jurnalistik.co.id – Nvidia memproyeksikan peningkatan pendapatan yang cukup agresif pada fiskal 2028, sekaligus meredakan kekhawatiran bahwa belanja berbasis kecerdasan buatan (AI) bisa melandai. Perkiraan itu disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer (CFO) Colette Kress saat konferensi pasca-laporan keuangan.
Kress menyatakan perusahaan memperkirakan pendapatan tumbuh sekitar 70% pada tahun fiskal 2028. Ucapannya muncul dalam sesi setelah rilis kinerja keuangan yang menjadi rujukan pelaku pasar untuk menilai arah permintaan chip AI.
Di antara ekspektasi yang beredar, proyeksi tersebut juga menandai perubahan dibanding estimasi analis sebelumnya. Data yang dihimpun Bloomberg menyebut para analis sebelumnya memperkirakan kenaikan sekitar 45% untuk periode yang sama.
Dengan perbedaan proyeksi yang cukup lebar, sinyal dari manajemen Nvidia menjadi pemicu optimisme baru di kalangan investor. Mereka yang sebelumnya menunggu konfirmasi bahwa siklus belanja AI masih berjalan menemukan dorongan tambahan dari outlook yang lebih tinggi tersebut.
Menurut Kress, percepatan permintaan tidak hanya terlihat pada skala yang lebih besar, tetapi juga sudah terasa pada operasi Nvidia saat ini. Ia mengatakan perusahaan melihat adanya akselerasi permintaan bahkan pada level aktivitas yang tengah berjalan.
Lebih lanjut, Kress menekankan bahwa pandangan dari para pelanggan menunjukkan pertumbuhan Nvidia berpotensi berlipat ganda pada tahun berikutnya. Pernyataan ini menempatkan proyeksi fiskal 2028 sebagai bagian dari kelanjutan tren, bukan sekadar lonjakan sesaat.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen Nvidia juga menyinggung faktor yang bisa membuat pertumbuhan lebih tinggi lagi. Kress menyebut bahwa perusahaan dapat tumbuh lebih pesat jika memiliki akses pada pasokan yang lebih besar.
Gagasan tersebut berkaitan dengan kemampuan industri pemasok dan rantai suplai untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Dengan kata lain, kecepatan ekspansi Nvidia masih sangat mungkin dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, di samping minat pelanggan terhadap platform AI.
Respons pasar terhadap prospek ini tampak terutama berasal dari kebutuhan akan kepastian siklus belanja AI. Investor yang mencemaskan munculnya gelembung (bubble) di ekonomi AI mencari indikator konkret bahwa permintaan masih bertahan dan bahkan menguat.
Proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 70% untuk fiskal 2028 menjadi salah satu indikator yang dinilai cukup meyakinkan. Angka tersebut memberi ruang bagi pasar untuk melihat bahwa momentum belanja AI tidak otomatis menyusut, tetapi justru berpotensi terus bergulir.
Perbandingan dengan ekspektasi analis
Nilai 70% yang disebut Kress juga perlu dibaca dalam konteks perbedaan estimasi. Sebelumnya, konsensus yang dikumpulkan Bloomberg memuat proyeksi kenaikan sekitar 45%, sehingga sinyal manajemen cenderung berada di atas perkiraan mayoritas analis.
Berita Terkait
Perbedaan tersebut mengindikasikan manajemen Nvidia meyakini permintaan dan kinerja penjualan dapat melampaui proyeksi konservatif. Bagi pelaku pasar, hal ini biasanya dipandang sebagai penanda bahwa permintaan dari pelanggan berjalan lebih kuat dari ekspektasi awal.
Indikasi percepatan dan peluang pertumbuhan lanjutan
Kress juga menyoroti bahwa percepatan permintaan terlihat pada skala operasional saat ini. Pernyataan itu menyiratkan bahwa lonjakan minat tidak terbatas pada fase awal, melainkan telah memasuki tahap yang lebih stabil.
Ia menyebut pelanggan memperkirakan pertumbuhan yang dapat berlipat ganda pada tahun depan. Dengan kalimat tersebut, Nvidia tidak hanya berbicara tentang target fiskal 2028, melainkan juga memberikan petunjuk arah berikutnya.
Selain faktor permintaan, Nvidia menempatkan aspek pasokan sebagai variabel penting. Jika perusahaan memiliki akses ke pasokan yang lebih besar, Kress menyatakan pertumbuhan bisa terjadi lebih cepat dari rute yang telah diproyeksikan.
Komponen ini penting karena meskipun permintaan kuat, realisasi penjualan bisa terhambat oleh keterbatasan produksi atau distribusi. Dalam konteks itu, akses ke pasokan yang lebih memadai berpotensi menjadi pengungkit tambahan bagi pendapatan.
Dampak ke sentimen investor
Prospek yang lebih cerah dari Nvidia memberi kelegaan bagi investor yang khawatir belanja AI dapat berakhir dalam bentuk gelembung. Kekhawatiran semacam itu biasanya muncul ketika pasar menilai pertumbuhan terlalu cepat tanpa dasar berkelanjutan.
Namun, outlook CFO Nvidia memperkuat argumen bahwa siklus AI masih memiliki momentum. Dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 70% pada fiskal 2028, pasar memperoleh sinyal bahwa permintaan masih mendukung ekspansi, bukan hanya menghasilkan kenaikan jangka pendek.
Pernyataan Kress juga memperkaya narasi pasar dengan dua lapis informasi: proyeksi pendapatan untuk fiskal 2028 dan indikasi penguatan yang mungkin meluas pada tahun berikutnya. Gabungan keduanya menjadi alasan utama mengapa ekspektasi investor cenderung bergeser ke arah yang lebih positif.
Di sisi lain, perusahaan juga menyampaikan bahwa laju pertumbuhan bisa semakin tinggi bila dukungan pasokan meningkat. Artinya, horizon yang dibuka Nvidia tetap mempertimbangkan kondisi rantai suplai, sehingga pasar akan terus memantau pembaruan terkait ketersediaan.
Secara keseluruhan, proyeksi pendapatan tumbuh sekitar 70% pada fiskal 2028—di atas perkiraan analis sebelumnya sekitar 45%—menjadi titik penentu sentimen. Dari panggilan pasca-rilis laporan keuangan, Kress menegaskan percepatan permintaan bahkan pada skala operasi kini, sekaligus menyebut bahwa prospek pelanggan mengarah pada pertumbuhan yang dapat berlipat ganda tahun depan.












