jurnalistik.co.id – Harga solar di Inggris akhirnya melewati angka simbolis yang menandai babak baru biaya energi bagi konsumen. Untuk pertama kalinya, harga bahan bakar di pompa menembus batas £2 per liter.
Rata-rata harga per liter solar kini berada di level rekor 200,01p, menurut RAC, badan otomotif yang memantau perkembangan harga di pasar. Kenaikan ini masih berlanjut seiring dampak lanjutan dari perang AS–Israel dengan Iran yang terus mendorong biaya di rantai pasok.
Selama kurang lebih tujuh bulan terakhir, gangguan produksi dan pengangkutan minyak di kawasan tersebut membuat harga bahan bakar yang bersumber dari minyak mentah ikut naik. Meski harga bahan bakar sempat turun kembali ketika AS dan Iran menyepakati kerangka kesepakatan pada Juni untuk mengakhiri pertempuran, kenaikan muncul lagi begitu ketegangan memanas kembali.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump merespons lonjakan harga dengan mempertimbangkan larangan produsen solar AS menjual ke luar negeri. Kebijakan seperti itu, bila benar diberlakukan, dikhawatirkan dapat membuat harga solar di Inggris bergerak lebih tinggi lagi.
Diesel dan minyak mentah: hubungan yang “terlihat” di pompa
Harga solar tidak berdiri sendiri. Minyak mentah adalah bahan kunci pembuatan bensin dan solar, sehingga ketika biaya di pasar grosir meningkat, harga isi ulang kendaraan cenderung ikut terdorong.
Selain biaya grosir, harga juga dipengaruhi permintaan dan kapasitas penyulingan. Para analis memperkirakan setiap kenaikan $10 (setara £7,55) per barel pada harga minyak mendorong kenaikan harga pompa sekitar 7p per liter.
Sejak perang Iran dimulai, harga barel Brent—patokan global untuk minyak grosir—bergerak sangat volatil. Sebelum konflik Timur Tengah, Brent diperdagangkan sedikit di atas $70 per barel, namun perang membuatnya sempat melonjak melewati $120.
Pada awal Juli, setelah kerangka kesepakatan ditandatangani, harga turun lagi hingga mendekati kisaran $70. Akan tetapi, begitu pembicaraan damai gagal, harga kembali naik dan kini berada di sekitar $100 per barel.
Kenapa konflik Iran berpengaruh besar?
Banyak pasokan minyak diproduksi di wilayah Timur Tengah. Karena konflik mengganggu produksi sekaligus transportasi, harga minyak mentah pun ikut melonjak.
Salah satu gangguan yang menjadi perhatian pedagang minyak grosir adalah “penutupan efektif” Selat Hormuz oleh Iran. Selat ini merupakan jalur air penting di selatan negara tersebut yang biasanya dilalui sekitar seperlima minyak dan gas dunia.
Meski ada tanda pengangkutan minyak grosir lewat selat tersebut mulai kembali ke tingkat sebelum perang, harga grosir tetap tinggi. Kekhawatiran pelaku pasar bahwa kondisi ini tidak akan bertahan membuat harga tidak cepat turun.
Selain minyak mentah, pengangkutan produk olahan seperti bahan bakar untuk mobil dan pesawat juga masih berada di bawah kondisi normal. Kerusakan fasilitas penyulingan di kawasan tersebut ikut menekan distribusi, sementara produk olahan yang lebih mudah terbakar membuat pergerakannya selama konflik menjadi lebih berisiko.
Pergerakan harga di Inggris
Sebelum perang, RAC mencatat rata-rata harga bensin berada di 132,83p per liter, sedangkan solar 142,38p per liter. Setelah konflik berjalan, solar kini berada di 200,01p dan menjadi yang tertinggi sepanjang catatan.
Bensin juga mengalami kenaikan, dengan rata-rata saat ini 174,71p per liter. Angka ini merupakan rekor dalam lebih dari empat tahun terakhir, meski masih lebih rendah dibanding puncak 191,5p pada musim panas 2022.
Berita Terkait
Simon Williams, kepala kebijakan RAC, mengatakan harga di pompa tidak akan turun sampai terjadi penurunan harga minyak yang “sustained lower oil price – over several weeks, not days”. Ia menegaskan perubahan di pasar minyak grosir membutuhkan waktu untuk sampai ke konsumen.
