jurnalistik.co.id – Utamakan pengisi daya yang sesuai
Salah satu langkah paling penting adalah menggunakan perangkat cas orisinal. Setiap HP memiliki desain baterai dan sistem pengisian daya yang berbeda, sehingga kebutuhan tegangannya tidak selalu sama.
Pengguna disarankan memakai charger orisinal, atau setidaknya charger dengan output tegangan yang sesuai dengan kemampuan baterai HP. Jika menggunakan pengisi daya yang tidak sesuai atau tidak orisinal, baterai berpotensi cepat rusak karena tegangan yang tidak cocok dengan kapasitas perangkat.
Hindari bermain game saat mengisi daya
Kebiasaan mengisi daya sambil bermain game juga bisa meningkatkan risiko kerusakan. Saat menjalankan game, HP umumnya bekerja lebih berat sehingga suhu perangkat ikut naik.
Ketika aktivitas bermain game dilakukan bersamaan dengan proses charging, panas yang muncul dapat meningkat secara drastis. Kondisi suhu panas ekstrem ini dapat membuat beberapa komponen, seperti baterai, lebih cepat mengalami kerusakan jika terus terpapar.
Pasang aplikasi hanya dari toko resmi
Langkah berikutnya adalah mengunduh aplikasi melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store. Aplikasi yang tidak berasal dari toko resmi tidak disarankan untuk diunduh.
Selain berisiko mengganggu kinerja HP, aplikasi dari sumber tidak resmi juga dapat membawa malware. Malware tersebut berpotensi mencuri data pribadi pengguna atau memengaruhi cara kerja perangkat.
Berita Terkait
Rutin memperbarui sistem keamanan
HP yang cepat rusak juga bisa dipicu oleh kebiasaan tidak memperbarui sistem keamanannya. Pabrikan HP biasanya menyertakan pembaruan keamanan secara berkala.
Pembaruan ini bertujuan melindungi pengguna dari aplikasi berisi malware yang bisa mengganggu kinerja HP. Dengan demikian, pengguna perlu senantiasa memperbarui sistem keamanan agar perlindungan tetap terjaga dan perangkat lebih awet.
Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala
Selain keamanan, pembaruan sistem operasi dan aplikasi juga disebut berpengaruh terhadap ketahanan perangkat. Pengguna yang menunda pembaruan versi biasanya membuat HP lebih rentan terhadap masalah yang sudah diperbaiki di versi terbaru.
Pembaruan versi sistem operasi dan aplikasi umumnya membawa peningkatan, termasuk perbaikan sejumlah bug yang mungkin selama ini mengganggu kinerja HP. Karena itu, pembaruan versi perlu dilakukan secara rutin agar performa tetap optimal dari waktu ke waktu.
Kelola memori penyimpanan dengan baik
Dalam ringkasan yang disampaikan KOMPAS.com, pengelolaan memori penyimpanan HP juga disebut sebagai bagian dari perawatan yang tepat. Artinya, pengguna perlu memperhatikan kondisi penyimpanan agar perangkat tidak mudah “tersendat”.
Ketika kapasitas penyimpanan tidak dikelola dengan baik, kinerja HP bisa turun sehingga pengalaman penggunaan terasa kurang lancar. Dengan pengelolaan yang lebih tertib, potensi penurunan performa akibat masalah kapasitas dapat diminimalkan.
Secara keseluruhan, kelima langkah tersebut saling melengkapi: gunakan charger yang sesuai, hindari kombinasi charging dengan permainan berat, unduh aplikasi dari toko resmi, perbarui sistem keamanan, serta rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi. Di saat yang sama, pengelolaan memori penyimpanan perlu tetap jadi perhatian agar perangkat tidak cepat mengalami penurunan performa. Dengan menjalankan kebiasaan ini secara konsisten, HP berpeluang lebih lama bertahan dan tetap layak digunakan dalam aktivitas sehari-hari.












