jurnalistik.co.id – Rabu (2/9/2026), IHSG bergerak berbeda dibanding sebagian besar bursa di Asia. Pada jam-jam awal perdagangan, indeks Indonesia berhasil mempertahankan penguatan sementara arah regional cenderung melemah.
Indeks dibuka menguat dan kemudian terus naik pada awal sesi. Hingga pukul 9.15 WIB, IHSG mencatat kenaikan 13,81 poin, atau 0,21%, dan berada di level 6.613.
Perubahan posisi itu membuat IHSG tampil sebagai pengecualian di tengah suasana pasar yang tidak seragam. Di banyak bursa, pelaku pasar tampak memilih arah negatif setelah pembukaan.
IHSG menguat sendiri
Dari deretan indeks yang sudah memulai perdagangan, mayoritas bergerak menuju area merah. NIKKEI 225 di Jepang berada dalam koreksi, demikian pula KOSPI dan TOPIX.
Tekanan juga terlihat pada bursa di China melalui Shenzhen Comp. dan CSI 300. Sementara itu, PSEi di Filipina turut terkoreksi.
Di Taiwan, TW Weighted Index juga melemah. Kondisi yang sama tampak di Hong Kong lewat Hang Seng, serta di China dan Korea Selatan melalui Shanghai Composite dan KOSDAQ.
Dengan komposisi tersebut, hanya beberapa indeks yang bertahan di zona hijau pada pagi ini. Selain IHSG, indeks yang menguat adalah KLCI (Malaysia) dan Straits Times (Singapura).
Aktivitas transaksi di BEI berjalan intens
Di Bursa Efek Indonesia, perdagangan pada awal sesi tetap menunjukkan dinamika yang tinggi. Setelah sekitar lima belas menit berjalan, tercatat volume transaksi mencapai 9,67 miliar saham.
Nilai transaksi pada periode yang sama mencapai Rp3,39 triliun. Frekuensi transaksi yang terjadi sebanyak 487.586 kali pada rentang pengamatan tersebut.
Berita Terkait
Kompleksitas pergerakan tampak dari sebaran saham yang bergerak. Sebanyak 262 saham menguat, sementara 277 saham melemah.
Adapun 189 saham tidak mengalami perubahan harga pada saat yang dilaporkan. Dengan rincian ini, tidak ada dominasi arah yang sepenuhnya seragam di pasar.
Meski begitu, indeks tetap melanjutkan penguatan hingga pukul 9.15. Kenaikan indeks berangkat dari posisi IHSG di level 6.613 pada akhir periode pencatatan tersebut.
Secara sederhana, indeks bertumbuh sementara pergerakan saham tidak seluruhnya searah. Perbedaan jumlah saham naik dan turun tercermin dalam statistik breadth pasar.
Kecepatan transaksi yang cukup tinggi pada awal sesi juga terlihat dari frekuensi 487.586 kali. Aktivitas yang padat menjadi gambaran bahwa perdagangan berjalan tanpa jeda berarti.
Di saat yang sama, volume 9,67 miliar saham dan nilai transaksi Rp3,39 triliun menunjukkan keterlibatan pelaku pasar pada jam-jam awal.
Di kawasan Asia, IHSG berdiri terpisah dari mayoritas indeks yang terkoreksi. Di bawah tekanan tersebut, perbedaan arah juga terlihat dari hanya KLCI serta Straits Times yang menguat pada pagi ini.
Secara komposisi, 262 saham berada dalam tren kenaikan sementara 277 saham bergerak turun pada periode yang sama. Angka-angka itu muncul bersamaan dengan IHSG yang naik 13,81 poin hingga pukul 9.15.
Ke depan, kelanjutan sesi akan mengikuti arah perdagangan masing-masing bursa. Namun sampai pukul 9.15 WIB, data yang tersedia menunjukkan IHSG tetap berada di jalur positif dibanding mayoritas indeks Asia yang terkoreksi.
Pada pagi ini, IHSG mencatat kenaikan 13,81 poin dari level pembukaan menjadi acuan perubahan arah. Kondisi ini berlanjut hingga indeks berada di level 6.613 pada waktu pelaporan.
Sampai dengan laporan pukul 9.15, IHSG berada di level 6.613 atau naik 0,21%. Di saat bersamaan, bursa-bursa Asia lainnya yang disebutkan masih cenderung bergerak melemah.












