Bisnis & Ekonomi

IHSG Terkoreksi 2,19% ke 6.013 pada 09.30 WIB

×

IHSG Terkoreksi 2,19% ke 6.013 pada 09.30 WIB

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sederet Saham yang Picu IHSG Turun 2% Lebih - Market

jurnalistik.co.id – Perdagangan saham pada Selasa (29/9/2026) bergerak di wilayah negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,19% ke level 6.013 pada pukul 09:30 WIB, setelah sempat dibuka melemah dan berada di kisaran 6.030.

Tekanan jual menjadi faktor utama yang mewarnai aktivitas di awal sesi. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,25 triliun dan ditopang oleh perputaran 11,16 miliar saham.

Dari sisi pergerakan saham, hanya 63 saham yang mengalami penguatan, sedangkan 618 saham terkoreksi. Sisanya, sebanyak 80 saham berada dalam kondisi stagnan.

Kontribusi sektor dalam pelemahan

Pelemahan IHSG turut dipimpin oleh pergerakan beberapa sektor yang sama-sama menunjukkan penurunan. Saham teknologi turun 4,16%, saham transportasi melemah 3,81%, dan sektor energi turun 3,71%.

Dominasi saham-saham yang bergerak turun membuat laju indeks tetap tertahan di zona merah. Perbedaan jumlah emiten yang melemah dibandingkan yang menguat memperkuat gambaran bahwa sentimen pagi hari cenderung tidak sejalan dengan aksi beli.

Saham pemberat IHSG

Sejumlah saham tercatat menjadi pemberat utama IHSG pada perdagangan pagi ini. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat membebani indeks sebesar 11,06 poin.

Berikutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ikut menekan pergerakan indeks dengan kontribusi pelemahan sebesar 5,92 poin. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga memberikan tekanan 4,43 poin, sementara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun dan membebani 3,71 poin.

Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membebani IHSG sebesar 2,98 poin. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turut menjadi salah satu penyebab pelemahan dengan kontribusi turun 2,76 poin.

Dari kelompok emiten lain, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membebani 2,72 poin, sedangkan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyumbang tekanan 2,69 poin. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga ikut menekan indeks sebesar 2,62 poin.

Di antara saham-saham tersebut, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) membebani indeks sebesar 2,53 poin pada awal perdagangan. Dengan komposisi ini, pergerakan beberapa emiten besar turut menjaga IHSG tetap terkoreksi meski sesi berjalan di jam-jam awal.

Data BEI menunjukkan bahwa dinamika pasar pada pukul 09:30 WIB lebih didominasi oleh penurunan harga dibandingkan penguatan. Kondisi tersebut tercermin dari besarnya jumlah saham yang melemah, yakni 618, dibandingkan 63 saham yang menguat.

Secara keseluruhan, IHSG yang turun 2,19% ke 6.013 pada 09:30 WIB memperlihatkan bahwa aktivitas perdagangan pagi hari belum beranjak dari tekanan jual. Nilai transaksi Rp3,25 triliun dengan volume 11,16 miliar saham menunjukkan minat pelaku pasar tetap ada, namun arah pergerakan lebih condong ke pelemahan.

Pada saat yang sama, kontribusi sektor teknologi, transportasi, dan energi memperjelas bahwa sentimen negatif tidak hanya terkonsentrasi pada satu lini. Kombinasi penurunan sektor tersebut dengan daftar saham pemberat yang menekan indeks menjadi rangkaian yang menjelaskan mengapa IHSG bertahan di wilayah negatif hingga pukul 09:30 WIB.

Aktivitas perdagangan yang menunjukkan nilai transaksi Rp3,25 triliun dan perputaran 11,16 miliar saham belum otomatis mengubah arah pasar. Di sisi lain, komposisi pergerakan masih didominasi pelemahan, sehingga tekanan jual tetap menjadi penggerak utama pada fase awal.

Rangkaian penurunan juga diperkuat oleh kontribusi beberapa emiten besar yang membebani IHSG secara bertahap. Dengan GOTO, AMMN, BBCA, TLKM, BRMS, AADI, hingga BRPT serta FORU, beban pelemahan dari saham-saham berkapitalisasi cukup terasa dalam angka kontribusi poin yang tercatat.

Ketika penurunan sektor—teknologi, transportasi, dan energi—bergerak seiring dengan jumlah saham yang terkoreksi jauh lebih besar dibanding yang menguat, gambaran yang muncul adalah pasar masih berada dalam fase konsolidasi di zona negatif. Kondisi ini menjelaskan mengapa IHSG tetap tertahan hingga pukul 09:30 WIB.