Bisnis & Ekonomi

19 BUMN Masuk Fortune Indonesia 100 2026, Pertamina Memimpin

×

19 BUMN Masuk Fortune Indonesia 100 2026, Pertamina Memimpin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 19 BUMN Masuk Fortune Indonesia 100 2026, Pertamina di Posisi Teratas

jurnalistik.co.id – Fortune Indonesia 100 edisi 2026 mencatat adanya 19 badan usaha milik negara (BUMN) yang masuk dalam daftar perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025. Walau jumlahnya hanya seperlima dari daftar top 100, kontribusi pendapatan mereka justru sangat dominan.

Secara agregat, total pendapatan 19 BUMN tersebut mencapai Rp 3.131,83 triliun. Angka ini setara 50,32 persen dari total pendapatan 100 perusahaan dalam Fortune Indonesia 100 2026, yang totalnya sebesar Rp 6.224,01 triliun.

Jika dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) nominal Indonesia pada 2025 sebesar Rp 23.821,1 triliun, total pendapatan Fortune Indonesia 100 berada pada kisaran sekitar 26,1 persen dari PDB nasional. Dengan kata lain, kelompok perusahaan terbesar menjadi cerminan penting dari kapasitas ekonomi, termasuk dari sektor yang dijalankan negara melalui BUMN.

Pertamina memimpin daftar pendapatan BUMN

Dalam rincian pendapatan pada 2025, Pertamina (Persero) menempati posisi teratas sebagai BUMN dengan pendapatan terbesar sekaligus berada di peringkat pertama dalam Fortune Indonesia 100 2026. Perusahaan itu membukukan pendapatan Rp 1.189,74 triliun, tumbuh 9,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Posisi berikutnya ditempati Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan pendapatan Rp 582,68 triliun, yang naik 6,8 persen. Setelah itu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berada di urutan ketiga dengan pendapatan Rp 324,33 triliun atau tumbuh 19,5 persen. Bank Mandiri menyusul di peringkat keempat dengan pendapatan Rp 212,97 triliun (naik 3,1 persen), sedangkan MIND ID berada di peringkat keenam dengan pendapatan Rp 159,46 triliun (naik 9,8 persen).

Di luar lima besar tersebut, Telkom Indonesia tercatat pada peringkat ketujuh dengan pendapatan Rp 146,74 triliun, namun pendapatannya turun 2,2 persen. Bank Negara Indonesia (BNI) berada di urutan kedelapan dengan pendapatan Rp 94,04 triliun, mengalami penurunan 1,7 persen. Sementara itu, Pupuk Indonesia di posisi kesembilan mencatat pendapatan Rp 90,40 triliun dengan kenaikan 10,8 persen.

Fortune Indonesia 100 2026 juga menempatkan Garuda Indonesia pada peringkat kesepuluh dengan pendapatan Rp 53,98 triliun, turun 5,9 persen. Lalu ada Bank Tabungan Negara (BTN) di peringkat kesebelas dengan pendapatan Rp 40,45 triliun yang tumbuh 18,6 persen. Berikutnya, Pelindo duduk di peringkat dua belas dengan pendapatan Rp 36,73 triliun (naik 5,4 persen), sedangkan Kereta Api Indonesia berada di peringkat tiga belas dengan pendapatan Rp 35,76 triliun atau turun 1 persen.

Masih dalam kelompok 19 BUMN, Semen Indonesia (SIG) menempati peringkat empat belas dengan pendapatan Rp 35,24 triliun, turun 2,6 persen. Jasa Marga berada di peringkat lima belas dengan pendapatan Rp 29,89 triliun atau naik 4,1 persen. InJourney masuk peringkat enam belas dengan pendapatan Rp 28,58 triliun, turun 6,4 persen, dan Hutama Karya berada di peringkat tujuh belas dengan pendapatan Rp 25,13 triliun atau turun 16,9 persen.

Adapun pada peringkat berikutnya, PT PP tercatat menghasilkan pendapatan Rp 16,27 triliun atau turun 17,9 persen. Krakatau Steel berada di peringkat sembilan belas dengan pendapatan Rp 16,11 triliun, naik tipis 0,6 persen. Penutup daftar 19 BUMN adalah Wijaya Karya dengan pendapatan Rp 13,33 triliun yang turun 30,8 persen.

Secara keseluruhan, komposisi pertumbuhan pendapatan di antara BUMN yang masuk Fortune Indonesia 100 2026 memperlihatkan variasi kinerja. Sebagian entitas mencatat pertumbuhan positif, namun sejumlah perusahaan juga mengalami penurunan pendapatan pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk Telkom Indonesia, BNI, Garuda Indonesia, KAI, Semen Indonesia, InJourney, Hutama Karya, PT PP, serta Wijaya Karya.

Fortune Indonesia juga menegaskan bahwa standar untuk masuk ke daftar perusahaan terbesar di Indonesia terus meningkat. Dengan begitu, masuknya 19 BUMN ke dalam Fortune Indonesia 100 2026 menggambarkan bahwa entitas-entitas tersebut mampu memenuhi tolok ukur yang makin ketat, sekaligus menunjukkan bagaimana pendapatan dari sektor BUMN tetap menjadi penopang penting dari daftar perusahaan terbesar nasional.