Bisnis & Ekonomi

Emas Dunia Melaju Naik Tiga Hari Beruntun, Prospek Jual atau Beli?

×

Emas Dunia Melaju Naik Tiga Hari Beruntun, Prospek Jual atau Beli?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Harga Emas Masih Reli, Posisi Jual atau Beli? - Market

jurnalistik.co.id – Harga emas dunia mencatat penguatan pada perdagangan kemarin dan melanjutkan tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan ini membuat perhatian pasar terarah pada posisi yang sedang dipantau, apakah lebih tepat untuk mengambil langkah jual atau menambah posisi beli.

Pada Selasa (25/8/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di level US$ 4.653,3 per troy ons. Angka tersebut naik tipis 0,03% dibandingkan hari sebelumnya, namun tetap menjadi penutupan yang tertinggi sejak pertengahan Mei atau kurang lebih dalam tempo lebih dari tiga bulan.

Dengan penutupan tersebut, emas berhasil menghijau untuk sesi ketiga secara berurutan. Secara pergerakan, tiga hari kenaikan itu membuat harga emas terangkat lebih dari 3% jika dihitung dari akumulasi selama periode beruntun tersebut.

Pola kenaikan tiga hari ini kemudian juga terlihat pada rentang yang lebih panjang. Dalam sepekan terakhir, harga emas melesat 7,39% secara point-to-point. Artinya, pertumbuhan yang tercatat bukan hanya terjadi pada satu-dua sesi, tetapi berlanjut mengikuti momentum dalam satu pekan perhitungan.

Sementara itu, jika diperluas ke perkembangan dalam satu bulan terakhir, kenaikan harga emas juga tampak signifikan. Harga emas melambung 14,17% dalam periode sebulan ke belakang, sehingga memperlihatkan bahwa penguatan yang berlangsung memiliki dasar waktu yang lebih panjang dibanding hanya pergerakan harian.

Di tengah deretan angka tersebut, pasar biasanya membaca konsistensi pergerakan sebagai bahan pertimbangan strategi. Kenaikan beruntun dan statusnya yang sempat berada di level tertinggi sejak pertengahan Mei menjadi salah satu indikator yang membuat pelaku pasar semakin aktif mengevaluasi posisi.

Bagian lain yang turut menjadi sorotan datang dari sejumlah sentimen positif yang disebut menyertai pergerakan emas. Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa perkembangan di Timur Tengah menjadi faktor pertama yang memberi dukungan bagi komoditas logam mulia.

Dari sisi waktu, pergerakan yang mencapai puncak sejak pertengahan Mei memperjelas bahwa kenaikan tidak berdiri sendiri pada satu titik. Penutupan di US$ 4.653,3 per troy ons pada perdagangan kemarin juga menegaskan kelanjutan tren, karena harga tetap bergerak naik meski kenaikannya pada hari itu relatif tipis.

Secara sederhana, kombinasi antara kenaikan harian yang bertahan, akumulasi tiga hari yang melewati kenaikan lebih dari 3%, hingga peningkatan 7,39% dalam sepekan dan 14,17% selama sebulan terakhir, membentuk gambaran momentum yang terukur. Informasi ini kemudian menjadi dasar bagi banyak pihak untuk menilai apakah tren bisa berlanjut atau justru memerlukan pengendalian risiko dari sisi timing.

Meski begitu, keputusan ā€œjual atau beliā€ tetap bergantung pada penilaian masing-masing pelaku pasar terhadap kelanjutan pergerakan. Yang paling jelas dari data yang tersedia adalah bahwa emas dunia sedang berada dalam fase penguatan beruntun: tiga sesi berwarna hijau, dengan penutupan tertinggi sejak pertengahan Mei.

Dengan latar tersebut, fokus pasar mengarah pada kemungkinan apakah momentum tersebut akan berlanjut pada sesi berikutnya atau mulai mengalami penyesuaian. Kondisi ini juga diperkuat oleh adanya sentimen positif, termasuk perkembangan di Timur Tengah, yang disebut menjadi salah satu pendorong perhatian terhadap emas.

Bagi investor dan trader, rangkaian metrik waktu seperti ā€œtiga hari beruntunā€, ā€œsepekanā€, dan ā€œsebulan ke belakangā€ lazim digunakan untuk menilai arah jangka pendek sampai menengah. Dalam konteks yang sama, kenaikan point-to-point 7,39% serta kenaikan 14,17% selama sebulan terakhir menunjukkan adanya dorongan yang cukup kuat pada rentang waktu yang lebih luas.

Pada akhirnya, yang dapat dipegang dari laporan ini adalah fakta pergerakan harga emas di pasar spot, beserta besaran persentasenya, serta keberadaan sentimen positif yang disebut mendukung. Apakah strategi cenderung ke arah jual atau beli akan bergantung pada bagaimana pasar merespons perkembangan lanjutan setelah penutupan kemarin yang berada di level US$ 4.653,3 per troy ons.