jurnalistik.co.id – Ben Stokes kembali ke persaingan domestik bersama Durham di One-Day Cup, hanya berselang tiga pekan sejak ia pensiun dari Test cricket. Di laga debut terbarunya, ia mencetak 108*—angka tak terkalahkan yang sekaligus membawa Durham mengalahkan Derbyshire.
Kemenangan itu diraih setelah Durham mengejar target 257. Meski berulang kali mengalami kram yang membuatnya sempat collaps di tengah jalan, Stokes tetap mampu mengunci laju timnya dengan pukulan bermutu hingga akhirnya finis dengan 108*.
Ini juga menjadi penampilan List A pertama Stokes untuk county-nya dalam hampir 12 tahun. Di bawah sorotan karena kepulangannya yang ditunggu setelah pensiun, ia menunjukkan karakter yang selama ini identik dengan permainan all-rounder tersebut.
Bahkan ketika kram muncul dan ia harus mendapat perawatan, Durham tidak kehilangan arah. Stokes tetap mendayung pertandingan menuju titik yang menguntungkan, sementara ia menjadi tumpuan utama dalam pengejaran.
Durham mengejar 257 dengan Stokes sebagai penentu
Proses pengejaran berlangsung di County Ground, dan Stokes masuk pada posisi yang tepat setelah kedudukan awal sempat tertekan. Peran Ben Aitchison sempat membuat Durham tertahan dengan dua wicket di awal, menggerus momentum tim.
Stokes tampil sebagai pemukul di nomor empat, dan saat ia bergabung, skor berada di angka 24. Dengan start yang cukup terkendali, ia kemudian mulai menaikkan tempo pukulan dan menembus fase-fase penting sebelum kram benar-benar mulai mengganggu.
Tanda-tanda kram mulai terasa ketika ia mendekati angka 50. Half-century itu dicetak lewat pukulan keempatnya pada 71 bola, sekaligus memberi ruang bagi Durham untuk terus menekan.
Berita Terkait
Setelah itu, Stokes tidak hanya bertahan, tetapi juga membangun kemitraan dengan beberapa rekan. Ia menambahkan 74 bersama Will Rhodes, 66 dengan Colin Ackermann (yang menyelesaikan 28), serta 52 bersama Ollie Robinson (yang mencatat 23). Ketika perubahan wicket terjadi, ia juga berpasangan dengan kapten Kasey Aldridge untuk menambah 41 (Aldridge mencatat 23).
Rentetan kemitraan itu menjadi punggung pengejaran yang stabil sampai target akhirnya terkejar. Stokes menyudahi innings dengan 108* sehingga Durham meraih kemenangan dengan margin lima wicket.
Derbyshire punya Andersson, tetapi akhirnya harus kalah
Di pihak Derbyshire, Martin Andersson menyumbang fondasi kuat saat timnya dipimpin oleh 256-9. Century yang dibuat Andersson menjadi penopang utama bagi Falcons saat berusaha menetapkan total agar Durham menghadapi target yang berat.
Durham sempat mendapat dorongan awal lewat Aitchison yang mengambil dua wicket sejak fase pembuka. Namun, ketika Andersson dan Brooke Guest berada bersama, peluang muncul untuk membuat total lebih dari 300 masih terbuka—meski pada akhirnya Guest pergi pada 48 dan rangkaian wicket kemudian terus datang.
Stokes sendiri turut berkontribusi di sisi bowling meski tidak menambah wicket. Ia melempar sembilan over dan mencatat 0-38, sementara Andersson menjalani perlawanan yang disiplin hingga menjadi penentu total 256-9 bagi Derbyshire.
Meski peran bowlingnya tidak berujung pada wicket, kontribusinya kembali menonjol saat Durham memasuki fase pengejaran. Di saat kram kerap memaksanya berhenti sejenak untuk mendapat perawatan, Stokes tetap memilih strategi untuk menjaga ritme pukulan dan merawat innings.
Kembalinya ia ke lapangan juga terjadi di tengah jadwal yang tumpang tindih dengan pembukaan Hundred musim tersebut. Namun, justru duel domestik ini menyedot atensi besar, seiring kepulangan seorang kapten Inggris yang sudah melewati masa pensiun dari panggung Test cricket.
Pada akhirnya, Durham membawa pulang kemenangan setelah Stokes menampilkan 108* yang bukan sekadar angka, melainkan juga cerminan daya tahan saat kondisi fisik sedang sulit. Ia tidak hanya menyelesaikan tugas, tetapi melakukan itu dengan gaya yang membuat pertandingan menjadi milik Durham.












