Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi Pajak Muncul, Saham ADRO Milik Boy Thohir Jatuh pada Perdagangan Rabu

×

Dugaan Korupsi Pajak Muncul, Saham ADRO Milik Boy Thohir Jatuh pada Perdagangan Rabu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Muncul Dugaan Korupsi Pajak, Saham Emiten Boy Thohir ADRO Jatuh - Market

jurnalistik.co.id – Perdagangan Rabu, 2 September 2026, menunjukkan tekanan pada saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Pada pembukaan, harga saham perusahaan yang berafiliasi dengan Boy Thohir itu bergerak melemah di tengah sorotan kasus dugaan korupsi pajak.

Berdasarkan catatan pergerakan harga, ADRO dibuka melemah sebanyak 20 poin dengan level Rp2.760 per saham. Penurunan ini menjadi sinyal awal bahwa sentimen pasar mengikuti perkembangan perkara yang sedang dibahas di ranah perpajakan.

Pergerakan tersebut terjadi seiring adanya perkembangan kasus dugaan korupsi pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin. Dalam perkembangan yang ikut menyebut nama mantan pejabat pajak perusahaan, saham ADRO turut merespons dengan pelemahan sejak awal sesi.

Menjelang pertengahan pagi, pelemahan ADRO berlanjut. Hingga pukul 10.19, saham ADRO turun makin dalam dan kehilangan 90 poin atau setara 3,24% ke level Rp2.690 per saham.

Dengan penurunan yang berlanjut pada jam-jam awal perdagangan, dinamika harga ADRO terlihat menekan nilai saham secara bertahap. Dari pembukaan ke posisi sekitar pukul 10.19, jarak pergerakan harga tercatat semakin lebar seiring melorotnya level yang diperdagangkan.

Di sisi aktivitas perdagangan, saham ADRO telah ditransaksikan sebanyak 13.890 kali. Volume transaksi tercatat mencapai 38,88 juta saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp105,3 miliar pada rentang waktu yang sama.

Angka-angka tersebut menggambarkan adanya aktivitas pasar pada saham ADRO selama pagi hari. Setelah pembukaan yang melemah, perputaran transaksi tetap berjalan dan harga kembali terkoreksi menuju level terendah yang dicatat sampai pukul 10.19.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa KPK memeriksa mantan Kepala Divisi Pajak ADRO, Jul Seventa Tarigan, pada 19 Agustus 2026. Pemeriksaan tersebut disebut mengkonfirmasi dugaan pemberian kepada pemeriksa pajak.

Perkembangan pemeriksaan yang berlangsung sebelumnya kemudian menjadi salah satu konteks yang menyertai pergerakan saham ADRO pada perdagangan Rabu ini. Saat kabar tersebut beredar dan proses hukum terkait disebut berlangsung, reaksi di pasar modal tercermin pada pergerakan harga saham.

Secara ringkas, ADRO memulai sesi dengan pelemahan ke Rp2.760 per saham, lalu bergerak lebih rendah hingga Rp2.690 per saham pada pukul 10.19. Dalam periode tersebut, saham tercatat mengalami kehilangan 90 poin atau setara 3,24% dengan transaksi sebanyak 13.890 kali, volume 38,88 juta saham, serta nilai transaksi Rp105,3 miliar.

Hingga laporan pergerakan pada Rabu, 2 September 2026, arah perdagangan ADRO tetap berada dalam tekanan sejalan dengan pembahasan dugaan korupsi pajak yang melibatkan KPP Madya Banjarmasin dan penyebutan nama mantan pejabat pajak perusahaan. Kondisi ini turut membentuk cara harga saham bergerak selama sesi pagi berlangsung.

Aktivitas transaksi yang terkonsentrasi pada pagi hari menunjukkan bahwa pelaku pasar merespons informasi hukum dengan cepat. Ketika harga bergerak dari level pembukaan yang melemah menuju Rp2.690 per saham di pukul 10.19, perdagangan tetap berlangsung tanpa jeda berarti, sehingga koreksi harga terlihat berlangsung bertahap, bukan sekali dorongan.

Dalam catatan yang sama, angka frekuensi transaksi sebanyak 13.890 kali serta volume 38,88 juta saham mencerminkan adanya pergantian tangan yang cukup ramai pada periode yang disebut. Dengan nilai transaksi Rp105,3 miliar, tekanan jual yang tercermin dari pergerakan saham sejalan dengan respons investor terhadap kabar yang masih berkutat pada dugaan korupsi pajak dan pemeriksaan yang telah dilakukan.

Dari sisi konteks peristiwa, rujukan yang mengemuka mencakup pengembangan di KPP Madya Banjarmasin dan penyebutan mantan pejabat pajak perusahaan, termasuk pemeriksaan KPK pada 19 Agustus 2026 terhadap Jul Seventa Tarigan. Kombinasi perkembangan tersebut menjadi latar yang ikut membentuk persepsi pasar, yang pada akhirnya terlihat dari pelemahan berkelanjutan hingga posisi yang tercatat pada pukul 10.19.