC - Teknologi

jurnalistik.co.id – OpenAI memperkenalkan GPT-6 Astra, model kecerdasan buatan yang ditargetkan untuk menangani pekerjaan kompleks secara lebih menyeluruh, bukan sekadar memberi jawaban instan.

Dalam pengumuman resminya yang dirilis Jumat (4/9/2026), OpenAI menyebut Astra dirancang untuk mengerjakan rangkaian tugas yang menuntut langkah-langkah berurutan.

Fokus utama yang disampaikan mencakup pemrograman, riset, pembuatan dokumen, hingga kemampuan untuk mengoperasikan komputer dan peramban secara langsung.

Kemampuan yang ditawarkan

Berbeda dari model yang hanya merespons dengan output teks, GPT-6 Astra diposisikan mampu menjalankan pekerjaan dalam beberapa tahap.

Dengan pendekatan itu, Astra tidak hanya “menjawab”, tetapi juga melakukan proses operasional sesuai kebutuhan tugas yang diberikan.

OpenAI mencontohkan, model ini dapat mengisi formulir daring dan memperbarui data berdasarkan instruksi yang diterima.

Kemampuan lain yang disebutkan adalah melakukan riset, lalu menuangkan hasilnya dalam bentuk dokumen.

OpenAI juga menyebut Astra dapat menyusun lembar kerja dan membuat presentasi.

Pada aspek yang lebih teknis, model ini diklaim dapat membangun sekaligus menguji situs web.

Rangkaian kemampuan tersebut ditempatkan sebagai satu paket untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan alur kerja berlapis.

Dalam narasi OpenAI, GPT-6 Astra ditujukan untuk skenario yang biasanya memerlukan lebih dari satu iterasi pekerjaan.

Misalnya, tahap awal dapat diarahkan untuk pengumpulan dan penataan informasi, sementara tahap berikutnya difokuskan pada produksi dokumen atau artefak kerja.

Klaim tersebut membuat Astra diposisikan sebagai asisten yang bergerak mengikuti proses, bukan sekadar menghasilkan respons akhir.

Uji penggunaan komputer

OpenAI juga memaparkan hasil pengujian saat GPT-6 Astra digunakan untuk mengerjakan tugas di lingkungan komputer.

Pada pengujian tersebut, Astra mencatat skor 72,6% pada OSWorld 2.0.

Selain skor, OpenAI menyertakan metrik waktu: waktu rata-rata sekitar 40 menit per tugas.

Dari data yang dipublikasikan, OpenAI menempatkan hasil ini sebagai capaian yang lebih tinggi sekaligus lebih cepat dibandingkan model sebelumnya.

Klaim “lebih tinggi” dan “lebih cepat” tersebut menjadi bagian dari pesan utama mengenai peningkatan performa.

Dengan menyebut OSWorld 2.0, OpenAI menegaskan bahwa pengujian tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan teks, tetapi juga menilai kelanjutan pekerjaan di sistem yang lebih operasional.

Ini sejalan dengan deskripsi Astra yang dapat mengoperasikan komputer dan peramban secara langsung.

Penggunaan komputer secara langsung biasanya membutuhkan koordinasi langkah yang rapih agar pekerjaan bisa selesai sesuai tujuan awal.

Karena itulah, OpenAI menonjolkan sifat multi-tahap yang melekat pada GPT-6 Astra.

Dalam presentasi resminya, serangkaian contoh tugas—mulai dari pengisian formulir, pembaruan data, riset, hingga pembuatan dokumen—dijadikan landasan untuk menunjukkan ruang lingkup kemampuan model.

Untuk urusan pembuatan materi kerja, OpenAI menyebut Astra dapat menghasilkan lembar kerja dan presentasi.

Hal ini menempatkan output tidak hanya berupa paragraf naratif, tetapi juga format yang umum dipakai dalam aktivitas profesional.

Sementara untuk kebutuhan pengembangan, model diklaim mampu membangun dan menguji situs web, yang biasanya melibatkan proses iteratif.

OpenAI juga menekankan bahwa GPT-6 Astra dirancang menghadapi kerja kompleks dengan cara yang lebih terstruktur.

Poin itu muncul melalui penjelasan bahwa model mampu menjalankan pekerjaan dalam beberapa tahap, sesuai tuntutan tugas yang diberikan.

Dengan demikian, Astra diposisikan sebagai teknologi yang berupaya mendekatkan proses bantuan AI pada alur kerja dunia nyata.

Pengumuman GPT-6 Astra pada 4 September 2026 itu menyertakan rangkaian klaim kemampuan yang mencakup tugas-tugas produktif dan operasional sekaligus.

Dari sisi metrik pengujian komputer, angka 72,6% pada OSWorld 2.0 serta rata-rata 40 menit per tugas menjadi bagian yang menonjol dalam laporan OpenAI.

Melalui kombinasi kemampuan multi-tahap dan uji di lingkungan komputer, OpenAI menyampaikan pesan bahwa GPT-6 Astra ditujukan untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih kompleks dan memakan proses.

Dengan pengenalan ini, OpenAI ingin menunjukkan bahwa langkah berikutnya dalam pengembangan model AI bukan hanya kemampuan menjawab, melainkan kemampuan menyelesaikan pekerjaan dari awal hingga output siap pakai.

Semua klaim kemampuan tersebut disampaikan sebagai hasil pengumuman resmi OpenAI, termasuk contoh tugas yang meliputi pemrograman, riset, pembuatan dokumen, hingga pengoperasian komputer dan peramban.