Teknologi

Sam Altman Terbuka Soal Kemungkinan OpenAI Perlambat Pengembangan AI

×

Sam Altman Terbuka Soal Kemungkinan OpenAI Perlambat Pengembangan AI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sam Altman Sebut OpenAI Bisa Saja Perlambat Pengembangan AI - Teknologi

jurnalistik.co.id – Sam Altman mengatakan OpenAI mungkin memilih untuk memperlambat laju pengembangan kecerdasan buatan (AI) terkini, sekaligus berharap perusahaan-perusahaan AI lain mengambil langkah serupa.

Menurut laporan Bloomberg News pada 11 September 2026 sekitar pukul 19.20, pernyataan itu disampaikan Altman dalam rapat seluruh karyawan pekan ini.

Dalam pertemuan tersebut, Altman mengatakan kepada para karyawan bahwa OpenAI berpotensi mengatur sendiri kecepatan pengembangan AI.

Ia juga menyebut kemungkinan adanya kerja sama dengan beberapa laboratorium AI lainnya, meski tidak semua pihak diyakini akan sepakat untuk melakukan penyesuaian serupa.

Altman menyampaikan hal tersebut berdasarkan informasi dari orang-orang yang mengetahui masalah itu dan meminta namanya tidak disebut karena detailnya bersifat rahasia.

Gagasan mengenai perlambatan muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik dari para karyawan perusahaan-perusahaan AI terkemuka dalam beberapa pekan terakhir.

Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan risiko sistem AI tingkat lanjut yang dinilai semakin meningkat, sehingga memicu kecemasan di dalam perusahaan-perusahaan tersebut.

Selain itu, dalam konteks persaingan industri, baik OpenAI maupun pesaingnya, Anthropic PBC, telah mengajukan dokumen rahasia untuk go public pada awal tahun ini.

Altman, dalam pesan yang disampaikan kepada karyawan, menempatkan perlambatan sebagai opsi yang bisa dijalankan perusahaan pembuat ChatGPT, dengan harapan ada keselarasan langkah dari perusahaan AI lain.

Namun, karena ada kemungkinan sebagian laboratorium tidak menyetujui rencana serupa, implementasi dan tingkat kerja sama yang mungkin terjadi tetap menjadi bagian yang belum pasti dari diskusi internal tersebut.

Laporan ini ditulis oleh Shirin Ghaffary dan Rachel Metz untuk Bloomberg News, dan menyoroti bagaimana perhatian terhadap risiko AI tingkat lanjut mulai memengaruhi pembahasan strategi pengembangan di kalangan pelaku industri.

Pesan yang disampaikan kepada karyawan itu menggambarkan bahwa diskusi mengenai kecepatan pengembangan tidak dipandang sebagai keputusan tunggal, melainkan sebagai pilihan yang dapat dipertimbangkan dalam manajemen risiko. Di dalam komunikasi internal tersebut, Altman menempatkan perlambatan sebagai strategi yang bersifat opsional, sehingga arah langkah perusahaan tetap berada dalam kendali dan evaluasi internal.

Menurut laporan yang sama, gagasan tersebut berangkat dari suasana yang sedang menguat di kalangan pekerja industri. Dalam beberapa pekan terakhir, meningkatnya kekhawatiran publik ikut mendorong kegelisahan di perusahaan-perusahaan teknologi AI terkemuka, khususnya karena karyawan menilai risiko yang terkait dengan sistem AI tingkat lanjut dinilai semakin besar. Perhatian terhadap potensi dampak itulah yang membuat topik perlambatan mulai hadir dalam pembicaraan strategi.

Altman juga mengaitkan pembahasan tersebut dengan dinamika persaingan antar-pelaku industri. Ketika satu perusahaan mempertimbangkan penyesuaian, pihak lain dapat memiliki pertimbangan yang berbeda, termasuk karena mereka sedang berusaha memperkuat posisi di pasar. Dalam konteks inilah, baik OpenAI maupun Anthropic PBC disebut telah berada dalam fase pengajuan dokumen rahasia untuk go public pada awal tahun ini, yang menambah lapisan kompleksitas terhadap bagaimana perusahaan-perusahaan memandang langkah perubahan.

Di sisi lain, penerapan rencana semacam itu tetap bergantung pada respons dari laboratorium AI lain. Altman menyebut adanya kemungkinan kerja sama, namun pada saat yang sama dinyatakan bahwa tidak semua pihak diyakini akan sepakat untuk melakukan penyesuaian serupa. Dengan demikian, tingkat keterlibatan dan bentuk keselarasan yang mungkin terbentuk digambarkan masih berupa sesuatu yang belum pasti, karena bergantung pada keputusan internal masing-masing pihak.

Laporan Bloomberg News juga menegaskan bahwa detail informasi yang dipaparkan bersumber dari orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, dengan permintaan agar identitasnya tidak disebut karena bersifat rahasia. Kerahasiaan ini sekaligus memperjelas bahwa yang dibahas merupakan percakapan internal yang sensitif, sehingga gambaran yang sampai ke publik lebih menekankan arah diskusi dan pertimbangan strategi, bukan keputusan final yang telah disepakati secara terbuka.