Bisnis & Ekonomi

Idah Syahidah Rusli Habibie: Wirausaha Muda Gorontalo Diminta Tangguh dan Konsisten Berkelanjutan

×

Idah Syahidah Rusli Habibie: Wirausaha Muda Gorontalo Diminta Tangguh dan Konsisten Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wagub Idah Dorong Wirausaha Muda Gorontalo Tangguh dan Konsisten

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menekankan agar wirausaha muda tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga memiliki mental kuat untuk mempertahankan sekaligus mengembangkannya secara berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan Idah saat memberikan sambutan pada Pelatihan Wirausaha Muda dan Pemula (WMP) Tahun 2026 yang digelar Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo pada Selasa (29/9/2026) di Ballroom Hotel Grand Q.

Dalam kesempatan tersebut, Idah hadir bersama Kepala Dinas Parekrafpora Sultan Kalupe beserta jajaran dan para pengusaha muda yang mengikuti rangkaian kegiatan WMP 2026.

Idah menyampaikan bahwa jiwa kewirausahaan merupakan modal penting bagi generasi muda. Namun, menurutnya, keberhasilan wirausaha tidak berhenti pada keberanian memulai usaha.

Yang lebih menentukan, lanjut Idah, adalah kemampuan menghadapi berbagai tantangan dan menjaga agar usaha tetap berjalan dari waktu ke waktu. Ia menegaskan pentingnya daya tahan mental dalam proses tersebut.

“Pemuda yang memiliki jiwa wirausaha itu sangat baik. Yang paling penting adalah bagaimana wirausaha itu bisa bertahan dan berkelanjutan. Karena itu, wirausaha muda harus memiliki mental yang kuat,” ujar Idah.

Idah juga mengingatkan bahwa kewirausahaan tidak dapat dipahami hanya sebagai cara berjualan atau upaya mengejar keuntungan semata. Menurutnya, wirausaha perlu memiliki keberanian untuk memulai, ketajaman membaca peluang, serta kemampuan menghasilkan produk atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana banyak usaha muncul ketika suatu tren sedang ramai. Pada fase tersebut, cukup banyak pihak membuka usaha serupa, tetapi tidak semuanya mampu bertahan ketika tren mulai meredup.

Karena itu, Idah menilai konsistensi sebagai faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan usaha. Konsistensi tidak hanya soal terus berjualan, tetapi juga sikap untuk tetap menjalankan usaha meski hasil penjualan tidak selalu besar di setiap hari.

“Seorang wirausaha itu harus konsisten. Kalau memang jualan, ya jualan itu terus, walaupun sedikit. Jangan karena hari ini pembelinya sedikit kemudian besok tutup,” katanya.

Selain konsistensi, Idah mendorong agar wirausaha muda memanfaatkan perkembangan teknologi, terutama media sosial, sebagai sarana promosi yang lebih terjangkau. Melalui pendekatan ini, pelaku usaha dapat menjangkau calon pembeli secara lebih luas.

Ia juga mengajak peserta tidak semata menggantungkan promosi pada content creator. Menurut Idah, wirausaha justru perlu berani membuat konten sendiri untuk memperkenalkan produk yang dijalankan.

“Kenapa tidak jadi content creator sendiri? Tidak harus selalu memakai content creator. Kalau hari ini saya memasak, ya bisa dibuat konten. Difoto, dibuat video, kemudian dipasang di media sosial,” jelasnya.

Idah berharap pelatihan WMP 2026 tidak berhenti pada pemahaman teori. Ia ingin peserta benar-benar terdorong untuk mengambil langkah memulai usaha, mampu membaca peluang yang ada, serta menjaga keberanian untuk menjalankan usaha secara konsisten.

Lebih dari itu, ia menekankan perlunya sikap adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu memulai, tetapi juga terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar dan perkembangan cara berpromosi.

Melalui rangkaian sambutan tersebut, Idah menegaskan bahwa ketangguhan, konsistensi, serta pemanfaatan teknologi merupakan kombinasi yang dapat membantu wirausaha muda bertahan dan membangun usaha yang berkelanjutan.

Menurut Idah, wirausaha yang matang tidak cukup berhenti pada niat atau keberanian memulai. Dibutuhkan kesiapan mental untuk menghadapi naik-turun yang menyertai perjalanan usaha agar tetap berjalan dari waktu ke waktu.

Ia juga menekankan pentingnya cara promosi yang tidak bergantung pada satu pihak saja. Dengan memanfaatkan media sosial serta berani membuat konten sendiri, pelaku usaha dapat menyesuaikan pendekatan promosi ketika kebutuhan pasar dan tren berubah.