jurnalistik.co.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan adanya perubahan di jajaran manajemen. Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo pada 28 Agustus 2026.
Dalam surat tersebut, Catherine mengundurkan diri dari posisinya sebagai Wakil Direktur Utama GoTo. Pengunduran ini tercatat berlaku setelah perseroan menerima dokumen pengunduran yang disampaikan pada tanggal tersebut.
Nama Catherine bukan sosok baru di ekosistem perusahaan. Selama kariernya, ia dikenal sebagai salah satu figur yang berperan dalam penguatan bisnis layanan on-demand yang selama ini menjadi pilar penting di dalam ekosistem Gojek.
Perjalanan Catherine di perusahaan juga berjalan beriringan dengan tahapan transformasi GoTo. Dari fase ekspansi, arah pengembangan kemudian bergeser menuju pertumbuhan yang lebih berkualitas serta berorientasi pada profitabilitas.
Pada semester I-2026, GoTo mencatat laba bersih sebesar Rp608 miliar. Angka tersebut ikut menjadi salah satu sinyal perbaikan fundamental perseroan, di tengah upaya membangun kinerja yang lebih sehat dan terukur.
Jejak karier di Gojek dan fokus pengembangan layanan
Kiprah Catherine di ekosistem GoTo, pada dasarnya, dimulai jauh sebelum perusahaan mengambil bentuk seperti sekarang. Ia pertama kali bergabung dengan Gojek pada 2017.
Pada awal perjalanannya, Catherine memperoleh tanggung jawab dalam pengembangan GoFood. Saat itu, GoFood memasuki fase pertumbuhan pesat, sehingga kebutuhan strategi dan inovasi produk menjadi bagian yang sangat menentukan.
Di GoFood, Catherine diarahkan untuk menajamkan pendekatan strategi sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Fokusnya diarahkan agar layanan dapat menjawab dinamika preferensi pengguna dan menjaga daya saing dalam ekosistem pesan-antar makanan.
Pengembangan yang dilakukan juga diarahkan untuk memperluas peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dengan cara itu, ekosistem merchant tetap menjadi komponen penting yang mendukung keberlanjutan pertumbuhan bisnis.
Berita Terkait
Keterkaitan peran Catherine dengan pilar on-demand
Perjalanan Catherine kemudian membawanya pada posisi yang lebih strategis di perusahaan. Sebelum menduduki peran Deputy CEO, ia telah dikenal sebagai salah satu tokoh yang memegang peran kunci di balik bisnis On-Demand Services.
On-Demand Services disebut menjadi salah satu pilar utama yang menopang ekosistem Gojek. Karena itu, kontribusi Catherine diposisikan tidak hanya pada penguatan produk, tetapi juga pada arah pengembangan layanan yang menyentuh kebutuhan harian pengguna.
Transformasi GoTo yang bergeser dari ekspansi menuju pertumbuhan berkualitas juga memberi konteks pada bagaimana pilar-pilar layanan on-demand dikembangkan. Pendekatan yang lebih selektif dibutuhkan agar pertumbuhan tidak hanya terlihat dari sisi volume, melainkan juga dari indikator profitabilitas.
Dalam periode-periode tersebut, Catherine menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan yang membentuk ekosistem layanan. Perannya dihubungkan dengan dinamika penguatan strategi bisnis yang lebih berorientasi pada kualitas.
Pengunduran diri dan konteks kinerja perseroan
Dengan surat pengunduran yang diterima pada 28 Agustus 2026, manajemen GoTo kini menghadapi penyesuaian di lini kepemimpinan puncak. Surat pengunduran itu menandai berakhirnya jabatan Catherine sebagai Wakil Direktur Utama.
Keputusan ini sekaligus membuka babak baru dalam struktur manajemen perseroan. Meski demikian, jejak kontribusi Catherine telah menempel kuat pada perjalanan bisnis layanan on-demand dan pengembangan platform di dalam ekosistem Gojek.
Di sisi lain, laporan kinerja semester I-2026 yang menunjukkan laba bersih Rp608 miliar menjadi bagian dari gambaran perbaikan fundamental yang tengah dibangun perseroan. Angka tersebut memperlihatkan bahwa upaya pergeseran strategi menuju pertumbuhan berkualitas berjalan seiring dengan perbaikan kinerja keuangan.
Secara keseluruhan, pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo menempatkan sebuah tonggak penting dalam dinamika internal GoTo. Dengan latar karier yang dimulai sejak 2017 melalui pengembangan GoFood, hingga kiprahnya yang terkait pilar On-Demand Services, perubahan jabatan ini memberi sinyal adanya penataan ulang arah kepemimpinan di jajaran manajemen.
Perseroan, melalui penerimaan surat pada tanggal 28 Agustus 2026, telah memastikan bahwa proses perubahan jabatan dijalankan melalui mekanisme resmi. Selanjutnya, penyesuaian peran di manajemen akan menjadi perhatian untuk melihat kelanjutan strategi perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang lebih berkualitas dan profitabilitas.












