Hukum & Kriminal

Biksu Thailand Phra Wachirayan Wi Ditangkap atas Dugaan Penyelewengan 100 Juta Baht ($3 Juta)

×

Biksu Thailand Phra Wachirayan Wi Ditangkap atas Dugaan Penyelewengan 100 Juta Baht ($3 Juta)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Thai abbot arrested in $3 million embezzlement scandal

jurnalistik.co.id – Polisi Thailand menahan seorang biksu Buddha, Phra Wachirayan Wi, karena dugaan penyelewengan dana senilai 100 juta baht (sekitar $3 juta; £2,2 juta) dari vihara tempatnya pernah memimpin. Penahanan itu juga melibatkan seorang perempuan yang diduga menjadi rekan dalam insiden yang terekam video.

Phra Wachirayan Wi, yang sebelumnya menjabat sebagai abbot di Wat Phutthaisawan, sebuah vihara terkenal dari abad ke-14 di Ayutthaya, dituduh mengambil uang donasi yang ditujukan untuk kuil dalam lebih dari 20 kesempatan selama rentang dua tahun. Menurut laporan, uang tersebut diduga masuk ke kantongnya sendiri.

Dalam tradisi Buddha Thailand, para biarawan menjalani kaul hidup membujang dan melepaskan kepemilikan materi. Setelah penangkapan, Phra Wachirayan Wi dilucuti status kebiaraannya, atau defrocked.

Hingga saat ini, Phra Wachirayan Wi belum memberi komentar publik. Kasus terbaru ini muncul lebih dari setahun setelah skandal lain yang mengguncang komunitas monastik Thailand, yakni perkara seks sekaligus pemerasan yang menimpa sejumlah biarawan senior.

Phra Wachirayan Wi berusia 66 tahun dan dikenal karena menciptakan jimat koin yang sangat dicari. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dilaporkan memiliki beberapa koleksi ciptaannya.

Aliran dana yang disebut tidak masuk ke rekening vihara Dalam konferensi pers yang disampaikan polisi, disebutkan dua jalur uang terkait tanda terima donasi yang dikeluarkan atas nama kuil oleh Phra Wachirayan. Satu jalur disebut untuk renovasi, sedangkan jalur lainnya adalah pembayaran untuk jimat (amulet) dan benda sakral lainnya.

Penyelidik utama, Pattanasak Bupphasuwan, menyatakan bahwa “But the money from both streams did not enter the temple’s account. Not a single baht,” sebagaimana dilaporkan dalam bahan konferensi pers. Dengan kata lain, polisi mengatakan tidak ada satu baht pun yang tercatat masuk ke akun vihara.

Penggerebekan dilakukan pada Kamis di tempat tinggal Phra Wachirayan. Polisi menyita uang tunai serta batangan emas dengan nilai lebih dari 100 juta baht, sementara proses penghitungan berlanjut hingga larut malam menurut laporan media lokal The Nation.

Saat memeriksa rekaman video dari kamera pengawas (CCTV) di kediaman tersebut, aparat menemukan potongan yang memperlihatkan Phra Wachirayan sedang berhubungan seks dengan seorang perempuan. Dalam penggeledahan itu, pejabat menyebut identitas perempuan tersebut sebagai Punyavee Rungrueang, yang berusia 47 tahun, dan perempuan itu telah ditangkap.

Punyavee Rungrueang ditahan dengan tuduhan membantu seorang pejabat negara dalam aktivitas ilegal. Ia juga belum memberi komentar publik, sementara polisi menilai banyak biarawan di Thailand menerima tunjangan dari pemerintah sehingga mereka kerap dipandang sebagai pejabat negara.

Dalam penggeledahan yang terkait, polisi menyita 35 jimat emas dari rumah Punyavee, disertai sekitar 1,5 kg batangan emas serta perhiasan. Nilainya diperkirakan mencapai 6,04 juta baht.

Polisi meyakini Punyavee ikut membantu Phra Wachirayan mengelola hasil dugaan penggelapan. Penilaian itu merujuk pada informasi bahwa puluhan juta baht mengalir melalui rekening bank perempuan tersebut setiap tahun, sebagaimana diberitakan oleh The Bangkok Post.

Kronologi penyelidikan dan kemungkinan pelaku lain Penyelidik mengatakan mereka mulai menelusuri perkara ini pada pertengahan Juli setelah menerima laporan tanpa identitas (anonymous tip). Laporan itu menuduh Phra Wachirayan melakukan pelanggaran dan menyalahgunakan dana kuil.

Aparat menyatakan bahwa kemungkinan ada dua atau tiga orang lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Polisi juga menyebut motif awal pemeriksaan berkaitan dengan kecurigaan penyelewengan, bukan semata-mata pada aspek perilaku yang terekam.

Dalam konteks yang lebih luas, Thailand kerap dilanda laporan bahwa beberapa biarawan melanggar kaul membujang, terlibat perdagangan narkoba, serta melakukan tindak kejahatan finansial. Pada bulan Juli tahun lalu, polisi membuka hotline untuk melaporkan “misbehaving monks” setelah setidaknya sembilan biarawan ditemukan berhubungan seks dengan seorang perempuan.

Perempuan tersebut kemudian diduga melakukan pemerasan terhadap para biarawan menggunakan foto dan video dari perbuatan itu selama hampir $12 juta. Setelah rangkaian kasus tersebut, perhatian publik dan pengawasan terhadap komunitas monastik meningkat.

Kasus Phra Wachirayan Wi kini menambah daftar perkara yang menyasar tokoh agama. Polisi menyatakan penanganan dilakukan dengan menghubungkan temuan aliran dana, bukti barang sitaan, serta rekaman yang diperoleh dari area terkait, termasuk potongan yang menunjukkan Phra Wachirayan berada di atas meja makan saat kejadian dengan perempuan tersebut direkam.