jurnalistik.co.id –
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak mixed dan cenderung menguat pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Pergerakan tersebut dinilai sejalan dengan tren penguatan yang masih terjaga setelah sebelumnya mengalami koreksi akibat aksi profit taking.
Dalam pandangan analis, penguatan IHSG secara umum tidak berubah arah. Kondisi ini dikaitkan dengan sinyal teknikal yang positif serta membaiknya sentimen eksternal yang ikut menopang pergerakan pasar.
IHSG masih berada dalam tren penguatan
Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai koreksi yang sempat terjadi masih berada dalam batas yang wajar. Perubahan tersebut juga disebut belum mengubah tren utama IHSG pada kondisi yang sedang berjalan.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyampaikan bahwa pergerakan IHSG secara garis besar masih menunjukkan keadaan tren penguatan. Pernyataan itu disampaikan dalam risetnya pada Rabu (26/8/2026).
Meski demikian, Nafan mengingatkan bahwa volume perdagangan terus mengalami penurunan. Dalam skenario seperti ini, penurunan volume menjadi salah satu hal yang perlu dicermati ketika IHSG bergerak searah tren penguatan.
Faktor eksternal: penurunan harga minyak
Di luar pergerakan domestik, pasar juga mempertimbangkan dinamika dari faktor eksternal. Salah satu katalis yang disebut berpengaruh adalah penurunan harga minyak yang dinilai dapat meredakan tekanan inflasi.
Berita Terkait
Menurut keterangan yang dirujuk, harga Brent maupun crude turun sekitar 3%-4%. Penurunan tersebut terjadi setelah AS memperluas tekanan ekonomi terhadap Iran melalui Operation Economic Outcast.
Pergerakan harga minyak yang melemah kemudian diposisikan sebagai dukungan lanjutan bagi pasar. Dengan kata lain, pasar melihat ruang meredakan tekanan inflasi sebagai salah satu elemen yang dapat membantu IHSG melanjutkan kecenderungan menguat meski berlangsung dalam pola mixed.
Secara keseluruhan, proyeksi untuk Rabu (26/8/2026) menggambarkan bahwa arah penguatan masih lebih dominan. Koreksi yang sempat terjadi dipandang belum merusak gambaran tren utama, sementara sinyal teknikal yang positif tetap menjadi rujukan dalam menilai kondisi pasar.
Di saat yang sama, adanya penurunan volume perdagangan menjadi catatan penting dalam pembacaan dinamika harian. Pasar yang bergerak menguat dengan volume menyusut biasanya mendorong kehati-hatian, sehingga pelaku tetap perlu memperhatikan perkembangan di tengah sinyal tren yang masih positif.
Dengan kombinasi tren penguatan yang terjaga, sinyal teknikal yang positif, membaiknya sentimen eksternal, serta dukungan dari meredanya potensi tekanan inflasi akibat penurunan harga minyak, IHSG diperkirakan tetap bergerak mixed dan cenderung menguat. Semua penilaian itu disusun berdasarkan riset pada Rabu (26/8/2026) sebagaimana disampaikan Mirae Asset Sekuritas Indonesia melalui Nafan Aji Gusta.
Untuk perdagangan hari tersebut, fokus investor diarahkan pada konsistensi tren penguatan IHSG sekaligus memantau kondisi volume perdagangan yang terus menurun. Di ranah eksternal, pergerakan harga Brent dan crude yang turun sekitar 3%-4% menjadi bagian dari faktor yang ikut memengaruhi ekspektasi pasar.
Dalam kondisi “mixed” seperti yang diperkirakan, pelaku pasar umumnya menilai apakah dorongan beli mampu bertahan atau justru kembali memicu aksi ambil untung. Karena itu, penurunan volume perdagangan menjadi indikator yang perlu ditempatkan sejajar dengan arah pergerakan indeks.
Selain membaca pergerakan IHSG dari sisi teknikal, pasar juga menyandingkannya dengan perbaikan sentimen eksternal yang disebut menopang. Ketika sinyal teknikal dinilai positif dan sentimen ikut membaik, probabilitas kelanjutan penguatan dinilai tetap lebih besar dibanding pembalikan arah.
Dari sisi eksternal, pelemahan harga Brent dan crude yang turun sekitar 3%-4% diposisikan sebagai katalis yang membantu meredakan tekanan inflasi. Dengan berkurangnya ekspektasi tekanan inflasi, pasar memiliki ruang untuk mempertahankan sikap yang lebih konstruktif, meski laju perdagangan tetap bergerak seiring dinamika harian.












