jurnalistik.co.id – Gustavo Alfaro menyatakan menerima keputusan wasit yang berujung penalti untuk Perancis, meski ia mengaku masih ingin menelaah ulang insiden tersebut secara lebih mendalam. Paraguay akhirnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 di babak 16 besar.
Pertandingan Paraguay vs Perancis berlangsung pada Minggu (5/7/2026) pagi WIB, dengan satu-satunya gol tercipta lewat eksekusi penalti Kylian Mbappe pada menit ke-70. Alfaro menegaskan, keputusan di lapangan tak dipungkiri, namun peninjauan VAR tetap menyisakan kebutuhan untuk pemahaman yang lebih detail.
Penalti tersebut diberikan setelah wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev, mengubah keputusannya usai meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Sebelumnya, permainan sempat dibiarkan berjalan ketika penyerang Perancis, Desire Doue, terjatuh usai bersenggolan dengan Diego Gomez di dalam kotak penalti.
Alfaro menyebut posisinya berada tepat di belakang wasit saat proses pemeriksaan dilakukan. Dengan jarak penglihatan seperti itu, ia merasa tak bisa menilai insiden tersebut secara sepenuhnya objektif, terutama ketika layar VAR menjadi penentu akhir.
“Saya melihat proses pemeriksaan di layar VAR ketika mereka sedang meninjaunya. Saya berada tepat di belakang wasit dan saya tidak bisa bersikap objektif,” ujar Alfaro melalui penerjemah, dikutip dari Reuters.
Menurut pelatih Paraguay itu, kesan pertama di lapangan adalah Doue seperti mencoba mencari kontak. Akan tetapi, setelah peninjauan tayangan ulang, VAR menilai pelanggaran memang terjadi sehingga Tantashev menunjuk titik putih dan Perancis berhak mengeksekusi penalti.
Alfaro juga memusatkan perhatian pada karakter pergerakan Desire Doue. Ia menilai, pemain tersebut memiliki kelincahan yang membuatnya bisa bergerak efektif di ruang sempit, khususnya ketika bola berada di udara dan momen duel berlangsung cepat.
Berita Terkait
Tak hanya soal dinamika tubuh Doue, Alfaro turut menyinggung posisi kaki Diego Gomez dalam situasi yang berakhir penalti. Ia menilai situasinya sulit dihindari karena pergerakan menuju bola dan kontak dengan kaki lawan terjadi dalam satu rangkaian momen yang sangat cepat.
“Saya percaya kaki pemain kami memang ada di sana. Sangat sulit menarik kaki dalam situasi seperti itu. Jika Anda bergerak menuju bola lalu mengenai kaki lawan, mungkin memang itu penalti. Lalu apa yang bisa kami lakukan?” katanya.
Dengan keyakinan itu, Alfaro tetap menerima rangkaian keputusan yang dijalankan, dari awal dugaan kontak hingga hasil akhir pemeriksaan VAR. Penalti pun sukses dikonversi Mbappe menjadi gol yang memastikan kemenangan Perancis.
Gol tersebut menjadi koleksi Mbappe ke-19 sepanjang kariernya di Piala Dunia sekaligus gol ketujuhnya pada edisi 2026. Kemenangan 1-0 membawa Perancis melaju ke perempat final dan akan berhadapan dengan Maroko.
Laga melawan Maroko juga disebut sebagai ulangan semifinal Piala Dunia 2022, saat Les Bleus menang 2-0. Bagi Paraguay, hasil ini mengakhiri perjalanan mereka di fase gugur, sementara Alfaro memilih memusatkan sikap pada penerimaan keputusan wasit dan kebutuhan untuk meninjau ulang pertandingan secara lebih rinci.
Dalam alur pertandingan, insiden di kotak penalti menjadi titik balik. Ketika Doue terjatuh setelah bersenggolan dengan Diego Gomez, wasit sempat membiarkan permainan berlangsung, sebelum akhirnya menempuh pemeriksaan lewat VAR yang mengubah arah keputusan di lapangan.
Alfaro menegaskan bahwa inti persoalan ada pada interpretasi momen cepat tersebut, terlebih karena ia berada di belakang wasit saat tayangan ulang dipakai untuk memastikan pelanggaran. Setelah VAR menyimpulkan pelanggaran, penalti diberikan dan eksekusi Mbappe mengunci kemenangan 1-0, membawa Perancis ke perempat final melawan Maroko, sedangkan Paraguay tersingkir di babak 16 besar.












