Teknologi

Oura Tunda Rencana IPO di AS, Target Dana hingga US$2,2 Miliar

×

Oura Tunda Rencana IPO di AS, Target Dana hingga US$2,2 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Produsen Cincin Pintar Oura Tunda IPO di Bursa AS - Teknologi

jurnalistik.co.id – Produsen cincin pemantau kebugaran dan kesehatan, Oura Inc., menunda rencana penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat. Keputusan ini muncul di tengah ketidakpastian kondisi pasar penjualan saham perdana.

Oura yang berencana mencatatkan sahamnya di Nasdaq pada awalnya menargetkan penggalangan dana hingga US$2,2 miliar. Namun jadwal tersebut kemudian ditunda, seiring pasar menjadi lebih berhati-hati terhadap timing debut perusahaan-perusahaan teknologi.

Menurut laporan Bloomberg pekan lalu, penawaran saham perdana Oura telah menarik pesanan dengan jumlah sekitar empat kali lipat dibandingkan banyaknya saham yang tersedia. Meski minat investor terlihat kuat, ketidakpastian pasar tetap menjadi alasan utama penundaan.

Langkah Oura disebut sebagai penundaan yang paling menonjol sejauh ini di antara perusahaan-perusahaan startup yang berencana masuk ke bursa AS. Tren penundaan ini turut menambah kehati-hatian pelaku pasar yang menantikan momen debut perusahaan lain, termasuk Anthropic PBC.

Emiten lain juga menahan IPO

Dalam beberapa hari terakhir, dua perusahaan lain turut mengumumkan penundaan IPO mereka karena alasan serupa, yaitu kondisi pasar yang belum stabil. Perusahaan jasa tenaga nuklir Holtec Nuclear Corp. termasuk di dalamnya, begitu pula Bamboo Insurance Services Inc. yang didukung oleh CVC Capital Partners.

Penundaan oleh beberapa pemain dalam waktu berdekatan menunjukkan bahwa sentimen pasar yang belum pulih sepenuhnya dapat memengaruhi keputusan perusahaan untuk maju melakukan penawaran saham. Di titik ini, Oura menjadi contoh tambahan bahwa minat investor belum tentu cukup untuk langsung memastikan jadwal IPO.

Keputusan Oura juga memperlihatkan adanya pertimbangan yang lebih luas dari sisi emiten, bukan hanya dari besarnya permintaan. Walau ada pesanan yang berlipat dari kuota saham, perusahaan tetap memilih menunggu situasi yang dinilai lebih kondusif.

Penjamin emisi dan rencana penggalangan dana

Dalam dokumen yang diajukan, sejumlah bank disebut sebagai penjamin emisi utama dalam penawaran Oura. Mereka adalah Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, JPMorgan Chase & Co., Allen & Co., serta Jefferies Financial Group Inc.

Dengan komposisi penjamin emisi tersebut, proses IPO tetap berada dalam kerangka formal penawaran pasar modal. Akan tetapi, penundaan memperpanjang fase persiapan sebelum perusahaan benar-benar melantai dan memanfaatkan momentum penggalangan dana.

Target penggalangan dana Oura sebelumnya disebut mencapai hingga US$2,2 miliar, dengan fokus pada pendanaan dari pasar melalui mekanisme penjualan saham perdana. Meski rencana pendanaan besar tetap menjadi bagian dari strategi perusahaan, jadwal pelaksanaannya kini harus menyesuaikan kondisi yang lebih berisiko.

Dari sisi informasi waktu, kabar ini tercatat dalam laporan Bloomberg yang dimuat pada 29 September 2026 pukul 19:10. Untuk saat ini, perusahaan memilih menunda pelaksanaan IPO di Nasdaq, sementara pasar terus menilai arah pergerakan kondisi keuangan dan minat investor.

Penundaan Oura juga menegaskan bahwa dinamika IPO di AS tidak lagi berdiri di satu faktor tunggal. Perusahaan harus menimbang keseimbangan antara animo pasar, kesiapan eksekusi, dan ketidakpastian yang bisa memengaruhi harga maupun penerimaan penawaran saham.

Dengan demikian, Oura kini menjadi bagian dari rangkaian emiten yang memundurkan rencana masuk bursa. Pasar yang menanti debut pemain-pemain besar akan tetap memantau apakah ketidakpastian dapat segera mereda, sehingga rencana IPO Oura dapat dijadwalkan ulang ke waktu yang lebih tepat.

Meski angka pesanan disebut sekitar empat kali lipat dari jumlah saham yang ditawarkan, manajemen tetap menilai kondisi pasar belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan pada jadwal semula. Dengan kata lain, minat yang kuat tidak langsung menghapus faktor risiko terkait volatilitas dan respons harga di hari debut.

Pada saat yang sama, daftar penjamin emisi yang melibatkan sejumlah bank besar—Goldman Sachs, Morgan Stanley, JPMorgan, Allen & Co., serta Jefferies—menunjukkan persiapan IPO berjalan dalam kerangka formal penawaran modal. Namun, rangkaian penundaan berdekatan dari Holtec Nuclear Corp. dan Bamboo Insurance Services Inc. yang didukung CVC Capital Partners memperkuat gambaran bahwa emiten menahan langkah sambil menunggu sentimen pasar lebih stabil.