jurnalistik.co.id – Manajemen Shopee Indonesia menanggapi pengakuan seorang seller yang menyebut saldo penjualnya sekitar Rp6,3 miliar sulit dicairkan. Menurut Shopee, masalah tersebut bukan karena penahanan dana oleh platform, melainkan terkait kendala akses Akun Toko serta proses verifikasi informasi transaksi.
Dalam penjelasan yang diterima Bloomberg Technoz pada Rabu (26/8/2026), Shopee menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan “dapat kami sampaikan bahwa permasalahan yang terjadi adalah berkaitan dengan kendala akses Akun Toko dan proses verifikasi informasi transaksi, bukan penahanan dana oleh Shopee.”
Shopee juga menegaskan bahwa klarifikasi yang disampaikan terkait tidak menahan saldo penjual. Perusahaan menyebut pemilik akun hijabpnd.id tidak memiliki saldo sebesar Rp6,3 miliar.
“Selain klarifikasi tidak menahan dana Saldo Penjual dari pemilik akun hijabpnd.id, perusahaan menjelaskan bahwa Penjual tidak memilik saldo sejumlah Rp6,3 miliar,” tulis Shopee dalam penjelasan tersebut.
Di sisi lain, seller yang dimaksud, Adi Sapto, sebelumnya mengeluhkan kendala pencairan dana sejak November tahun lalu. Shopee menyebut Adi merupakan penjual kemeja wanita di platformnya, sementara keluhan pencairan terjadi setelah hasil penjualan masuk.
Adi mengatakan ia sudah berupaya menghubungi Customer Service Shopee. Namun, ia mengaku mendapat respons bahwa diperlukan waktu untuk proses pencairan dana, sehingga ia menunggu pada bulan-bulan berikutnya.
Waktu berlalu hingga Januari dan Februari, tetapi saldo yang dimaksud tetap tidak juga cair. Dalam ceritanya, saldo penjualan terus masuk secara bertahap “sampai miliaran,” namun pencairannya tidak berjalan sesuai harapan.
Adi juga menyampaikan bahwa kondisinya terasa tidak kunjung terselesaikan karena pencairan terjadi sebagian, sementara dana lain belum bisa ditarik. Pernyataan tersebut ia tulis dengan kalimat “jadi numpuk setiap hari ada yang cair tapi belum bisa ditarik.”
Klaim Rp6,3 miliar dibantah oleh hasil data internal
Berita Terkait
Shopee kemudian memberikan klarifikasi yang berbeda terhadap nominal yang disebut Adi. Perusahaan menyatakan bahwa berdasarkan data internal, jumlah saldo penjual tidak sesuai dengan angka Rp6,3 miliar yang dipaparkan seller.
“Berdasarkan data, jumlah Saldo Penjual lebih rendah secara signifikan dari nominal yang disampaikan oleh Penjual tersebut,” tulis Shopee.
Dengan demikian, Shopee menempatkan persoalan sebagai gap antara narasi nominal yang disampaikan seller dan angka yang tercatat dalam Akun Toko. Shopee juga mengaitkan hambatan pencairan dengan verifikasi transaksi serta akses akun, bukan penundaan dana tanpa dasar.
Soal riwayat penarikan Rp500 juta
Lebih lanjut, Shopee menegaskan tidak adanya riwayat penarikan dengan nominal tertentu. Perusahaan menuliskan bahwa “tidak adanya riwayat penarikan dengan nominal Rp500 juta di Akun Toko sebagaimana pernah disampaikan oleh pihak yang menghubungi Shopee.”
Shopee menambahkan bahwa pendapatan penjualan yang tercatat di Akun Toko tidak mencapai nominal tersebut. “Pendapatan penjualan yang tercatat pada Akun Toko tidak mencapai nominal tersebut,” demikian bunyi penjelasan Shopee dalam klarifikasi yang sama.
Dari rangkaian klaim dan penjelasan tersebut, inti perbedaan berada pada dua hal: besaran saldo yang disebut seller dan proses yang dinyatakan Shopee terjadi di sisi akses serta verifikasi informasi transaksi. Shopee tetap menyatakan bahwa tidak ada penahanan dana sebagai penyebab utama.
Sebagai penutup, Shopee mengarahkan penyelesaian pada aspek kendala akses Akun Toko dan tahapan verifikasi transaksi, sementara seller menyampaikan keterlambatan pencairan terjadi sejak November hingga Januari–Februari. Perbedaan narasi mengenai nominal Rp6,3 miliar dan ketiadaan riwayat Rp500 juta menjadi poin yang paling menonjol dalam klarifikasi tersebut.
Adi Sapto juga menggambarkan bahwa komunikasi yang ia lakukan dengan layanan pelanggan tidak langsung berujung pada penyelesaian, karena ia diberi informasi bahwa pencairan membutuhkan waktu. Dalam periode tersebut, ia tetap memantau akun dan melihat adanya saldo penjualan yang terus bertambah, tetapi proses penarikannya tidak berjalan bersamaan dengan masuknya dana.
Dalam klarifikasi yang disampaikan Shopee, fokus pembahasan diarahkan pada perbedaan pencatatan di Akun Toko serta tahapan verifikasi transaksi. Perusahaan menekankan bahwa kendala yang dimaksud terkait akses akun dan pemeriksaan informasi, sehingga mengaitkan hambatan pencairan dengan mekanisme internal tersebut, bukan dengan penahanan dana oleh platform.












