Teknologi

DHL Express Hadirkan Fitur Identifikasi Barang Berbasis AI di Indonesia

×

DHL Express Hadirkan Fitur Identifikasi Barang Berbasis AI di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sederhanakan Proses Pengiriman, DHL Express Luncurkan Fitur AI di Indonesia

jurnalistik.co.id – DHL Express meluncurkan fitur identifikasi barang berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia untuk membantu pelanggan menyiapkan deskripsi barang sesuai persyaratan kepabeanan. Kehadiran fitur ini ditujukan agar proses pengiriman internasional menjadi lebih cepat dan informasinya lebih tepat sejak awal.

Melalui teknologi computer vision, fitur tersebut menganalisis foto barang yang diunggah pelanggan. Dari proses itu, deskripsi barang disusun secara otomatis dalam hitungan detik untuk kebutuhan dokumentasi kepabeanan.

Direktur Teknis Senior DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, menyebut langkah ini diharapkan memberi kemudahan bagi pelaku usaha, terutama UMKM, yang ingin memperluas pasar ke luar negeri. Menurutnya, pemenuhan persyaratan kepabeanan masih menjadi tantangan ketika pengiriman dilakukan lintas negara.

“Bagi banyak pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM yang ingin memperluas pasar ke luar negeri, pemenuhan persyaratan kepabeanan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengiriman internasional. Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai sekitar 5 persen pada 2026, kami melihat peluang yang terus terbuka bagi pelaku usaha untuk berekspansi ke pasar global,” kata Ahmad dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).

Ahmad menambahkan, fitur identifikasi barang berbasis AI dapat menyederhanakan persiapan pengiriman dengan memudahkan pelanggan memberikan informasi barang yang akurat sejak awal. Dengan cara itu, waktu untuk mengurus dokumentasi bisa berkurang, sementara pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk melayani pelanggan dan mengembangkan bisnis.

“Melalui fitur identifikasi barang berbasis AI ini, DHL Express membantu menyederhanakan proses persiapan pengiriman dengan memudahkan pelanggan dalam memberikan informasi barang yang akurat sejak awal. Dengan demikian, pelaku usaha dapat mengurangi waktu untuk mengurus dokumentasi dan lebih fokus melayani pelanggan serta mengembangkan bisnis di pasar internasional,” lanjutnya.

Cara kerja fitur AI

Untuk menggunakan fitur ini, pelanggan cukup memotret barang yang akan dikirim menggunakan ponsel pintar atau perangkat lain yang terhubung ke internet. Setelah itu, sistem AI memproses foto melalui model computer vision berbasis server.

Model tersebut bertugas mengidentifikasi objek pada foto, lalu menghasilkan deskripsi barang yang terstruktur sesuai standar dokumentasi internasional serta ketentuan kepabeanan. Deskripsi yang terbentuk kemudian ditampilkan kepada pelanggan untuk ditinjau, diedit, atau disesuaikan sebelum pengiriman diajukan.

Pelanggan juga tidak perlu memiliki akun DHL Express untuk menggunakan fitur tersebut. Dengan demikian, proses persiapan pengiriman internasional diharapkan menjadi lebih sederhana dan mudah diakses.

DHL Express menempatkan implementasi teknologi ini sebagai bagian dari upaya menyederhanakan pengiriman lintas negara sekaligus meningkatkan kualitas data sejak awal proses. Dengan mengalihkan sebagian kebutuhan input dari pendekatan manual ke sistem otomatis, deskripsi barang dapat dibuat lebih konsisten.

Senior Director IT DHL Express Indonesia, Yonata Bastian, mengatakan fitur tersebut membantu mengurangi ketergantungan pada input manual dalam proses identifikasi dan deskripsi barang. Ia menilai fitur ini menyederhanakan alur yang selama ini bergantung pada input manual serta pengalaman individu.

“Fitur ini memanfaatkan teknologi untuk menyederhanakan proses yang selama ini bergantung pada input manual dan pengalaman individu. Dengan membantu pelanggan mengidentifikasi serta mendeskripsikan isi kiriman secara lebih akurat, kami dapat meningkatkan kualitas data sejak awal proses pengiriman,” ujar Yonata.

Yonata menambahkan bahwa dukungan fitur ini tidak berhenti pada pengalaman pelanggan saja, tetapi juga mendorong efisiensi di sepanjang rantai pengiriman. Ia menekankan bahwa kualitas data yang lebih baik sejak awal dapat berpengaruh pada proses berikutnya.

“Hal ini tidak hanya menyederhanakan pengalaman pelanggan, tetapi juga mendukung efisiensi yang lebih baik di sepanjang rantai pengiriman,” lanjutnya.

Tujuan dan cakupan penerapan

Selama ini, industri layanan ekspres internasional mengandalkan pengirim untuk mendeklarasikan sendiri isi kiriman. Pengirim juga perlu memahami cara mendeskripsikan barang dengan tepat sesuai kebutuhan kepabeanan, sementara penyusunan deskripsi masih banyak dilakukan secara manual berbasis teks.

DHL Express mengklaim fitur identifikasi barang berbasis computer vision yang diintegrasikan langsung ke dalam alur pemesanan layanan ekspres internasional ini menjadi yang pertama di industri pengiriman ekspres global. Teknologi tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko kesalahan dalam deskripsi barang, meningkatkan kualitas data, serta mengurangi potensi keterlambatan dalam proses pengiriman internasional.

Fitur identifikasi barang berbasis AI yang diluncurkan di Indonesia ini sebelumnya telah tersedia di lebih dari 30 negara dan pasar. DHL Express juga menyatakan akan terus memperluas implementasinya sepanjang 2026.