jurnalistik.co.id – Senin, 24 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan terkoreksi 0,37% atau turun 24,02 poin menjadi 6.501,66.
Pergerakan tersebut terjadi setelah perdagangan sebelumnya, ketika sejumlah pelaku pasar mencatat tekanan penjualan yang membuat indeks tidak mampu bergerak ke arah positif pada hari tersebut.
Salah satu faktor yang disebut ikut mendorong tren pelemahan itu datang dari aktivitas investor asing yang melakukan jual bersih (net sell) pada pasar reguler senilai Rp556,22 miliar.
Secara lebih luas, akumulasi transaksi investor asing juga menunjukkan net sell sebesar Rp350,71 miliar di seluruh pasar.
Net sell asing terbesar: BBRI
Dari saham-saham yang menjadi fokus arus transaksi, net sell terbesar investor asing tercatat pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai Rp178,01 miliar.
Imbas tekanan jual tersebut membuat saham BBRI melemah 1,55% pada penutupan menjadi Rp3.180 per saham.
Selain BBRI, investor asing juga mencatatkan net sell pada sejumlah saham lain dengan nilai yang beragam sepanjang perdagangan kemarin, Senin (24/8/2026).
Berikut 10 saham dengan angka net sell paling masif oleh investor asing: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp178,01 miliar; PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp105,08 miliar; PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp89,27 miliar; PT Indosat Tbk (ISAT) Rp67,76 miliar; PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp56,3 miliar; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp53,95 miliar; PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp35,37 miliar; PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp33,45 miliar; PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp27,51 miliar; serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp23,53 miliar.
Berita Terkait
Ada juga net buy yang menahan laju
Di sisi lain, investor asing juga tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) terbesar pada PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp99,47 miliar.
Pergerakan TINS yang ditopang tren pembelian itu membuat saham tersebut menguat 2,48% hingga berakhir di posisi Rp4.130 per saham.
Dengan adanya perbedaan antara net sell yang lebih dominan dan net buy terbesar pada TINS, pola transaksi investor asing pada hari tersebut terlihat tidak sepenuhnya seragam pada setiap saham.
Namun, gambaran umum pada penutupan tetap menunjukkan bahwa IHSG bergerak lebih rendah pada hari Senin, 24 Agustus 2026, yang ditutup pada 6.501,66 dengan penurunan 0,37% atau setara 24,02 poin.
Catatan peliputan dalam artikel ini disusun oleh Muhammad Julian Fadli pada 26 August 2026 pukul 08:44.
Secara ringkas, IHSG yang berakhir melemah pada Senin, 24 Agustus 2026 menggambarkan sentimen kehati-hatian investor saat penutupan. Tekanan jual yang terakumulasi terlihat makin kuat ketika arus transaksi lintas pelaku, terutama dari pihak asing, ikut memperbesar bobot net sell.
Pada perdagangan reguler, investor asing tercatat melakukan jual bersih senilai Rp556,22 miliar. Di tingkat yang lebih luas, akumulasi transaksi menunjukkan net sell Rp350,71 miliar di seluruh pasar, sehingga dominasi transaksi jual tetap menjadi benang merah meski tidak semua saham bergerak dengan pola yang sama.
Dari sisi konsentrasi arus asing, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling besar dengan net sell Rp178,01 miliar. BBRI kemudian ikut tertekan dan ditutup turun 1,55% ke level Rp3.180 per saham. Di daftar net sell paling masif, investor asing juga terlihat melepas saham lain dalam nilai yang signifikan seperti BUMI, TPIA, ISAT, hingga DSSA, sesuai angka yang tercatat pada perdagangan hari itu.
Walau net sell asing lebih dominan, ada penahan laju yang datang dari aktivitas pembelian bersih pada saham tertentu. Timah Tbk (TINS) mencatat net buy terbesar senilai Rp99,47 miliar, dan pergerakannya menguat 2,48% menjadi Rp4.130 per saham. Dengan kontras antara penjualan terbesar dan pembelian terbesar tersebut, pola transaksi asing pada hari itu tampak selektif, namun penutupan indeks tetap berada di zona merah.












