jurnalistik.co.id – Prospek yang dipandang kuat dari Nvidia mendorong reli saham teknologi Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, sehingga indeks-indeks utama ikut menguat meski pelemahan sempat meluas di pasar.
Laporan Bloomberg pada 28 Agustus 2026 pukul 06:20 waktu setempat menyebut, CEO Nvidia memprediksi China akan membuka pasar bagi chip AI dari AS. Respons investor terhadap pandangan tersebut tampak langsung pada kinerja sektor teknologi.
Di sesi perdagangan, sektor teknologi menjadi satu-satunya penguat di indeks S&P 500. Indeks tersebut naik 0,8% pada pukul 13.25 waktu New York.
Penguatan S&P 500 juga tercermin pada pergerakan indeks lain yang sarat saham teknologi. Indeks Nasdaq 100 meningkat 1,3%, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,4%.
Secara spesifik, Nvidia menjadi pusat perhatian karena prospek yang disampaikan dinilai memberi dorongan bagi saham-saham teknologi. Kenaikan ini membantu menahan dampak pelemahan yang terjadi secara lebih luas dalam komposisi pasar.
Di antara saham berkapitalisasi besar, Salesforce Inc. termasuk yang mencatat performa terbaik. Saham tersebut menguat seiring prospek pendapatan yang dinilai kuat serta penguatan kerja sama dengan Anthropic PBC.
Bukan hanya Salesforce, pergerakan positif juga terlihat pada saham-saham lain dalam sektor teknologi. Sandisk Corp. ikut naik setelah adanya rencana investasi yang disampaikan perusahaan.
Dalam rencana tersebut, Sandisk disebut akan menginvestasikan US$31 miliar bersama Kioxia Holdings Corp. untuk meningkatkan kapasitas produksi di Jepang. Langkah ekspansi manufaktur ini menjadi salah satu katalis yang diperhitungkan investor.
Berita Terkait
Sementara itu, fokus pasar tetap pada arah permintaan chip AI. Prediksi CEO Nvidia bahwa China membuka akses pasar untuk chip AI dari AS menjadi narasi yang mendukung sentimen di sektor teknologi.
Kenaikan sektor teknologi di S&P 500 menjadi penopang utama pergerakan indeks. Dengan hanya sektor itu yang menguat, investor tampaknya menempatkan premi lebih tinggi pada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan ekosistem komputasi dan kecerdasan buatan.
Di level indeks, penguatan yang berlapis terlihat jelas: Nasdaq 100 yang lebih dominan teknologi naik 1,3%, sedangkan Dow Jones menguat 0,4% sebagai cerminan perbaikan yang tidak sepenuhnya terbatas pada satu subsektor.
Dengan demikian, reli yang terjadi hari ini dapat dibaca sebagai gabungan dari ekspektasi pertumbuhan yang terkait Nvidia, perbaikan prospek pendapatan pada Salesforce, serta rencana investasi produksi yang melibatkan Sandisk dan Kioxia di Jepang.
Geoffrey Morgan—Bloomberg News—melaporkan bahwa prospek kuat dari perusahaan chip favorit investor tersebut memberikan dorongan bagi saham-saham teknologi sekaligus mengangkat indeks-indeks saham utama. Di saat yang sama, penguatan ini menjadi penyeimbang terhadap tekanan pelemahan yang muncul di bagian lain pasar.
Perubahan sentimen itu terlihat bukan hanya dari arah pergerakan indeks, tetapi juga dari bagaimana pelaku pasar memposisikan hari perdagangan ini. Ketika pandangan CEO Nvidia mengenai potensi pembukaan pasar China untuk chip AI dari AS memberi sinyal pertumbuhan, investor tampak merespons dengan segera, sehingga sektor teknologi menjadi satu-satunya penopang saat pelemahan di bagian lain pasar masih terasa.
Transmisi ekspektasi tersebut juga tampak pada emiten berkapitalisasi besar dan perusahaan yang terkait rantai komputasi. Salesforce menguat sejalan dengan penilaian pasar terhadap prospek pendapatan serta langkah penguatan kerja sama dengan Anthropic PBC. Di sisi lain, Sandisk ikut bergerak lebih tinggi setelah rencana investasi bersama Kioxia Holdings Corp. untuk memperbesar kapasitas produksi di Jepang, yang dipandang dapat menjadi katalis.
Dengan demikian, reli yang muncul hari ini bisa dipahami sebagai gabungan dari beberapa pemicu yang saling menguatkan: narasi permintaan chip AI yang didorong prospek Nvidia, ekspektasi pendapatan pada Salesforce, serta ekspansi manufaktur yang melibatkan Sandisk dan Kioxia. Geoffrey Morgan—Bloomberg News—menyebut prospek kuat dari perusahaan chip favorit investor tersebut turut memberi dorongan bagi saham teknologi dan, pada saat yang sama, mengurangi dampak pelemahan yang lebih luas.












