Olahraga

Didier Deschamps Soroti Cuaca Panas Setelah Perancis Amankan 8 Besar Piala Dunia 2026

×

Didier Deschamps Soroti Cuaca Panas Setelah Perancis Amankan 8 Besar Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Keluh Kesah Didier Deschamps Usai Perancis Lolos 8 Besar Piala Dunia 2026

jurnalistik.co.id – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, menyoroti salah satu faktor yang membuat laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 terasa berat: cuaca terik di Stadion Philadelphia.

Ia menyebut suhu panas pada paruh pertama pertandingan mencapai 37 derajat Celsius, sehingga ritme permainan timnya terganggu saat beradu melawan Paraguay pada Sabtu lalu.

Menurut Deschamps, paparan sinar matahari langsung menjadi masalah karena hanya separuh area lapangan yang terlindung. Kondisi itu membuat pemain harus beradaptasi sepanjang tempo permainan, bukan sekadar menjalankan rencana taktis.

“Panas pasti punya dampak (ke pemain). Pertandingan menjadi lebih sulit,” ujar Deschamps, seperti dikutip dari Antara.

Evaluasi itu sekaligus menjelaskan mengapa Prancis tidak langsung menemukan irama terbaiknya sejak awal. Deschamps menilai, dalam situasi panas ekstrem seperti itu, pertandingan cenderung berjalan lebih “berat” bagi pemain.

Ia juga menilai duel melawan Paraguay tetap berjalan dengan intensitas tinggi, termasuk momen-momen perselisihan antarpemain yang dianggapnya sebagai bagian yang lazim dalam sepak bola.

Masuk babak kedua, cuaca mulai menyejuk sehingga Prancis punya ruang untuk meningkatkan kualitas serangan. Dengan perubahan situasi tersebut, aliran bola menjadi lebih terjaga dan skuad Les Bleus bisa menekan lebih efektif.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-70, saat Kylian Mbappe menjalankan eksekusi penalti yang membawa Prancis menyingkirkan Paraguay.

Meskipun berhasil meraih kemenangan dan memastikan diri lolos ke perempat final, Deschamps menyatakan bahwa ia belum sepenuhnya puas dengan performa yang ditampilkan timnya. Ia menilai, dengan kemampuan lini depan yang ia sebut sangat mumpuni, Prancis seharusnya bisa meraih margin kemenangan yang lebih lebar.

“Kami seharusnya bisa bermain lebih cepat,” tutur Deschamps.

Baginya, kemenangan tetap penting karena prosesnya tidak mudah. “Itu pertandingan yang sulit. Laga yang fokus dan agresif. Itulah kenapa saya sangat senang dengan hasil ini. Kami lolos ke perempat final,” tambahnya.

Langkah Prancis selanjutnya akan diuji oleh Maroko di perempat final. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Boston pada Kamis (9/7) waktu setempat.

Deschamps menegaskan bahwa Maroko adalah salah satu tim terbaik di turnamen ini, sehingga pertandingan dipandang tidak bisa dianggap remeh.

Ia menyebut pengalaman menghadapi Maroko di Piala Dunia 2022, ketika Prancis menang 2-0. Selain itu, ia juga mengaitkan performa Maroko dengan hasil mereka di Piala Afrika, di mana tim itu keluar sebagai juara.

“Maroko salah satu tim terbaik di turnamen ini. Kami sudah menghadapi mereka di Piala Dunia 2022 (Prancis menang 2-0) dan melihat bagaimana performa mereka di Piala Afrika (Maroko juara-red),” tegas Deschamps.

Menjelang laga krusial tersebut, fokus utama pelatih berusia 15 Oktober 1968 itu adalah pemulihan fisik skuadnya. Ia menyatakan banyak pemain mengalami kelelahan setelah laga, sementara ada pula yang mengalami cedera.

“Sekarang kami akan memulihkan diri terlebih dahulu. Pemain kami banyak yang kelelahan, ada pula yang cedera,” katanya.

Deschamps menambahkan bahwa persiapan untuk menghadapi Maroko akan lebih intens dilakukan beberapa hari sebelum pertandingan. Ia menyebut, pada hari ketiga atau dua hari sebelum laga, tim baru akan mengarahkan perhatian penuh untuk lawan berikutnya.

“Pada hari ketiga (atau dua hari sebelum laga-red), kami baru akan fokus ke Maroko,” pungkasnya.

Menurutnya, perubahan kondisi cuaca itu bukan hanya mengubah kenyamanan pemain, melainkan turut menentukan kemampuan tim untuk mengatur kecepatan perpindahan bola dan menjaga koordinasi saat membangun serangan.

Untuk pertandingan perempat final melawan Maroko, Deschamps menghubungkan semuanya dengan kesiapan fisik. Ia ingin pemulihan berjalan tuntas agar skuad bisa tampil dengan intensitas tinggi tanpa mengorbankan kualitas permainan.

Ia menegaskan, kerja persiapan akan bergerak berlapis: setelah pemulihan dilakukan, barulah pada beberapa hari menjelang laga tim mulai mengarahkan perhatian penuh pada aspek yang dibutuhkan menghadapi lawan berikutnya.