Bisnis & Ekonomi

IHSG Senin Ditutup Turun 0,37% ke 6.501,66, BYAN Membebani Indeks

×

IHSG Senin Ditutup Turun 0,37% ke 6.501,66, BYAN Membebani Indeks

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Ditutup di 6.501, Saham BYAN Jadi Pemberat - Market

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (24/8/2026). Pada sesi akhir, indeks melemah 0,37% ke level 6.501,66, dengan mayoritas pergerakan masih berada di zona merah hingga mendekati penutupan.

Pergerakan sepanjang sesi tercatat bergerak dalam rentang 6.551 hingga menyentuh level terendah 6.474,57. Data bursa menunjukkan arah pasar yang cenderung melemah menjelang penutupan sesi, seiring tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Berdasarkan catatan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai perdagangan mencapai Rp14,29 triliun. Jumlah saham yang ditransaksikan sekitar 35,88 miliar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,19 juta kali.

Dari sisi komposisi pergerakan saham, tercatat 259 saham mengalami penguatan. Sementara itu, 367 saham mengalami pelemahan, dan 166 saham lainnya bergerak stagnan pada hari tersebut.

Aktivitas pasar di sesi penutupan

Tekanan terhadap indeks terlihat dari performa saham-saham yang memiliki bobot besar. Menjelang penutupan perdagangan, IHSG masih terjerembab di zona merah, mencerminkan sentimen yang belum berbalik meski sesi berjalan melewati titik-titik pergerakan yang cukup lebar.

Dengan rentang perdagangan yang mencapai selisih signifikan antara level tertinggi 6.551 dan terendah 6.474,57, dinamika pasar memperlihatkan adanya upaya bertahan di area atas. Namun, tekanan jual yang datang dari saham berpengaruh tetap membuat indeks sulit menguat.

Saham penekan indeks

Pelemahan IHSG pada akhir perdagangan Senin tidak terlepas dari tertekannya sejumlah saham big caps yang berkontribusi besar terhadap indeks. Dalam laporan yang sama, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) disebut menjadi salah satu saham yang menekan performa indeks.

Selain BYAN, sejumlah sektor ikut terpantau melemah. Saham-saham properti menjadi pemberat dengan penurunan hingga 1,66%, sementara saham kesehatan terkoreksi 1,59%, dan saham transportasi turun 0,91%.

Tekanan juga terlihat pada saham teknologi yang turun 0,77%. Di sisi lain, pelemahan turut menyeret saham konsumen non primer yang turun 0,68%, sehingga memperkuat gambaran bahwa arus negatif lebih banyak datang dari kelompok kapitalisasi yang aktif diperdagangkan.

Secara keseluruhan, penutupan indeks yang melemah 0,37% ke level 6.501,66 mencerminkan efek langsung dari tertekannya saham-saham berkapitalisasi besar. Kondisi ini membuat pergerakan pasar pada sesi tersebut lebih didominasi tekanan jual dibanding dorongan beli yang mampu mengangkat indeks kembali ke wilayah hijau.

Meskipun IHSG sempat bergerak dalam rentang yang relatif lebar sepanjang sesi, komposisi pergerakan saham menunjukkan kecenderungan yang lebih condong ke sisi pelemahan. Dari total 792 saham yang tercatat menguat dan melemah pada hari tersebut, jumlah saham yang turun tetap lebih banyak dibanding yang naik, sehingga tekanan sentimen negatif lebih terasa di pasar.

Aktivitas transaksi yang mencapai Rp14,29 triliun dengan frekuensi sekitar 2,19 juta kali memperlihatkan perdagangan berlangsung cukup aktif, namun arah akhirnya tetap mengarah ke penutupan yang lebih rendah. Volume sekitar 35,88 miliar saham yang berpindah tangan juga menggambarkan adanya dorongan jual yang konsisten, terutama ketika indeks mendekati akhir sesi.

Dalam dinamika sektor, pelemahan yang menonjol pada kelompok properti, kesehatan, dan transportasi turut memperkuat gambaran bahwa pergerakan tidak hanya terjadi pada satu sektor semata. Penurunan pada saham properti hingga 1,66%, diikuti koreksi sektor kesehatan 1,59% dan transportasi 0,91%, selaras dengan kondisi indeks yang masih sulit berbalik arah pada fase penutupan.

Peran saham big caps menjadi perhatian karena efeknya langsung terlihat pada level indeks yang berada di zona merah. Kehadiran BYAN sebagai salah satu saham yang disebut menekan menambah penjelasan mengapa meski pasar sempat mencoba bertahan di area atas, indeks tetap ditutup melemah 0,37% ke level 6.501,66.