jurnalistik.co.id – Uber dan Wayve memulai langkah baru dalam layanan mobilitas otonom dengan menempatkan armada taksi sepenuhnya tanpa pengemudi di jalanan London. Program ini akan berjalan mulai Kamis, melalui kerja sama keduanya yang menandai babak komersial pertama Wayve di mana pun di dunia.
Taksi tanpa pengemudi sejauh ini sudah lebih dulu dikenal di beberapa kota AS, termasuk San Francisco dan Los Angeles. Namun, Bloomberg Technoz menegaskan bahwa London menghadirkan tantangan yang jauh berbeda karena kondisi jalan dan karakter lingkungannya.
Jalanan London yang berliku dan kerap diguyur hujan disebut menjadi ujian yang lebih berat bagi sistem mengemudi otonom. Selain itu, kota ini memiliki ruas-ruas yang sempit dan berusia berabad-abad, sehingga kebutuhan adaptasi terhadap variasi situasi di permukaan jalan menjadi lebih tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Wayve Technologies Ltd. menguji armada mobil yang dilengkapi perangkat software mengemudi otonom di sepanjang jalan-jalan ibu kota Inggris. Pengujian tersebut dilakukan di lingkungan kota yang “khas London”, dengan tujuan agar teknologi dapat menghadapi dinamika di jalan yang tidak sederhana.
Wayve sendiri merupakan perusahaan rintisan kecerdasan buatan asal Inggris, dan pendekatan pengujiannya di London menjadi fondasi sebelum diperluas ke layanan yang dapat diakses publik. Dengan pengujian yang berlangsung dari waktu ke waktu, perusahaan membangun kesiapan sebelum melangkah ke tahap operasional.
Kini, warga London akan mendapat kesempatan untuk mencoba layanan tersebut. Perluasan ini hadir setelah Uber dan Wayve sepakat menjalankan implementasi bersama di kota tersebut, dengan penjadwalan yang dimulai pada Kamis.
Kolaborasi ini dilakukan melalui penempatan armada kendaraan secara menyeluruh di dalam kota. Penempatan “di seluruh kota” menjadi penanda bahwa layanan tidak hanya bersifat uji terbatas, tetapi bergerak ke implementasi layanan publik komersial.
Berita Terkait
Bloomberg Technoz menyebut langkah ini sebagai layanan publik komersial pertama Wayve di mana pun di dunia. Artinya, London menjadi titik rujukan penting dalam perjalanan Wayve menuju skala yang lebih luas melalui mitra ride-hailing.
Untuk pengguna Uber, perusahaan menyiapkan kemungkinan penumpang yang memesan perjalanan akan ditawari pengalaman menggunakan salah satu kendaraan otonom dari armada yang disiapkan Wayve. Dengan kata lain, akses terhadap layanan terkait teknologi Wayve masuk melalui alur pemesanan perjalanan di aplikasi Uber.
Armada yang disiapkan untuk layanan
Dalam pelaksanaan program ini, penumpang yang memesan perjalanan melalui Uber mungkin akan mendapatkan kendaraan dari armada yang berjumlah 15 unit. Kendaraan yang dimaksud adalah Ford Mustang Mach-E yang didukung oleh Wayve.
Jumlah 15 kendaraan tersebut menjadi komponen praktis dari kolaborasi yang dijalankan untuk kebutuhan operasional di London. Dalam kerangka kerja sama ini, Wayve berperan pada dukungan teknologi, sementara Uber menjadi kanal layanan bagi pengguna yang melakukan pemesanan.
Pilihan model Ford Mustang Mach-E juga menjadi bagian dari strategi penyebaran armada di area kota. Dengan platform kendaraan tersebut, sistem mengemudi otonom yang dikembangkan Wayve memperoleh ruang operasional di rute-rute yang ada di London.
Dengan menjadikan London sebagai lokasi implementasi, kerja sama Uber–Wayve sekaligus menguji kesiapan teknologi pada kondisi yang lebih menantang dibanding kota lain yang lebih dulu menjadi tempat operasional. Kontras antara pengalaman di San Francisco dan Los Angeles dengan karakter London—yang lebih berliku serta sering diguyur hujan—menjadi konteks penting dari langkah ini.
Ke depan, keberhasilan layanan ini akan bergantung pada kemampuan sistem otonom menghadapi lingkungan kota yang sempit dan berusia berabad-abad, sesuai tantangan yang telah disebut sejak awal. Program yang dimulai pada Kamis diharapkan menjadi langkah lanjutan menuju adopsi yang lebih luas untuk mobilitas berbasis otomasi tanpa pengemudi.