Karena proses pengangkutan minyak memerlukan waktu, pergeseran harga di pasar grosir biasanya baru terlihat di pompa sekitar dua pekan kemudian. Para pengecer juga membantah tuduhan praktik “price gouging”. Regulator pasar yang berwenang menyatakan “not seen evidence of retailers actively changing their pricing strategies to take advantage of the crisis”.
Pemerintah menyediakan skema Fuel Finder yang memungkinkan pengemudi membandingkan biaya bahan bakar dari berbagai SPBU di seluruh Inggris. Pada Mei, saat era perdana menteri Sir Keir Starmer, rencana kenaikan fuel duty sebesar 5p yang dijadwalkan pada September ditunda sampai akhir Desember akibat konflik.
Williams menilai pemerintah Inggris memiliki “limited leverage when it comes to ending the US/Iran war”, tetapi penurunan fuel duty lebih lanjut atau pengurangan VAT dapat “ease the burden” bagi masyarakat di dalam negeri.
Dampak ke kehidupan sehari-hari
Kenaikan solar berpotensi dirasakan bahkan oleh mereka yang tidak mengemudikan kendaraan berbahan bakar diesel. Solar banyak digunakan dalam pertanian dan, yang lebih penting, untuk kegiatan distribusi barang melalui jalur angkutan.
Akibatnya, biaya untuk mengangkut kebutuhan pokok—terutama makanan—menjadi lebih mahal. Episode harga tinggi sebelumnya juga memiliki efek lanjutan terhadap transportasi sekolah dan kegiatan perjalanan, sehingga menekan anggaran dewan setempat dan sekolah, khususnya di wilayah pedesaan.
Jika ekspor diesel AS dibatasi
Trump disebut mempertimbangkan larangan bagi produsen solar AS menjual ke luar negeri, meski pada saat berita ini disampaikan larangan tersebut belum dilakukan. Penilaian tentang seberapa serius ancaman ini juga berbeda di kalangan pengamat.
Jika larangan itu benar-benar diterapkan, banyak pihak menilai kebijakan tersebut akan merugikan negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan solar dari AS. Inggris, misalnya, bergantung pada AS untuk sekitar 17% pasokan solar.
Negara-negara Eropa lain juga banyak mengimpor solar dari AS. Karena itu, ada kekhawatiran larangan ekspor dapat mendorong harga solar Inggris bergerak lebih jauh ke atas.
Meski larangan tersebut kemungkinan menekan harga solar di AS dalam jangka pendek, para ahli memperingatkan dampak samping yang dapat muncul di jangka panjang. Mereka menyebut potensi efek yang berujung pada melemahnya produksi AS, sehingga pada akhirnya justru dapat memberi tekanan kembali pada harga solar di AS.
Kenapa solar lebih mahal daripada bensin?
Di Inggris, terdapat empat kilang. Secara total, kilang-kilang tersebut menghasilkan lebih dari cukup bensin untuk memenuhi kebutuhan domestik, sehingga sisa pasoknya dapat diekspor.
Namun, kapasitas produksi solar tidak mencukupi kebutuhan, sehingga Inggris harus bergantung pada impor. Penutupan kilang Grangemouth dan Immingham pada tahun lalu memperbesar ketergantungan itu, dan membuat Inggris kini membeli lebih dari separuh solar dari luar negeri.
Biaya impor solar juga naik karena serangan Ukraina terhadap kilang-kilang di Rusia setelah invasi Rusia skala penuh ke Ukraina pada 2022. Meski Inggris berhenti membeli solar dari Rusia sebagai respons atas perang, negara lain masih melanjutkan pembelian.
RAC melalui Williams menyebut situasi ini membuat “more countries competing for less diesel”, yakni lebih banyak negara berebut pasokan diesel yang jumlahnya lebih terbatas. Pada akhirnya, semua faktor tersebut merembes ke harga di pompa, dengan solar yang jauh lebih mahal daripada bensin di Inggris, dan kesenjangan yang melebar dalam beberapa tahun terakhir.












