Teknologi

Trump Mengungkap Transaksi Saham Bernilai Jutaan Dolar di Microsoft, Nvidia, Palantir, dan SpaceX (Juli)

×

Trump Mengungkap Transaksi Saham Bernilai Jutaan Dolar di Microsoft, Nvidia, Palantir, dan SpaceX (Juli)

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trump reveals millions of dollars' worth of share deals in big tech and AI

jurnalistik.co.id – Dokumen resmi yang dirilis belakangan ini memuat rincian transaksi saham yang terjadi selama bulan Juli, dengan nominal mencapai jutaan dolar atas nama Presiden Donald Trump.

Pengungkapan tersebut menyoroti sejumlah perusahaan teknologi dan pelaku bisnis yang terkait kecerdasan buatan, mulai dari Microsoft hingga Nvidia, Palantir, SpaceX, serta Tesla.

Untuk Microsoft, berkas menunjukkan adanya penjualan saham atas nama Trump dalam rentang sekitar $6,5 juta (setara ÂŁ4,8 juta) sampai $31 juta. Di waktu yang sama, dokumen juga mencatat pembelian saham Microsoft senilai sekitar $165.000 hingga $400.000.

Di luar Microsoft, pengungkapan itu mencakup lebih dari 1.000 transaksi pada saham Nvidia dan Palantir, dengan saham dibeli dan dijual dalam periode tersebut. Palantir disebut sebagai kontraktor yang bekerja dengan Departemen Pertahanan AS serta Immigration and Customs Enforcement (ICE), dengan detail transaksi yang tercantum dalam berkas.

Terkait pengelolaan portofolio, seorang juru bicara Gedung Putih menyatakan pihak ketiga mengatur investasi saham dan obligasi. Juru bicara tersebut menegaskan: “Neither President Trump nor any member of his family has any ability to direct, influence or provide input regarding how the portfolio is invested or when investments are bought or sold.” serta menambahkan, “There are no conflicts of interest.”

Penjelasan itu sekaligus menjadi bantalan bahwa keputusan terkait investasi tidak dikaitkan dengan instruksi langsung dari Trump.

Dalam dokumen yang sama, tercantum pula transaksi pada SpaceX, perusahaan roket, satelit, dan kecerdasan buatan yang dipimpin Elon Musk. Pengungkapan menyebut nilai transaksi pada saham SpaceX berada pada level ribuan dolar yang dibeli dan dijual atas nama Trump.

SpaceX mulai mencatatkan sahamnya di Nasdaq, bursa berbasis Amerika Serikat, pada Juni. Sejak momen tersebut, harga saham dilaporkan sempat berfluktuasi, termasuk penurunan tajam pada Juli dan Agustus, namun saat dokumen dirilis saham disebut diperdagangkan 14% lebih tinggi dibanding harga saat debut di pasar saham.

Selain SpaceX, dokumen juga menunjukkan adanya pembelian dan penjualan saham Tesla, produsen kendaraan listrik yang juga terkait dengan Elon Musk.

Trump sendiri sebelumnya telah secara publik mengungkap ribuan transaksi saham sejak ia kembali ke Gedung Putih pada Januari tahun lalu. Dengan demikian, pengungkapan Juli ini menambah rangkaian keterbukaan yang telah dilakukan sejak masa kepemimpinan berikutnya.

Transaksi Juli dan latar debat soal AI

Rilis pengungkapan transaksi bulan Juli ini muncul di tengah sorotan baru pada pembahasan tentang kecerdasan buatan dan keselamatannya. Trump menolak seruan untuk memperlambat laju pengembangan demi alasan keselamatan, seraya memperingatkan bahwa pembatasan berisiko membuat Amerika Serikat tertinggal dari China.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin dunia di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa, Trump mengatakan ia ingin mengubah cara mem-branding AI menjadi “super intelligence” guna memproyeksikan dominasi Amerika. Ia juga menyatakan, “Whoever wins AI, wins.”

Dalam kerangka itu, presiden disebut menolak regulasi pemerintah maupun penambahan pagar pengaman baru, sehingga posisinya berseberangan dengan banyak pihak yang hadir di forum PBB. Sekretaris Jenderal AntĂłnio Guterres disebut masih mendorong adanya perlindungan internasional yang bersifat mengikat.

Pekan ini, Trump dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping saat kunjungan kenegaraan ke Washington. Di saat yang sama, pemerintahan Trump juga disebut mengusulkan adanya “hotline” darurat AI bersama Beijing untuk membantu mengelola potensi risiko siber atau insiden AI yang muncul secara liar.